Home » Uncategorized » WHAT FOR

WHAT FOR

What for artinya “untuk apa”. Dua kata sederhana tetapi mengandung makna yang mendalam (filsafati). Disebut demikian karena karena tidak ingin menjadi manusia konyol didalam kehidupan ini kalau segala pemberian kita dan kebaikan tidak memiliki tujuan yang jelas. Artinya apapun yang kita lakukan dalam arti kebaikan sekecil apapun harus mempunyai tujuan yang jelas dan pada tempat yang benar. Tanpa itu sepertinya kita sedang menggali lubang untuk kita sendiri. Oleh karenanya makna filsafati dari “what for” harus menjadi inspirasi sekaligus sebagai petunjuk teknis untuk semua perilaku dan perbuatan kita.

Adapun tentang what for ini sangat relevan dengan satu hadist Rasul SAW yang terjemahan bebasnya demikian :”Belum hilang telapak kaki seorang anak adam sehingga kepadanya ditanyakan empat masalah, tentang umur, untuk apa dihabiskan, tentang kesehatan tubuh untuk apa dipergunakan, tentang Ilmu untuk apa diamalkan, tentang harta dari mana memeperoleh dan kemana dibelanjakan”(al-hadis). Terhadap empat masalah sebagaimana dalam hadis tersebut maka “what for” menjadi inspirasi sekaligus petunjuk untuk menjawab keempat masalah tersebut. Maka tentang umur untuk apa kita habiskan, jawabnya menghabiskan umur untuk berbuat kebajikan. Mengapa ini menjadi sangatpenting ? Karena de jure maupun de facto masih banyak menghabiskan umurnya untuk hal-hal yang merugikan seperti bergelimang dalam dosa dan kemaksiatan. Tentang jasad kita untuk apa dipergunakan , maka jawabanya untuk menolong diri, keluarga dan sesama untuk merasakan kebaikan. Tetapi, masih banyak orang yang dengan tubuhnya begitu kekar, kuat dipakai untuk menganiaya bahkan melakukan berbagai perbuatan kezaliman seperti mencuri, membunuh dan lain sebagainya. Adapun tentang ilmu untuk apa diamalkan, maka jawabanya mengamalkan ilmu untuk kebaikan. Terhadap yang satu ini kita perlu berfikir jernih bahwa dengan akal dan petunjuk agama maksud Yang Maha Kuasa memberikan Ilmu itu untuk keTuhanan dalam wilayah spiritual dan kemanusiaan pada wilayah social. Artinya lagi-lagi ilmu itu semata-mata pemanfataanya untuk kebaikan. Namun demikian kenyataanya masih memprihatinkan kita. Bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi masih juga digunakan mendegradasi keTuhanan (mengingkari adanya Tuhan) dan kemanusiaan global berupa penghancuran terhadap sesama seperti perang global, pembunuhan masal dan lain sebagainya. Adapun tentang harta darimana kita memperoleh dan kemana atau untuk apa membelanjakannya. Maka jawabannya kita harus memperoleh harta dengan cara-cara yang benar dan membelanjakan pula pada jalan yang benar seperti zakat, infaq, shadaqh dan lain-lain. Kalau ini bisa kita lakukan, maka tidak akan ada korupsi, manipulasi mark up dan usaha-usaha illegal lainnya untuk memperoleh harta. Tetapi de facto sangat memprihatinkan kita, hampir dimana terjadi orang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan harta haram itu.dan lebih memprihatinkan kita lagi adalah dengan harta tersebut digunakan untuk membiyai proyek-proyek maksiat untuk mendapat tambahan harta haram.

Ini ironis sekali karena dalam banyak hal perbuatan tersebut menzalimi sesama. Pernyataan berikutnya adalah belumkah tiba waktunya kita sadar dari perbuatan tersebut sementara umur terus berkurang ? Maka jawabanya what for yang kita lakukan menjadi sangat penting agar tidak terlibat dalam jaringan setan yang terkutuk. Atau dengan pengertian lain bahwa kita berbuat hanya untuk kebaikan dan tidak untuk dosa dan maksiat. Dengan demikian umur, ilmu, kesehatan dan harta menjadi berkah buat kita selaku pemilik sementaranya dari itu semua. Oleh karenanya jangan pernah melupakan what for dalam setiap tindakan atau perbuatan kita. Karena hanya inilah yang dapat membimbing sekaligus mengedukasi kiat untuk selalu berada pada tempat benar dengan perbuatanyang benar pula. Semoga !

Uncategorized

No Comments to “WHAT FOR”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*