Home » Uncategorized » A’MAL SHALIH

A’MAL SHALIH

Istilah a’mal shalih ini dari bahasa Arab (Al-Qur’an) yang arti sederhananya adalah “berbuat baik”. Dalam faham saya, istilah ini untuk kehidupan kita sehari-hari maknanya tidak sesederhana itu, tetapi sungguh sangat luas pengertiannya dan implementasinya. Hemat saya istilah a’mal shalih itu artinya “berbuat baik dan membagi kebaikan pada alam semesta bersama isinya. Pada tataran makro ini, semua makhluk didunia ini berbuat baik dan membagi kebaikan pada sesamanya merupakan satu keniscayaan (kewajiban). Maka, pohon-pohon telah berbuat kebaikan dalam bentuk menjaga dirinya untuk hidup dan berkembang secara baik lalu membagi kebaikan pada manusia berupa O2 (Oksigen) lalu disitulah manusia bisa hidup dan beraktivitas, bahkan berinteraksi dan interkoneksi pada sesamanya dalam skala mikro maupun makro. Demikian juga hewan-hewan terutama hewan yang dihalalkan untuk konsumsi mereka telah menjaga diri dan berkembang biak secara baik kemudian membagi protein hewani kepada manusia untuk mempertahankan hidupnya. Baru dari dua makhluk ini (fauna dan flora) saja bisa bayangkan betapa dahsyat daya manfaat mereka untuk kehidupan kita. Bayangkan saja tanpa O2 dan protein hewani, maka jadi seperti apa kehidupan kita ini. Tetapi pernahkah kita berpikir bagaimana menjaga kelestarian hidup mereka yang ujung-ujungnya untuk kita juga ???

Belum lagi makhluk yang lain di alam semesta ini yang keberadaan mereka tidak lain , kecuali hanya memberi manfaat sebesar-besarnya pada manusia. Bahkan kalau kita mau jujur sesungguhnya hidup manusia itu sangat bergantung oleh kekuatan-kekuatan diluar dirinya, yaitu potensi-potensi makhluk di alam semesta inilah yang memberi dan mendukung kehidupannya. Tanpa mereka itu sangat mungkin kita tidak akan mencapai hidup layak, bahkan bukan mustahil akan terjadi kepunahan. Atau dengan bahasa lain makhluk di alam semesta ini telah banyak membagi kebaikan atau member nikmat untuk kehidupan kita. Sehingga bisa dipahami mengapa Allah SWT di dalam Al-Qur’an mempertanyakan sampai 32x tentang nikmat Tuhan yang mana lagi yang kita dustakan ? (fabi ayyii ala I robbikuma tukazziban), jadi kalau dihitung secara jujur, sampai dengan saat ini lebih banyak manusia yang kufur nikmat alias tidak menggunakan nikmat secara benar, alias tidak berbuat baik dan membagi kebaikan. Sedangkan yang berbuat baik dan membagi kebaikan yaitu mereka yaitu mereka yang mendapatkan nikmat dan menggunakannya secara benar hanya sedikit sekali atau dalam bahasa Al-Qur’an disebut dengan “waqalikum min I’badiyassyakur (hanya sedikit sekali dari hambaku yang bersyukur, Qs:Saba:13).

Kita masih diberi kesempatan untuk hidup dan dibekali dengan potensi fisik dan psyckis untuk membuat lebih banyak bersyukur ketimbang kufur. Persoalannya adalah kita mau beramal shalih dalam makna yang lebih makro atau tidak. Hemat saya kita harus bisa melaksanakan itu, karena apapun perbuatan yang dilakukan tidak pernah lepas dari pertanggungan jawab terutama di hadapan Yang Maha Kuasa. Disaat itulah kita menerima putusan untuk mendapatkan bahagia atau celaka. Maka berbahagialah orang-orang yang beramal shalih tak bertepi dan alangkah meruginya orang-orang tidak mau beramal shalih.

Uncategorized

No Comments to “A’MAL SHALIH”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*