Home » Uncategorized » TA’AWUN

TA’AWUN

19 February 2016

Kata Ta’awun sudah dikenal oleh masyarakat bahkan sudah bahkan sudah menjadi salah satu dari Khasanah penuturan. Arti asalnya dari kata ini adalah “tolong menolong”. Dalam batasan ini, tolong menolong hanya diperbolehkan / diperintah untuk kebaikan saja, dan dilarang dalam dosa dan permusuhan (QS. Al-maidah : 2).

Sebenarnya kalau mentaati perintah implementasi dari ayat tersebut maka yang timbul kemudian adalah kebaikan dalam arti yang seluas-luasnya. Dan hal seperti itu menjadi harapan kita semuanya. Akan tetapi, baik de facto atau de jure sulit terbantahkan apa yang sudah, sedang dan akan terjadi. Yaitu terjadi penyalahgunaan kata ta’awun dalam hal dosa dan permusuhan. Mari kita pada satu sisi yang sederhana dalam pembelanjaan misalnya. Ada kolaborasi antara pihak pembeli dan penjual untuk markup harga jual yang sangat sensasiaonal. Tidak hanya itu, pemberian kwitansi kosong dengan stempel toko ataupun institusi pun terjadi dengan maraknya. Akhirnya di pahami sebagaian kalangan sebagai hal yang biasa-biasa saja, padahal itu sudah luar binasa. Disebut demikian karena sudah menzalimi para pihak yang melakukan transaksi itu. Inilah musibah besar yang sedang menimpa kita dizaman modern ini, atau dengan bahasa lain :”mencapai tujuan dengan menghalalkan degala cara” sudah menjadi hal biasa. Sepintas terlihat seperti tidak apa-apa, tetapi kalau dirasakan betul sebagai orang beragama, apapun agama kita, sesungguhnya kita sedang menzalimi diri sendiri dan orang lain.

Praktek-praktek sebagaimana contoh diatas bukan hanya pada hal-hal tertentu, katakanlah pada bidang ekonomi saja. Malah mewabah pada seluruh lini dalam aktifitas kehidupan kita sehari-hari. Karenanya tidak terlalu salah kata sebahagian orang bahwa dunia yang kita huni atau negeri yang kita tempati lebih dekat jaraknya ke neraka daripada ke surga. De factonya orang di zaman ini bukan saja membeli / membayar pahala, tetapi juga memebeli / memebayar apa segala yang dosa. De jurenya sebagian legislasi kita juga membenarkan / mendukung barang-barang dosa / maksiat. Akibatnya masyarakat  kita sekarang seperti maju kena, mundur kena, ini salah, itu salah , semuanya serba salah dan lain sebagainya. Kenapa ? Iya karena beragama hanya sekedar nama (simbolik), kitab-kitab suci agama seharusnya menjadi petunjuk, tetapi kenyataannya sekedar tontonan dan perlombaan belaka. Bahkan yang paling mengerikan lagi pengikut yang suka dengan dosa dan permusuhan itu bertambah terus baik kwantitas, maupun kwalitas. Fakta-fakta tersebut inilah nyaris menjadi tontonan kita sehari-hari, lalu bagaimana dengan kita, anak istri kita, keluarga kita. Terhadap hal ini, lagi-lagi ada petunjuk Allah didlam Al-Qur’an yaitu perintah menjaga diri dan keluarga dari siksa api neraka (QS: Al-Tahrim : 6). Selain itu juga kita terus beramar ma’ruf (perintah yang baik) dan Nahi munkar (mencegah yang jelek) dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan demikian maka kehidupan kita akan menjadi lebih bermakna mikro maupun makro. Oleh karenanya implementasi secara benar dari kata Ta’awun itu menjadi satu keniscayaan buat kita semuanya dalam arti menjadi hidup ini lebih memberikan kebaikan / kemanfaatn untuk diri, keluarga maupun sesama. Semoga !

Uncategorized

No Comments to “TA’AWUN”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*