Home » Artikel » SEWOT

SEWOT

26 January 2017

Kata “Sewot” dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya : jengkel, dongkol, marah. Sinonimnya kata itu dengan kata-kata benci, berang, gemas, geram, geregetan, gondok, gusar, meradang dan sebagainya. Implikasi kata tersebut diatas sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari baik dalam urusan pribadi apalagi pada urusan sosial.

Kita sepertinya dibuat mabuk dengan kata itu lalu prilaku pun ikut terpengaruh yaitu membuat dan melaksanakan jurus-jurus mabuk sebagai respon baliknya. Pertanyaannya mengapa kita sewot? Jawabannya adalah: kita tidak senang prilaku yang dipertontonkan publik.  Jadi kita sewot itu akibat ulah dari orang lain. Satu saat nanti orang lain juga sewot dengan ulah kita. Memang sewot dengan teman-teman itu adalah manusiawi, tetapi bisa menimbulkan persoalan-persoalan baru yang tidak manusiawi. Kasus-kasus kejahatan/kriminal itu merupakan salah satu bentuk respon yang tidak manusia dari kita yang suka sewot itu. Oleh karenanya jangan terlalu membiasakan diri untuk sewot pada orang lain. Bersabarlah dalam menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan. Siapa tahu dibalik itu ada hikmah dan pelajarannya untuk kita.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat perilaku publik yang tidak proporsional. Maksudnya, kalau orang menghina agamanya, menistakan kitab suci atau Nabinya itu, biasa-biasa saja alias tidak sewot, padahal seharusnya sewot. Tetapi pribadi kita ditremehkan orang lain, maka sewot dalam over dosis sering menjadi alat pembenarnya. Sungguh hal tersebut merupakan satu ironi buat kita, karena tidak pernah jujur menilai diri sendiri. Kalau kita mau jujur, maka upaya menghitung diri (muhasabah) itulah jalan yang paling tepat kita lakukan maka, bukan mustahil orang meremehkan kita itu karena mungkin kita juga pernah meremehkan orang lain, orang membuat kita jengkel itu karena mungkin kita juga pernah menjengkelkan orang lain. Makanya menjadi sangat signifikan kata pepatah “kuman diseberang lautan tampak gajah di pelupuk mata tiada tampak”. Pepatah ini mengajarkan kita untuk lebih melihat kedalam daripada keluar untuk urusan tersebut. Sehingga boleh jadi kita jengkel itu karena kita pernah menjengkelkan orang, kita sewot itu karena kita pernah membuat orang lain sewot, begitu seterusnya. Hal tersebut ini menjadi sangat penting karena sering terlewatkan oleh kita dalam kehidupan se-hari-hari. Sehingga terkesan bahwa kita seperti sok suci sendiri yang pada akhirnya lebih suka menyalahkan orang lain daripada diri sendiri.

Adalah musibah besar ketika pikiran (mindset) kita hanya melihat kesalahan orang lain tanpa melihat kesalahan sendiri. Disebut musibah besar karena akan menimbulkan kesombongan yang luas biasa (arogan), merasa paling benar dan paling berkuasa. Akhir dari perasaan tersebut adalah kita menjadi otoriter diktator, bahkan lebih kejam daripada binatang buas. Untuk itu marilah hayati dan amalkan firman Allah: “Dan sesungguhnya kami jadikan untuk isi neraka jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak bahkan mereka lebih sesat lagi, mereka itulah orang-orang yang lalai (QS. Al-A’raf : 179). Ayat tersebut sangat jelas untuk kita baca menghayati dan mengamalkannya supaya bisa memperoleh keselamatan dalam kehidupan kita. Semoga kita bisa.

Artikel , , , , , , , , ,

No Comments to “SEWOT”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*