Posts Tagged thohir

HURU – HARA POLITIK

21 March 2016

Politik dalam makna generiknya adalah upaya mendapatkan kekuasaan dan menjadikannya sebagai alat mensejahterakan rakyat. Makna ini mengisyaratkan bahwa politik itu mulia karena memberikan kesejahteraan pada ummat. Namun, dalam perjalannya, politik tidak selalu menjadikan barang mulia, tetapi menakutkan, bahkan sangat menjijikan. Disebut demikian karena politik telah menjadi upaya pemenuhan kebutuhan pribadi atau kelompoknya. Dengan jalan mencari diatas penderitaan rakyat. Akibatnya yang tidak terhindarkan adalah terjadi huru-hara (malapetaka) dalam peristiwa-peristiwa politik. (more…)

REVOLUSI MENTAL ?

15 March 2016

Term Revolusi mental terkenal menggema ketika Jokowi menjadi Presiden RI ke-7. Banyak orang sedang menunggu seperti apa aplikasinya untuk Negara kita. Sekarang Revolusi Mental seperti lemes karena kurang darah, bahkan nyaris mati. Semua orang tahu bahwa yang namanya Revolusi mental itu penjungkir balikkan satu keadaan pada keadaan yang lain dalam waktu sekejap. Jadi Revolusi mental itu artinya upaya merubah mental dalam waktu sekejap dengan  menggunakan instrument yang mendukungnya.Tetapi kenyataan malah terbalik, Kasus-kasus yang melibatkan pejabat publik, (more…)

REFORMASI MERANA !

1 March 2016

Reformasi dalam makna generiknya adalah menata atau membentuk kembali. Artinya sesuatu yang dipandang buruk harus ditata ulang sehingga menjadi baik / lebih baik. Makna reformasi seperti ini sama dengan modern atau pembaharuan. Dalam bahasa agama, reformasi, modern atau pembaharuan adalah : Al-Muhafazatu a’laqadimisshalih wal akhzu bi jadi dil aslaha (memelihara lama yang baik, dan mengambil baru yang lebih baik). (more…)

KAIN KAFAN TAK BERSAKU

24 February 2016

Kono ada kisah di zaman Umar bin Abdul Azis, ada seorang kaya yang membuat surat wasiat pada keluarganya. Isi surat wasiat tersebut, bila dia mati maka keluarganya diminta membuat kain kafannya yang bersaku ukuran besar menutup seluruh tubuhnya kecuali mata dan telinga. Permintaannya seluruh kekayaan berupa dinar dan dirham serta mas itu turut serta dalam saku kain kafan tersebut. Pada saat dia meninggal timbulah kepanikan yang luar biasa pada keluarga sebagai ahli warisnya. Maka mereka mendatangi Umar Abdul Azis untuk menanyakan hal tersebut. Umar Abdul Azis yang juga disebut khalifah ke 5 sesudah khulafa’urrasyiddun yang sederhana itu menjawab. Aku tidak pernah mendengar dari guruku sebelumnya, atau membaca dan menemukan satu ayat atau hadist pun yang menyuruh membuat kain kafan yang bersaku. (more…)

TAUSHIYAH

15 February 2016

Satu kata “Taushiyah” ini nampaknya sederhana tetapi sarat dengan makna filsafat. Artinya didalam kata itu terkandung multi makna dan multi makna. Satu diantaranya kata itu menyelamatkan orang beriman dari kerugian, Baca Qur’an suratsurat Al-Ashri 1-3 “Demi masa sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran” Di dalam  ayat ini ada kata nasehat yang dalam komunikasi kita sehari-hari dikenal dengan taushiyah. (more…)

SELF REGULATION

5 August 2014

images (19)Self regulation lazimnya diterjemahkan sebagai “mengatur diri sendiri” Artinya setiap orang harus bisa menjadi polisi untuk dirinya sendiri dengan mentaati sejumlah peraturan yang mengatur dirinya. Dan dalam banyak hal kita memiliki peraturan-peraturan tersebut pada diri kita baik yang datang dari diri sendiri maupun dari luar. Dalam diri sendiri sebenarnya regulasi yang bisa diterapkan untuk menjaga diri dari berbagai hal yang mengganggunya, atau juga regulasi yang menyangkut pertumbuhan dari pengembangan diri. Misalnya nasihat orang bijak : Jika anda ingin sehat maka, makan yang bergizi  istirahat yang cukup, olah raga yang teratur dan jangan berfikir berat. Ketika anda ingin hidup sehat, maka ikutilah cara-cara hidup orang sakit, dan kalau anda sakit, maka ikutilah nasehat dokter dan lain-lain sebagainya. Sedangkan regulasi yang datang dari luar itu berupa petunjuk –petunjuk agama yang memuat berbagai peraturan untuk mengatur diri kita. Misalnya : makan yang halal dan baik, jangan berlebihan, bersifat qona’ah, jangan rakus, mensyukuri nikmat, menikamati ujian , jangan sombong rendah hati, jangan dusta, bhakti kepada orang tua, mengabdi kepada Yang Maha Kuasa, sabar sholat dan do’a. Serta masih banyak lagi regulasi yang berkenaan dengan hidup kita, termasuk berbuat baik pada sesama. Regulasi-regulasi seperti ini tentunya mempunyai makna dan manfaat sekaligus juga ada dampak negatifnya kalau tidak diataati. Makna regulasi-regulasi ini harus dipahami sebagai bentuk proteksi diri secra dini agar tetap terjaga dari segala sesuatu yang merusaknya. Adapun manfaat regulasi-regulasi seperti ini juga tidak diragukan lagi, yaitu untuk menumbuh kembangkan potensi diri menjadi sosok manusia yang berguna bagi diri dan sesama kalau kita mentaati regulasi – regulasi tersebut. Akan tetapi kalau kita mengabaikannya, maka yang muncul kemudian adalah dampak negatif yang membahayakan bagi diri sendiri maupun terhadap sesama. (more…)

TERGANTUNG KITA ?

5 August 2014

images (20)aManusia adalah satu-satunya makhluk Tuhan yang diberikan kebebasan untuk memilih dan berbuat. Memilih menjadi orang beriman dan bertaqwa atau menjadi orang-orang kafir yang kufur itupun tergantung kita? Memilih menjadi orang-orang suka syukur atau suka kufur itupun juga tergantung kita. Tidak hanya itu saja, melainkan dalam urusan akhiratpun ada kebebasan memilih, yaitu memilih jalan ke surga ataukah memilih jalan ke neraka semuanya tergantung kita? Bahkan dalam urusan kemanusiaanpun kita bebas memilih menjadi manusia beradab atau tidak. Yang jelas pilihan-pilihan itu semuanya mempunyai konsekuensi logis yang tidak mungkin kita hindari. Maka dalam rangka menentukan pilihan-pilihan tersebut datanglah Agama membawa petunjuk memberi bimbingan agar manusia dapat memilih yang baik dari buruk dan keluar dari jalan kesesatan menuju petunjuk berupa kebenaran. Sehingga orang yang beragama secara benar itu pasti selalu berada dengan pilihan itu. Demikian pula bila beragama sekedar topeng, maka sangat sulit mendeteksi pilihan itu secara tepat sehingga dari itu mereka pun merasakan akibatnya. (more…)