Posts Tagged beradab

SUFI AKADEMIK

9 March 2017

Kita pasti bertanya seperti apa sufi akademik itu ? Jawaban sederhananya adalah “pribadi yang berilamu beradab”. Itulah sufi akademik yang dalam bahasa Al-Qur’an disebut dengan Ulul-albab atau bahasa alamnya seperti padi , kian berisi kian merunduk.

Al-Qur’an secara tegas membicarakan tipe-tipe yang disebut sebagai “sufi akademik” yaitu pribadi yang memiliki dua fakultas dalam dirinya, dzikir dan fikir. (QS Ali Imran :191). (more…)

I’sy KARIMAN AW MUT SYAHIDAN

22 February 2017

I’sy Kariman aw mut syahidan diartikan sebagai hidup mulia atau mati syahid. Pengertian ini mengacu pada tujuan hidup kita berikut tugas kita sebagai khalifah Tuhan dimuka bumi ini. Artinya dengan tujuan hidup kita adalah menyembah padaNya dengan tugas hidup menjaga agama (hasarat al din) dan menjaga dunia (siasat al dun-ya) itu adalah perbuatan-perbuatan mulia. (more…)

SEWOT

26 January 2017

Kata “Sewot” dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya : jengkel, dongkol, marah. Sinonimnya kata itu dengan kata-kata benci, berang, gemas, geram, geregetan, gondok, gusar, meradang dan sebagainya. Implikasi kata tersebut diatas sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari (more…)

TERGANTUNG KITA ?

5 August 2014

images (20)aManusia adalah satu-satunya makhluk Tuhan yang diberikan kebebasan untuk memilih dan berbuat. Memilih menjadi orang beriman dan bertaqwa atau menjadi orang-orang kafir yang kufur itupun tergantung kita? Memilih menjadi orang-orang suka syukur atau suka kufur itupun juga tergantung kita. Tidak hanya itu saja, melainkan dalam urusan akhiratpun ada kebebasan memilih, yaitu memilih jalan ke surga ataukah memilih jalan ke neraka semuanya tergantung kita? Bahkan dalam urusan kemanusiaanpun kita bebas memilih menjadi manusia beradab atau tidak. Yang jelas pilihan-pilihan itu semuanya mempunyai konsekuensi logis yang tidak mungkin kita hindari. Maka dalam rangka menentukan pilihan-pilihan tersebut datanglah Agama membawa petunjuk memberi bimbingan agar manusia dapat memilih yang baik dari buruk dan keluar dari jalan kesesatan menuju petunjuk berupa kebenaran. Sehingga orang yang beragama secara benar itu pasti selalu berada dengan pilihan itu. Demikian pula bila beragama sekedar topeng, maka sangat sulit mendeteksi pilihan itu secara tepat sehingga dari itu mereka pun merasakan akibatnya. (more…)