Home » Uncategorized » TIGA MUSUH GLOBAL

TIGA MUSUH GLOBAL

Hubungan antara sesama Negara di dunia ini merupakan satu keniscayaan dan diperlukan untuk memejukan Negara-negara yang sedang berkembang (under develop countries). Setiap apapun koneksitas bernegara mempunyai dampak ganda, yaitu positif dan negatif. Sejalan dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dunia sudah tidak mempunyai sekat lagi. Bahkan karena dekatnya dunia telah berubah menjadi desa sejagat (global village). Kita memang menikmati sejumlah kemajuan, tetapi sekaligus merasakan penderitaan global yang kalau hal tersebut tidak diantisipasi, maka bukan mustahil akan mendatangkan malapetaka global. Itulah tiga musuh global yang harus di antisipasi keberadaannya. Ketiga musuh global tersebut adalah kapitalisme global, hedonisme global dan liberalisme global. Kapitalisme global membangun kekuasaan diatas kekuasaan dengan modal uang. Mereka ini bisa membeli dan menguasai Negara dengan politik uangnya (money politics). Contoh yang paling mencolok didepan mata kita adalah soal politik kekuasaan dalam pilkades, pilkada, pilgub, pilpres dan pil-pil yang lainnya. Hanya mereka yang mempunyai mesin pencetak uang sajalah menduduki kekuasaan politik tersebut. Belum lagi dalam bidang ekonomi, penguasaan lahan di laut apalagi didarat semuanya milik para yang berduit. Masyarakat yang dulu pemilik lahan, sekarang berubah menjadi buruh tani diatas lahannya sendiri karena sudah di kuasai oleh pemilik modal. Masyarakat dalam bidang ini sepertinya dibuat hidup enggan mati tak mau, atau hidup tidak, mati pun tidak. Kasus-kasus seperti reklamasi, penjualan aset –asset penting Negara pada orang berduit semakin memperparah kehidupan masyarakat. Demikian juga musuh global kedua yaitu hedonisme global. Hedonisme global ini membangun dan membuat kesenangan tanpa batas asal mengikuti syahwat jeleknya. Dan kesenangan dalam hedonisme global ini diarahkan untuk semata memenuhi kepuasan pribadi untuk kesenangan semu dan sesaat. Maka porno aksi, korupsi, narkoba dan para sahabatnya itu telah menjadi role model kebanyakan orang dalam dunia global. Nilai-nilai agama dan moral bukan menjadi tuntutan, tetapi hanya sekedar tontonan belaka, itulah musuh global yang bernama hedonisme global yang harus diwaspadai : Adapun musuh global yang ketiga adalah liberalisme global. Liberalisme ini membangun pemikiran bebas tanpa batas walaupun menabrak rambu-rambu agama sekaligus. Lihat statement mereka yang bebas yang keluar dari koridor agama contoh mikro soal haji, seperti pernah dilontarkan oleh pemikir-pemikir muslim liberal : bahwa untuk menghindari waitinglist atau daftar tunggu haji, berhaji tidak harus pada bulan – bulan haji, diluar dari itupun boleh, agama adalah urusan pribadi dan lain-lainnya. Corak pemikiran liberal ini memang sengaja dibangun oleh mereka yang menginginkan kebebasan berfikir tanpa batas. Dan sasaran bidik mereka adalah  membebaskan manusia dari pemikiran yang sesuai dengan koridor agama. Dengan demikian maka bisa menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan seperti pemikiran yang dibangun Karl Marx. Ada baiknya kalau kita bisa memahami pesan moral dalam Al-Qur’an “Dan diantara manusia, ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikan pada Allah (atas kebenaran) isi hatinya pada dia adalah penentang yang paling keras (QS. Al-Baqarah : 204).

Ketiga musuh global tersebut diatas memang awal mulanya dari kampanye tentang faham-faham tersebut kemudian terkristal menjadi sebuah gerakan global, dan pada umumnya kampanye berasal dari orang-orang yang mengemaskan faham tersebut dengan statement seperti menarik hati kita, kita dibuatnya terpukau, bahkan tertarik dengan ide atau faham mereka. Padahal mereka orang paling menentang terhadap kebenaran. Maka tugas kita adalah mewaspadai ketiga musush global tersebut agar kita tidak menjadi bagian dari mereka. Semoga !

Uncategorized , , , , ,

No Comments to “TIGA MUSUH GLOBAL”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*