Home » Uncategorized » MARK – UP

MARK – UP

Istilah Mark-up semula dikenal dalam dunia ekonomi dalam hal yang berkaitan pembelajaran atau proyek-proyek. Istilah ini lebih terkenal secara meluas dan merata pada masyarakat luas ketika para koruptor dijebloskan kepenjara. Kasus terbesar menyeret para koruptor adalah penyalahgunaan wewenang (a buse of power) dalam melipat gandakan pembiayaan atas kebutuhan dengan cara ilegal. Istilah mark up ini  arti sederhananya adalah manipulasi alias “berbohong”,alias curang alias “menipu”. Dan pengertian ini tidak hanya berkenaan dengan finansial saja tetapi juga dalam aspek-aspek selainnya. Maka istilah mark up ini sesungguhnya bisa terjadi diseluruh lini kehidupan dan aktifitas kita sehari-hari. Kalau betul demikian tidaklah berlebihan kalau mengatakan : dalam kehidupan kita sehari-hari penuh dengan manipulasi , kebohongan, kecurangan dan penipuan. Nau’dzubillah mindzalik (kita berlindung pada Allah dari pada perbuatan yang demikian itu). Sebab akan sangat berbahaya, mengancam keselamatan diri kita , mengurangi atau nyaris mengusir berkah dalam kehidupan kita, sehingga hidup ini terasa lebih banyak azab daripada nikmat. Kalau mark up dalam hubungannya dengan keuangan resikonya terasa dan boleh jadi orang bisa lebih sadar dan baik sesudah merasakan penderitaan akibat mark up. Tetapi mark up pada sisi lainnya, orang merasa sepertinya aman, nyaman, tapi sesungguhnya itu yang sangat berbahaya. Dan salah satu bahaya dari mark up alias bohong / dustalah akan membakar  / menghanguskan kebaikan kita sebagaimana api melalap kayu bakar. Dalam posisi ini, kita bisa dikatakan sebagai orang yang sedang bangkrut karena sudah tidak mempunyai simpanan kebaikan. Hemat saya mark up dalam sisi ini jauh lebih berbahaya dan kalau terus melakukannya, ujung-ujungnya su’al khatimah (akhir kehidupan yang buruk). Lantas kenapa banyak orang yang suka dengan mark-up? Jawabnya sederhana yaitu ingin tampil beda dengan kebanyakan orang, baik dalam arti materiel ataupun bukan dengan memepertahankan syahwat jeleknya. Kelihatannya perlente, mempunyai uang banyak, mobil mewah, rumah super mewah tetapi sejatinya dia sedang mengalami kebangkrutan yang akut. Disinilah perintah berbuat “jujur”menjadi panglima dari segala kebaikan / keberuntungan kita yang sesungguh-sungguhnya, kendatipun tidak semua orang bisa melakukannya. Perhatikan firman Allah : Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar/jujur (QS : Al Taubah :119). Maka segala bentuk manipulasi, tipu daya, kecurangan / kebohongan harus kita jauhi / hindari sebisa mungkin . Sehingga perintah bertaqwa dan menjadi orang jujur / benar sebagaimana petunjuk ayat tersebut diatas sebenarnya upaya mengendalikan diri dan merubahnya lebih baik. Jangan seperti sebait lagu “kau yang mulai kau yang mengakhiri, kau yang berjanji kau uang mengingkari” maka Negara bisa carut marut, amburadul masyarakatnya. Saya percaya pak Joko Widodo dengan perawakan kurus sedikit kerempeng itu Insya Allah bisa seperti mantan Presiden Iran Ahmadi Nejad yang lebih kurus tapi tegas membuat perubahan sehingga Negara-negara tidak berdaya menghadapinya. Mentalitas kuat seperti Ahmadi Nejad ini perlu dimiliki oleh pak Joko Widodo untuk memimpin revolusi mental di negeri sehingga membuat bangsa menjadi bermartabat. Kepada Pak Joko Widodo sebagai Imam besar di Negara ini, saya menyampaikan satu pesan singkat dari Rasul SAW penggagas dan penggerak Revolusi Mental dizaman awal Islam. Beliau mengatakan “tunaikanlah amanat itu kepada orang-orang yang mempercayakan kepadamu, dan janganlah engkau menghianati orang-orang yang menghianati engkau” (HR : Turmudzi). Pesan ini bisa menjadi generator perubahan dalam revolusi mental, sehingga bagi pemimpin itu suatu keniscayaan menuju Indonesia yang bermartabat. Semoga Pak Joko Widodo bisa amanah menjalankan tugas dan tanggung jawab kenegaraan sesuai dengan janji –janjinya  disaat kampanye capres. Kita tunggu dan mengawal kepemimpinan nya di Negeri ini. Semoga tidak mengecewakan rakyat Indonesia. Amin.

Uncategorized

No Comments to “MARK – UP”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*