Home » Uncategorized » INVISIBLE HAND

INVISIBLE HAND

Invisible hand artinya “tangan-tangan tak terlihat”. Dalam perspektif Teologis kita meyakini adanya tangan-tangan (kekuasaan) Allah tidak terlihat tetapi ada dalam kenyataan hidup kita. Dari prespektif Sosiologis pun demikian dahsyatnya campur tangan dan kekuatan-kekuatan yang tak terlihat dalam kehidupan kita yang berasal dari masyarakat/manusia.

Dalam kehidupan kita invisible hand ini tidak pernah terpisah dengan dengan penentuan nasib dan usaha kita. Tinggal sejauh mana kita memahami dan meyakini hal tersebut dalam urusan kehidupan ini. Semakin tinggi tingkat kesadaran kita tentang adanya invisible hand ini, maka semakin cermat memperhitungkan apa dan bagaimana yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan. Karena semuanya ini tidak lepas dari  campur tangan dari tangan-tangan yang tidak terlihat. Sehingga hasilnya bisa baik-baik atau bisa juga sebaliknya. Demikian pula semakin rendah tingkat kesadaran kita pada invisible hand, maka semakin rendah pula tingkat kecermatan untuk memperthitungkan segala yang diperbuat. Dampaknya adalah kita sedang mempertingi tempat jatuh. Persoalan-persoalan seperti inilah sering membuat kita tidak nyaman bahkan bukan mustahil akan mencelakakan diri kita sendiri.

Bagi kita umat beragama meyakini bahwa campur tangan Yang Maha Kuasa dalam kehidupan adalah satu keniscayaan yang tidak terbantahkan. Atau dalam pengertian lain kita percaya pada takdir ilahi yang menentukan kepastian hidup dan usaha manusia. Itulah sebabnya mengapa agama mengharuskan selain berusaha juga berdo’a. Pada tataran ini terminologi “iman” harus menjadi satu paket dengan terminologi “amal shalih”. Karena menyatunya paket kedua terminologi ini menjadi instrumen penting memperoleh invisible hand yang hasanat (kebaikan) dan terhidar dari munkarat (keburukan). Jadi beragama sesungguhnya mengimplementasikan keyakinan dalam tataran praksis yang bernam amal sholih (karya yang baik / kerja kebaikan) dalam kehidupan untuk sesama. Dengan demikaian maka campur tangan yang tak terlihat yang datang dari manusia secara otomatis akan tertolak adanya kendatipun tidak semuanya. Invisible hand harus difahami sebagai sesuatu yang lumrah dan pasti terjadi dalam kehidupan kita. Hanya bagaimana mengelolanya itu menjadi hal yang sangat penting. Karenanya sesuatu yang pahit belum tentu tidak baik, dan sesuatu yang manis juga belum pasti baik. Semuanya bergantung kita menegelola dan menyadarinya. Perhatikanlah firman Allah : “(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri (QS : Al-Hadid : 23). Ayat ini merupak petunjuk untuk kita didalam mengelola diri atas apa yang terjadi dalm kehidupan ini. Artinya bersabarlah dan bersyukurlah menerima musibah karena didalamnya terdapat berbagai hikmah untuk kebaikan bagi kita. Demikian pula bersyukur dan bersabarlah dalam memperoleh nikmat karena boleh jadi bisa mencelakakan diri kita. Semoga !

 

Uncategorized

No Comments to “INVISIBLE HAND”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*