Home » Uncategorized » KLARIFIKASI

KLARIFIKASI

25 February 2016

Fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan “Al-fitnatu asyatddu minal qotli” (QS : Al-Baqoroh :191). Begitulah Allah SWT memperingatkan kita tentang bahaya fitnah. Disebut lebih kejam daripada pembunuhan karena didalam fitnah tersebut ada pembunuhan karakter (Character assasssination) alias merusak martabat kepribadian, bahkan juga menghancurkan masa depan seseorang. Hal tersebut juga disadari oleh Negara sehingga ada legislasi yang mengatur sangsi atas pencemaran nama baik seseorang seperti diatur dalam KUHP, Bab XVI tentang penghinaan pada pasal 310 s/d 321. Demikian juga UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik pasal 27 ayat 3.

Tampaknya Negara serius melakukan pencegahan pencemaran nama baik bagi rakyatnya. Sehingga dalam aplikasi hukum (law application) nya telah banyak menjaring orang menikmati pidana kurungan atau denda supaya ada efek jera, alias kapok. Memang ditemukan berbagai sebab terbanyak yang menimbulkan pencemaran itu adalah fitnah. Maka, menjadi satu keniscayaan bagi kita semua adalah melakukan Tabayun. Tabayun dalam bahasa terkini disebut sebagai Klarifikasi, artinya upaya menguji validitas (keabsahan) berita apakah tulisan maupun lisan. Upaya ini dimaksud selain mencegah maraknya fitnah juga meminimalkan akibat / resiko lain yang disebabkan oleh fitnah itu. Ini sangat penting kita lakukan selain untuk persaudaraan juga kepentingan kemanusiaan universal.

Oleh karenanya Al-Qur’an memberikan petunjuk pada kita untuk melakukan tabayun. Hal tersebut sebagaimana firmanNya “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan satu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaanya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu (Al-hujurat : 6). Cukup jelas kiranya petunjuk ayat tersebut untuk kita . Atau dengan pengertian lain ayat tersebut diatas telah memberikan petunjuk sekaligus pelajaran bagaimana kita melakukan Tabayun. Jadi, pada umumnya pembawa berita itu diposisikan sebagai orang-orang fasik, yaitu mereka yang suka berbuat kerusakan. Maka, tabayun itulah yang dapat menyelamatkan dari berbagai resiko yang ditimbulkannya. Tanpa itu, kita akan mengalami berbagai benturan yang menghantarkan kita pada tikungan sosial yang membahayakan. Betapa penting artinya Tabyun dalam hidup bermasyarakat, maupun bernegara. Karena pada prinsipnya baik pribadi maupun institusi tidak ingin kehilangan nama baiknya di depan publik. Selain nama baik itu merupakan nilai jual (selling point) juga satu-satunya nilai yang teramat mahal untuk karier dan masa depan kita. Alangkah indahnya kalau kita semua memiliki sifat tabayun sebelum menyebarkan suatu berita, apabila itu baik, maka sebarkan berita itu pada orang lain sebaliknya maka tutplah berita itu, jangan di sampaikan pada orang. Ikutlah falsah orang minangkabau pad restoran mereka :”kalau cocok / baik sampaikan pada orang lain, kalau buruk sampaikan pada kami”. Indah karena persahabatan kita tetap terjalin, juga membawa implikasi pada social cost atau biaya sosial dalam artian penghargaan publik pada kita semua. Hal ini dirasakan paling berharga ketimbang materi yang kita miliki. Atau dengan bahasa lain : apa arti kekayaan,jabatan dan tingginya ilmu kalau yang bersangkutan tidak mempunyai harga diri. Untuk itu maka tabayun, tabayun dan tabayun perlu kita lakukan supaya tidak melakukan perbuatan zalim pada sesama. Dengan demikian sifat atau sikap berhati-hati itu menjadi sangat penting bagi kita semuanya. Selain menjaga diri kita sendiri, juga tidak menzalimi atau merugikan sesama. Semoga !

Uncategorized

No Comments to “KLARIFIKASI”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*