Home » Uncategorized » UJIAN ITU NIKMAT

UJIAN ITU NIKMAT

Kita tidak perlu atau jangan pernah bermimpi bahwa hidup itu tanpa ujian. Artinya ujian dalam kehidupan manusia merupakan keniscayaan untuk mengukur sejauh mana kualitas keimanan kita. Semakin tinggi tingkat kesabaran dan mengambil hikmah dalam ujian untuk merekonstruk siri yang lebih baik itulah kualitas iman yang bagus. Demikian pula sebaliknya. Bahkan di dalam al-Qur’an Allah SWT tegas mengatakan dengan ujian itu Allah ingin tahu siapa diantara kita yang paling baik amal shalihnya (Q.S Al-Mulk : 2) jadi betapa indahnya ujian itu untuk manusia kendatipun banyak yang berharap untuk manusia kendatipun banyak yang berharap untuk tidak mendapatkannya.

Ujian itu nikmat, karena itu perlu di syukuri, sebaliknya nikmat itu juga sebagai ujian karena itu perlu juga diwaspadai seraya bersyukur. Banyak koruptor sadar, bahkan menjadi manusia setengah malaikat karena telah menemukan tempat bertaubat dalam penjara. Demikian pula para preman bisa jadi kiyai karena sadar sesudah dihukum, termasuk para pemakai dan pengedar narkotika dan ganja.

Subhanallah, ternyata ujian membawa nikmat, bagi pelakunya yang semula bergelimang dalam kesesatan terangkat menjadi orang-orang shalih. Karenanya mengutuk diri dan menghina pemberi ujian adalah satu keburukan yang harus dihindari. Caranya adalah menerima dengan lapang dada dan berpikir positif bahwa dibalik itu semua ada pelajaran dan hikmahnya.

Merasakan ujian sebagai nikmat memang menyangkut persoalan hati, bukan persoalan nalar. Oleh karena kita perlu mempertebal sikap tawakkal dan kesabaran untuk kelak menerima semua kondisi yang telah terjadi itu. Dengan demikian maka kita bisa menempatkan diri dalam merespon masalah tersebut berikut menemukan solusinya. Inilah yang disebut ayyumkum ahsanu a’mala (siapa diantara kalian yang paling baik amalnya) Ini juga berarti kita telah lulus dalam ujian dengan mencapai predikat memuaskan baik untuk diri sendiri maupun terhadap sesama. Hal tersebut langsung, maupun tidak langsung kita sudah tergolong  orang-orang yang bersyukur  (Syakirin) dan juga sebagai orang yang bertakwa (Muttaqin).

Memang ini tidak mudah, tetapi harus diupayakan untuk mendapatkannya, karena disinilah letaknya kebahagiaan  kita. Tanpa itu, maka kita pasti tergolong orang-orang yang merugi (khasirin), nau’duzubillah. Agar kita tetap merasakan ujian itu nikmat maka prinsip yang harus ditanamkan dalam diri adalah “Nikmat di syukuri dan Ujian dinikmati”.  Prinsip ini mempunyai energy positif yang teramat dahsyat untuk menemukan kebahagiaan hidup. Persoalannya adalah mau atau tidak melakukannya dalam kehidupan kita. Hemat saya, kita harus mau untuk melakukan itu karena menyangkut kebaikan masa depan di dunia dan juga di akhirat kelak. Sehingga mencintai yang baik merupakan pintu awal meraih kebahagiaan, demikian pula membenci, apabila menghinanya itu sebagai pintu awal menuju kesesatan, dan itu seharusnya dijauhi. Kalau sudah demikian, maka kita patut menyampaikan rasa hormat dan mengucapkan “selamat berbahagia” pada orang-orang yang merasakan ujian sebagai nikmat.

Uncategorized

No Comments to “UJIAN ITU NIKMAT”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*