Home » Uncategorized » CURHAT UNTUK BAN KI MOON

CURHAT UNTUK BAN KI MOON

25 May 2015

Setelah membaca media online tentang pernyataaan ente selaku sekjen PPB perihal hukuman mati untuk para gembong narkoba di Indonesia. Maka saya perlu curhat pada Ente hal-hal sebagai berikut.

  1. Ente menentang hukuman mati para gembong narkoba dengan ungkapan beragam diantaranya, hukuman mati tidak lagi memiliki tempat di abad ke 21 , bahkan juga Ente seenaknya mengatakan narkoba tidak termasuk kejahatan paling serius, dan juga mengancam pemerintah Indonesia soal eksekusi mati para gembong narkoba itu. Kelihatannya Ente (Ban Ki Moon) seperti sedang galau sedikit sakit hati dengan pemerintah Indonesia. Bentuk-bentuk kegalauan Ente tampak norak dan sedikit genit membela Australia, Perancis soal itu sehingga saya mempertanyakan ente di ini sekjen PBB atau perwakilan Australia dan Perancis di PBB ? Kalau Ente betul-betul sekjen PBB seharusnya Ente menghormati kedaulatan hukum di semua Negara termasuk Indonesia. Tetapi nyata-nyatanya ente telah menunjukan sikap tidak layak sebagai seorang sekjen PBB , maka tidak salah wakil ketua DPR RI Fahri Hamsyah menyebut sebagai Kampret.
  2. Apakah Ente tidak tahu atau berpura-pura tidak tahu, bahwa di negeri tetangga Ente (Korea Utara) juga baru-baru ini mengeksekusi mati 15 orang termasuk pejabat kementerian. Ente tidak pernah berkoar-koar soal hukuman mati di Negara jiran Ente. Terkesan diam seribu bahasa atau Ente takut berbeda dan diblack list oleh Presiden Korea Utara sebagai pemebangkang dan Ente akan dihukum mati? Mana suara ente mengenai WNI yang di hukum mati di Saudi Arabia bahkan lebih tidak bisa dinalar lagi Ente juga takut dengan Malaysia dan Singapura ketika warga Australia dihukum mati di kedua Negara tersebut. Ente, menurut saya orang desa ini sepertinya pemimpin safety player, mencari zona aman atau pengecut ? Ente hanya berani berkoar-koar soal hukuman mati di Indonesia saja. Ente pikir Indonesia takut dengan kecaman Ente? Walaupun presiden saya sedikit kurus tetapi nekat menegakkan kedaulatan hukum demi menjaga martabat bangsa kami.
  3. Ente menurut saya juga harus mengecam Negara-negara didunia yang sedang memberlakukan hukuman mati seperti Saudi Arabia, Singapura, Malaysia, Korea Utara, Amerika dan lain-lain. Ternyata Ente diam seribu bahasa, Ente sepertinya sedang menjilat ludah sendiri, bahkan bagaikan menepuk air di dulang kembali percik muka sendiri. Ente berlagak pelon dengan Negara-negara tersebut, tetapi Ente asbun terhadap Indonesia, what happen Mr. Ban ki moon ? Ketahuilah jabatan Ente adalah sekjen PBB yang begitu besar kekuatannya dan pengaruhnya didunia. Jabatan itu di pundak Ente itu adalah amanah untuk kemanusiaan global, maka jangan mendowngrade martabat PBB seperti kumpulan orang dipinggir jalan.
  4. Adalah satu ironi kalau Ente berkoar-koar dan mengecam hukuman matidi Negara kami, sementara Negara-negara lain didunia, termasuk Negara Ente sendiri juga memberlakukan hukuman mati, that is too much ente harus berfikir yang benar sebagai seorang diplomat karier, yaitu menghargai kedaulatan hukum pada semua Negara di dunia ini tanpa kecuali. Karena Ente orang besar, bukan pedagang kelontong yang terkadang statement mereka lebih logis, obyektif dan tahu etika. Dan ini adalah special moment untuk Ente mengambil pelajaran memeperbaiki diri dan mengembalikan marwah sebagai sekjen PBB. Kepada Ente saya berharap memebaca Al-qur’an dan memperhatikan betul-betul petunjuk yang terdapat didalamnya, sehingga Ente menghargai hukum Tuhan dari pada hukum buatan manusia. Perhatikan firmanNya “apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki dan (hukum) siapakah yang lebih baik dari pada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ?” Kalau Ente mengerti petunjuk ayat tersebut maka saya menyarankan ente harus minta ma’af pada pemerintah Indonesia, dan Insyallah nama  Ente harum lagi dari bau amis.

Semoga dengan curhat saya diatas sebagaimana tergores pada lembar-lembar membuat Ente memperoleh pelajaran untuk lebih baik menundukkan diri sebagai sekjen PBB yang lebih professional, dan proporsional dalam menjalankan tugas kemanusiaan semesta. Amin             

Uncategorized