Posts Tagged luth

POSITIVE THINGKING

18 April 2017

Positive thingking atau berfikir positif itu merupakan bagian dari aktifitas kehidupan yang tidak boleh dianggap sepele. Disebut demikian karena didalamnya tersimpan potensi rohani yang luar biasa untuk hidup sukses. Banyak orang sukses meraih kualitas hidup yang membahagiakan karena memanfaatkan positive thingking secara optimal. Demikian pula sebaliknya. Positive thingking dalam padanan dengan bahasa Arab lazim disebut “husn al-dzan” berbaik sangka dengan berfikir positif. Diketahui orang yang memiliki potensi ini secara kejiwaannya hidup lebih tenang ketimbang mereka yang tidak memilikinya. (more…)

DEVIDE ET IMPERA

9 February 2017

Devide et impera adalah strategi politik yang dimainkan / diberlakukan oleh para penjajah pada bangsa jajahan mereka. Dengan bahasa lain devide et impera ini adalah politik adu domba alias memecah belah dengan menggunakan tangan orang lain untuk kepentingan mereka para penjajah. (more…)

SEWOT

26 January 2017

Kata “Sewot” dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya : jengkel, dongkol, marah. Sinonimnya kata itu dengan kata-kata benci, berang, gemas, geram, geregetan, gondok, gusar, meradang dan sebagainya. Implikasi kata tersebut diatas sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari (more…)

REVOLUSI MENTAL ?

15 March 2016

Term Revolusi mental terkenal menggema ketika Jokowi menjadi Presiden RI ke-7. Banyak orang sedang menunggu seperti apa aplikasinya untuk Negara kita. Sekarang Revolusi Mental seperti lemes karena kurang darah, bahkan nyaris mati. Semua orang tahu bahwa yang namanya Revolusi mental itu penjungkir balikkan satu keadaan pada keadaan yang lain dalam waktu sekejap. Jadi Revolusi mental itu artinya upaya merubah mental dalam waktu sekejap dengan  menggunakan instrument yang mendukungnya.Tetapi kenyataan malah terbalik, Kasus-kasus yang melibatkan pejabat publik, (more…)

SELF REGULATION

5 August 2014

images (19)Self regulation lazimnya diterjemahkan sebagai “mengatur diri sendiri” Artinya setiap orang harus bisa menjadi polisi untuk dirinya sendiri dengan mentaati sejumlah peraturan yang mengatur dirinya. Dan dalam banyak hal kita memiliki peraturan-peraturan tersebut pada diri kita baik yang datang dari diri sendiri maupun dari luar. Dalam diri sendiri sebenarnya regulasi yang bisa diterapkan untuk menjaga diri dari berbagai hal yang mengganggunya, atau juga regulasi yang menyangkut pertumbuhan dari pengembangan diri. Misalnya nasihat orang bijak : Jika anda ingin sehat maka, makan yang bergizi  istirahat yang cukup, olah raga yang teratur dan jangan berfikir berat. Ketika anda ingin hidup sehat, maka ikutilah cara-cara hidup orang sakit, dan kalau anda sakit, maka ikutilah nasehat dokter dan lain-lain sebagainya. Sedangkan regulasi yang datang dari luar itu berupa petunjuk –petunjuk agama yang memuat berbagai peraturan untuk mengatur diri kita. Misalnya : makan yang halal dan baik, jangan berlebihan, bersifat qona’ah, jangan rakus, mensyukuri nikmat, menikamati ujian , jangan sombong rendah hati, jangan dusta, bhakti kepada orang tua, mengabdi kepada Yang Maha Kuasa, sabar sholat dan do’a. Serta masih banyak lagi regulasi yang berkenaan dengan hidup kita, termasuk berbuat baik pada sesama. Regulasi-regulasi seperti ini tentunya mempunyai makna dan manfaat sekaligus juga ada dampak negatifnya kalau tidak diataati. Makna regulasi-regulasi ini harus dipahami sebagai bentuk proteksi diri secra dini agar tetap terjaga dari segala sesuatu yang merusaknya. Adapun manfaat regulasi-regulasi seperti ini juga tidak diragukan lagi, yaitu untuk menumbuh kembangkan potensi diri menjadi sosok manusia yang berguna bagi diri dan sesama kalau kita mentaati regulasi – regulasi tersebut. Akan tetapi kalau kita mengabaikannya, maka yang muncul kemudian adalah dampak negatif yang membahayakan bagi diri sendiri maupun terhadap sesama. (more…)

TERGANTUNG KITA ?

5 August 2014

images (20)aManusia adalah satu-satunya makhluk Tuhan yang diberikan kebebasan untuk memilih dan berbuat. Memilih menjadi orang beriman dan bertaqwa atau menjadi orang-orang kafir yang kufur itupun tergantung kita? Memilih menjadi orang-orang suka syukur atau suka kufur itupun juga tergantung kita. Tidak hanya itu saja, melainkan dalam urusan akhiratpun ada kebebasan memilih, yaitu memilih jalan ke surga ataukah memilih jalan ke neraka semuanya tergantung kita? Bahkan dalam urusan kemanusiaanpun kita bebas memilih menjadi manusia beradab atau tidak. Yang jelas pilihan-pilihan itu semuanya mempunyai konsekuensi logis yang tidak mungkin kita hindari. Maka dalam rangka menentukan pilihan-pilihan tersebut datanglah Agama membawa petunjuk memberi bimbingan agar manusia dapat memilih yang baik dari buruk dan keluar dari jalan kesesatan menuju petunjuk berupa kebenaran. Sehingga orang yang beragama secara benar itu pasti selalu berada dengan pilihan itu. Demikian pula bila beragama sekedar topeng, maka sangat sulit mendeteksi pilihan itu secara tepat sehingga dari itu mereka pun merasakan akibatnya. (more…)