Home » Artikel » KHOIRU UMMAH SEBAGAI PILAR PERADABAN ISLAM (Satu Telaah Umum)

KHOIRU UMMAH SEBAGAI PILAR PERADABAN ISLAM (Satu Telaah Umum)

Kalimat “Khoiru Ummah” dalam topik kajian diatas tersebut didalam al-qur’an. “Kamu (Umat Islam) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk (karena kamu) menyuruh berbuat yang Ma’ruf dan mencegah yang munkar dan kitab beriman, tentulah lebih baik bagi mereka. Dan diantara meraka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik” (QS Ali Imron 110)

Beberapa ahli Tafsir memaknai “Khoiru Ummah” sebagai berikut:

1. Ibnu Katsir dalam Tafsirnya jilid I : 391 Memaknai “Khairu Ummah” sebagai ummat Muhammad disebutkan : “Khoiru Ummah” Yukhbaru Ta’ala an hazihil Ummatul Muhammadiyah, disebutkan demikian karena mereka adalah sebaik-baik ummat.

–         Disebut Khairu Ummah, karena mereka Ummat Muhammad berbuat kebaikan untuk sesama manusia (Khairunnas Linnas)

–         Kalimat Ummat Muhammad atau pengikut Muhammad mempunyai relevansi dengan QS. Al-Fath: 2. Yang memiliki sifat sikap:

  • Tegas menghadapi orang-orang kafir (QS. Al Kafirun: 1-5)
  • Kasih sayang terhadap sesama mukmin (QS. Al Hujrat : 10)
  • Mencari karunia dan keridhaan-Nya (QS. Al Baqarah :208)
  • Ibadah yang membawa perubahan pada tingkah laku (QS. Al-Ankabut : 45)

2. Syekh Moh. Ali-Sabuni dalam Kitab Tafsir Sofwat al Tafasir jilid I : 203 menyebut “Khoiru Ummah” sebagai ummatun Muhammadun liannakum anfau linnas-umat Muhammad yang terbaik karena kamu memberi manfaat untuk sesama manusia

3. Ibnu Asyur dalam kitab Tafsirnya : Al Tahrir Waaltanwir : Khairu Ummah disebut sebagai: afdhal  al umam-umat yang paling unggul. Tentunya dalam berbagai bidang.

Atau dalam pengertian lainnya : “Koiru Ummah” adalah ummat Muhammad SAW yang memiliki dan mengimplementasikan kesolehan individual dan kesholehan sosial untuk kesemestaan ummat.

 

Adapun formulasi “Khoiru Ummah” yang nantinya membentuk peradaban Islam mempersyaratkan tiga pilar utama untuk membangun peradaban, yaitu : Iman, Amar Ma’ruf dan Nahi munkar untuk Izzual Islam wa almuslimin. Adapun peradaban Islam adalah satu struktur masyarakat yang dibangun dengan nilai-nilai Islam yang mewarnai kehidupan masyarakat tersebut dalam kaitannya dengan menggerakkan seluruh potensi diri secara kolektif menciptakan kemaslahatan ummat-Ridyat al mashalih al ummah. Maka dipastikan “Khoiru Ummah” merupakan satu keniscayaan untuk membangun peradaban Islam. Role model seperti inilah yang dibangun oleh Rasulullah SAW khususnya ketika hijrah di Madinah. Madinah sebelum hijrahnya Rasul lebih dikenal dengan Yastrip, sebuah struktur masyarakat yang dibangun oleh kepala-kepala suku (Aus dan Khajraj) dengan nilai kesukuan yang begitu terkenal dengan “homo homini lupus”, saling memangsa antara satu komunitas kesukuan dengan komunitas suku yang lain. Nabi SAW perlahan tapi pasti membangun peradaban baru di Kota Yastrip dengan menerapkan nilai-nilai Islam pada Shahifah Madinah dan Yastrip berubah menjadi Madinah al Munawwah (Kota yang beradap dengan cahaya Islam) dan masyarakatnya disebut dengan sivilized society (masyarakat yang penuh dengan keadaban).

 

Dalam peraturan dunia global, Muhammadiyah secara organisatoris ikut mempunyai kontribusi membangun peradaban Islam. QS Ali Imran : ayat 104 dan 110 ternyata ayat-ayat yang paling sering disampaikan oleh Ummat Muhammadiyah baik bi’al Lisan, bi’al Kitabah maupun bi’alhal pada khalayak. Bahkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya (Khoiru Ummah) juga menjadi tujuan yang akan dicapai Muhammadiyah dalam gerakannya. Oleh karena berbicara Muhammadiyah dalam peradaban Islam, maka de facto maupun de jure Muhammadiyah telah memainkan perannya membangun “Khoiru Ummah” sebagai pilar peradaban Islam. Tiang pancang “Khoiru Ummah” yang dihujamkan Muhammadiyah secara signifikan turut serta membangun peradaban Islam, baik dalam skala lokal, regional maupun global. Karena cita-cita Muhammadiyah selain mendakwakan Islam sebagai rahmata li alamin juga ingin mewujudkan “Baldah al Thayyibah warabbun qhafur. (Baca muqaddimah AD Muhammadiyah dan AD muhammadiyah bab III pasal 6).

 

Diberikan Pada Kajian Ramadhan tanggal 26 Mei 2019 PDM Kabupaten Malang dan PDM Pasuruan

Artikel

No Comments to “KHOIRU UMMAH SEBAGAI PILAR PERADABAN ISLAM (Satu Telaah Umum)”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*