Home » Uncategorized » MUSRIFIN

MUSRIFIN

Musrifin artinya orang-orang yang boros / mubazir. Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kita menjumpai orang-orang seperti ini (musrifin). Entah karena dia bingung menghabiskan apa yang menjadi miliknya atau ingin tampil berbeda. Perilaku boros dalam dunia rupanya sudah menjadi tren baru pada masyarakat global. Musrifin termasuk salah satu prilaku manusia yang dibenci oleh agama. Bahkan prilaku ini tergolong mubazir yang oleh Al-qur’an disebut sebagai teman-temannya syaitan “Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang tang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros sesungguhnya para pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu sangatlah ingkar kepada Tuhannya (QS. Al-Isra’:26-27). Mari kita simak secar mendalam tentang pesan moral dan petunjuk dari ayat tersebut. Tidak tanggung-tanggung bahwa pelaku pemborosan itu dikategorikan sebagai saudara-saudara syaitan. Itu satu hal yang sangat mengerikan dan merugikan kita kalau tidak segera melepaskan diri sebagai pemboros dalam kehidupan ini. Artinya kita akan merugi selamanya kalau terus menjadi pemboros. Karena ketika menjadi pemboros, ada pihak-pihak lain yang dirugikan dengan tidak terpenuhinya hak-hak mereka secara normal, atau dengan bahasa lainnya ada para pihak yang terzalimi karena perilaku kita sebagai pemboros. Dan itulah salah satu sebab mengapa pemborosan itu dilarang oleh Allah SWT. Tidak hanya itu, Agama kita memang melarang sifat kikir, bakhil alias pelit dan memerintahkan untuk bersedekah, karenanya daripada boros, lebih baik untuk membagi kebaikan berupa infak/sedekah. Itu jauh lebih bermanfaat ketimbang boros yang merugikan para pemiliknya (pemboros) sehingga perintah berhemat itu harus difahami sebagai upaya memanfaatkan harta benda sesuai dengan kebutuhannya dan pada tempatnya. Maka boros bagi pemboros tidak perlu terjadi didalam kehidupan kita karena semua di manfaatkan secar tepat/benar.
Dalam kenyataan hidup sehari-hari pemborosan terjadi dimana-mana dan nyaris menyentuh semua aspek kehidupan kita. Padahal yang demikian ini sangat dibenci agama. Mengingat hal tersebut dalam banyak hal merugikan kita sehingga memahami pemborosan sebagai perbuatan yang tidak terpuji dan perlu dijauhkan menjadi sangat penting, karena kalau tidak, pemborosan itu bisa menjadi watak/prilaku kita yang didalamnya terdapat kezaliman pada kita dan sesama. Sebagai orang beragama, apapun agama kita pemborosan/pemboros harus tidak menjadi bagian dengan kehidupan kita. Dengan demikian perlahan tapi pasti kita bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk diri dan sesama. Ini berarti kita telah memperkecil kemungkinan sifat-sifat zalim dan menzalimi, dan selanjutnya menumbuh kembangkan sifat-sifat maslahah (kebaikan). Semoga !

Uncategorized

No Comments to “MUSRIFIN”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*