Home » Uncategorized » KENAPA MESTI BERTENGKAR.?….

KENAPA MESTI BERTENGKAR.?….

Perilaku suka bertengkar itu adalah kesukaan anak-anak dimasa kecilnya. Boleh jadi mereka menunjukkan bahwa diri mereka termasuk jagoan kelompok, paling tidak jago kandang. Tetapi mungkin juga mereka mereka sedang melakukan aksi aktualisasi diri (self actualization)minta pengakuan diri kepada orang lain. Kalau perilaku tersebut terjadi pada anak-anak itu bisa difahami oleh nalar kita yang menyaksikan pertengkaran tersebut. Bisa difahami karena mereka anak-anak sedang bertumbuh dan berkembang termasuk perkembangan emosional mereka. Dan pada umumnya mereka juga tidak pernah terbesit sakit untuk balas dendam dan sebagainya, karena mereka menganggapnya sebagai satu permainan yang sedikit serius.

Dalam perjalanan waktu, perilaku suka bertengkar ini mulai menular dan menjalar kepada orang-orang dewasa alias bapak-bapak / ibu-ibu. Dewasa ini kita sering menonton perilaku suka bertengkar seperti kanak-kanak pada orang dewasa. Bahkan itu terjadi pada mereka yang memiliki kedudukan sosial yang mulia. Mulai dari legislatif, ekskutif, sampai pada kelompok elit politik dan sebagainya. Sungguh sangat memilukan dan sangat memalukan publik seakan ia meminta pengakuan sebagai preman gaya baru di Negeri yang berdasarkan ke Tuhanan Yang Maha Esa ini.

Pertanyaannya adalah apakah mereka itu orang bodoh atau masih bodoh mengelola emosi ? Jawabnya tentu mereka bukan orang bodoh, hanya bodoh mengelola emosi dan melepaskan syahwat jelek dihadapan publik. Akhirnya kita yang menonton permainan mereka yang kekanak-kanakan itu terpaksa menghela nafas panjang sambil menggigit jari seraya mengatakan aduh bapak-bapak mengapa harus bertengkar ? bukankah itu perilaku anak-anakyang tidak perlu ditiru karena sudah saatnya bapak-bapak ibu-ibu menampilkan perilaku teladan didepan publik, jangan sok seperti anak-anak kecil lagi.

Usut-usut punya usut ternyata kepentingan pribadi, kelompok dan golongan telah menjadi biang kerok pertengkaran tersebut. Ujung-ujungnya adalah saling menjegal, bahkan juga membunuh, paling tidak pembunuhan karakter (caracter asasinatiaon). Lalu siapa yang merugi dalam peristiwa kebodohan serius itu? Tentunya semua pelaku yang terlibat termasuk aktor-aktor intelektual dibalik layar. Disebut merugi karena sejarah akan mencatat perilaku kekanakan mereka dan dikenang oleh publik sepanjang kehidupan. Maka menjadi sangat segnifikan peringatan Allah didalam Al-Qur’an surat Al-Asr: 1-3 “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kebesaran Allah.“Sungguh indah dan mulia pelajaran yang terkandung dalam ayat tersebut, tinggal kita mau tidak mengamalakannya. Yang jelas bagi mereka yang mau mengamalkan petunjuk ayat tersebut maka merekalah oarang yang paling beruntung. Dan bagi siapa saja yang mengabaikan petunjuk ayat tersebut sudah pasti buntung, alias merugi.

Jalan keluar yang paling elegan dan mulia adalah duduk bersama, saling curhat dengan santai, bersma-sama mencari solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam pada itu, jangan ada pihak yang merasa paling suci sendiri, sok pahlawan dan suka menyalahkan pihak lain. Semuanya saling menyadari kebaikan dan kelemahan masing-masing untuk selanjutnya merajut kembali tali persaudaraan yang hampir putus itu. Jika cara-cara ini yang kita pakai, maka hampir dipastikan tidak ada pertengkaran karena itu bukan domain kita. Kita adalah orang terpandang dan dipandang oleh publik, maka premanisme harus dikuburkan. Berlapang dada membuka saluran komunikasi yang tersumbat itu juga merupakan cara penting menghindari pertengkaran. Sehingga semestinya kita tidak perlu bertengkar lagi. Stop Bertengkar !

Uncategorized

No Comments to “KENAPA MESTI BERTENGKAR.?….”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*