Home » Uncategorized » PENANTIAN!

PENANTIAN!

Penantian adalah harapan dan cita-cita serius dari seorang untuk mendapatkan apa yang diharapkan / dicita-citakan. Tentu banyak hal hal yang diharapkan / dicita-citakan, tetapi yang pasti adalah hanya satu, yaitu bahagia dunia dan akhirat. Sungguhpun jalan menuju yang satu ini berliku-liku, terkadang datar dan lurus, tapi tidak jarang juga melalui jalan mendaki dan curam. Mungkin dalam mencapainya itu ada yang sampai kegaris finish dengan “Khusnul khatimah”, tetapi ada juga yang berbalik murtad dengan Su’ul Khatimah.

Penantian memang melelahkan, tetapi juga nikmat bagi yang bertaqwa dan Istiqamah menjaganya. Ini sepertinya ideal sekali, tetapi itu kenyataan yang harus diterima adanya. Oleh karenanya tidak sedikit manusia yang lepas kendali dari permainan dunia yang melelahkan itu. Yang pasti adalah hanya hamba-hamba Allah yang shalih sajalah merasakan permainan itu sebagai satu kenikmatan yang membahagiakan. Logika yang berbandimg lurus dengan itu adalah seperti kata orang: kita baru merasakan betapa mahalnya nikmat sehat sesudah sakit, kita baru merasakan manisnya kalau sudah merasakan pahitnya sesuatu dan seterusnya. Begitulah kenyataannya yang selalu dan terus kita rasakan dalam kehidupan ini.

Penantian memang melelahkan dan merugikan bagi mereka yang diperbudak oleh  kesenangan dunia. Tetapi penantian juga sangat nikmat dan membahagiakan bagi siapa yang amanah menjalani hidupnya sesuai dengan ajaran agama. Bagi mereka yang seperti ini dunia adalah ladang beramal shalih menta’ati datangnya pembalasan yang membahagiakan.

Jadi penantian dalam perjalanan itu sangat bergantung pada kita pribadi masing-masing. Yang jelas setiap pilihan ada harganya berupa reward dan punishmet (penghargaan dan sangsi). Bagi kita , penantian adalah kesempatan untuk memperbanyak amal shalih untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Itulah satu-satunya harapan dan cita-cita penantian yang benar (shahih) itulah pilihan kita. Kendatipun kita tidak bisa mencegah orang lain atas pilihannya sendiri, sekurang-kurangnya kita mendoakan mereka agar kembali kejalan yang benar. Karena pada hakekat mereka juga ingin bahagia seperti kita juga. Disinilah do’a dalam Al-qur’an dan Al-Hadist lebih banyak menggunakan kata penggati (dhamir) kita atau (na) seperti Rabbana atina … fiddunya hasanah … waqina azabannar …, Rabbana hablana … min azwajinawamin zurriatina … Rabbana walakal hamdu da seterusnya. Do’a-do’a seperti ini menyiratkan rasa kemanusiaan kita pada sesama agar memeperoleh harapan yang sama seperti kita dalam masa penantian.

Hari datangnya penantian itu sampai dengan saat ini tidak ada yang tahu kapan tibanya. Yang jelas dia pasti datang setiap saat tanpa ada yang mengetahuinya. Oleh karenanya menghadapi hal tersebut mari kita gelar sajadah panjang pengabdian kita yang diujung sini tertulis “beriman, beramal shalihlah kamu sekalian dan diujung sana tertulis Khusnul Khatimah” mengakhiri masa penantian. Hanya itu yang bisa kami lakukan dan hanya ini saja yang kita mampu karena tidak terlalu banyak biaya yang membebani kita. Semoga !   

Uncategorized

No Comments to “PENANTIAN!”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*