Home » Artikel » DEVIDE ET IMPERA

DEVIDE ET IMPERA

9 February 2017

Devide et impera adalah strategi politik yang dimainkan / diberlakukan oleh para penjajah pada bangsa jajahan mereka. Dengan bahasa lain devide et impera ini adalah politik adu domba alias memecah belah dengan menggunakan tangan orang lain untuk kepentingan mereka para penjajah. Cara licik ini ternyata menghasilkan keadaan masyarakat dimana satu sama lainnya saling bermusuhan secara permanen.

Belanda dengan politik ini berhasil mengacak rakyat indonesia dalam kepingan masyarakat saling curiga dan saling memfitnah. Alhasil sesudah merdeka, ternyata strategi ini menyisakan bekas-bekasnya pada perpolitikan, bahkan dalam keberagaman kita.

Upaya membangun kesatuan ummat (wihdat al-ummah) pada zaman ini bukan pekerjaan yang mudah, bahkan ditengarai sangat sulit mewujudkannya. Persoalan kemudiannya sepertinya  kita bersatu padahal bercerai-berai. Sepertinnya terlihat rukun padahal sedang bermusuhan, sepertinya bersenyum ketika berhadapan, pada hati mereka menyimpan dendam yang membara . Inilah yang dikatakan oleh Allah  : Tahsabuhum jamii’an waqulubuhum syatta “kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah-belah (QS.Al-hasyr : 14)

Kita tidak boleh memandang remeh persoalan tersebut, karena bukan mustahil suatu saat nanti akan meletus dalam bahaya kemanusiaan yang mengerikan. Atau sekurang-kurangnya melemahkan kekuatan persatuan dalam kebersamaan kita. Sehingga kita hendak membangun proyek-proyek kemanusiaan dan keagamaan akan sperti kata orang : “sebahagian membangun, sebahagian lain ikut merusak, lalu kapan bangunan itu bisa terwujud jawabnya : Kapan-kapan.

Merupakan mukjizat bahwa masyarakat kita yang berkeping-keping sperti ini bisa berhasil mewujudkan cita-cita mereka hampir pada semua lini kehidupan. Lantas kekuatan apa yang ada dibalik itu? Sudah tentu kekuatan aqidah (iman) yang ada dibaliknya. Karena dengan kekuatan ini lalu timbul jihad membangun kehidupan yang sukses. Maka ada benarnya kata seorang ulama Syauqi Bey : innal hayaata aqiidatun wajihaadun “sesungguhnya hidup itu adalah aqidah dan jihad. Aqidah (iman) membangun militasi berjihad dan hanya dengan jihad orang akan mendapatkan apa yang dicapainya : perhatikan firman Allah :”Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan ) kami, benar-benar kami akan tunjukan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesunguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik (QS. Al-Ankabut : 69). Jadi kekuatan jihad inilah yang membuat seseorang sukses dalam bidang kariernya. Tanpa itu maka tercerai-berai bidang karier seseorang. Ini artinya politik devide et impera tidak bisa membuyarkan semangat jihad pada orang-orang beriman untuk membangun nasibnya sendiri-sendiri. Dengan demikian iman dan jihad itu merupakan satu-satunya kekuatan penggerak yang tiada bandingannya untuk membangun diri dan masyarakat. Meskipun demikian keadaan masyarakat yang sedang tercabik-cabik ini tidak boleh kita biarkan berlalu terus tanpa upaya penyatuan kembali. Karena pasti menjadi api dalam sekam yang suatu saat nanti akan meletus dan membakar semua yang ada dalam masyarakat. Oleh karenanya, kita harus sadar bahwa politik devide et impera itu adalah politik busuk dan biadab yang hanya melahirkan tragedi kemanusiaan semesta. Semoga kita tetap dan selalu persatuan dalam kebersamaan dan tidak mau diadu domba oleh siapapun.

 

 

Artikel , , , , , ,

No Comments to “DEVIDE ET IMPERA”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*