Home » Uncategorized » DEFISIT KEPERCAYAAN

DEFISIT KEPERCAYAAN

Defisit keuangan bisa mencari ganti, tetapi defisit kepercayaan tidak akan ada penggantinya. Mengapa demikian ? Ketahuilah kepercayaan (trust) itu merupakan persentase diri menyangkut martabat dan harga diri seseorang. Maka bila seseorang mengalami defisit kepercayaan ini akan berdampak buruk bagi martabat dan harga dirinya. Suka atau tidak suka itulah fakta yang berkembang dimasyarakat selama ini. Fakta itu juga menunjukkan betapa publik memegang peranan penting sebagai penilai diri kita. Sehingga mengabaikan keberadaan publik akan sama halnya kita sedang menodai diri kita sendiri didepan mereka. Sudah tentu berpengaruh pada defisit kepercayaan diri kitapada lingkungan yang lebih luas.

Menekan supaya tidak terjadi defisit kepercayaan adalah satu keniscayaan. Karena disinilah letaknya harga diri kita didepan orang lain. Caranya adalah jangan pernah berbuat sesuatu yang merugikan orang lain apakah itu perkataan maupun perbuatan atau merancang strategi lain yang merugikan sesama. Memang cara tersebut sepertinya sederhana, tetapi sesungguhnya tidak sederhana kecuali bagi mereka yang mau memulai, dan harus memulai dari kita sendiri (ibda binafsik), karena dari sisnilah kita akan menemukan keberadaan diri sendiri dengan kelebihan dan kekurangannya. Maka ini menjadi modal utama untuk menanam kepercayaan baru pada orang lain sekaligus mengangkat krisis defisit kepercayaan tersebut. Upaya ini harus kita lakukan secara terus menerus (istiqomah) dan konsisiten untuk mengurangi tingkat kesalahan yang berdampak pada defisit kepercayaan. Kalimat kuncinya adalah know how, atau tahu bagaimana cara untuk mempertahankan stabilitas kepercayaan dan know what tahu apa yang harus diperbuat selanjutnya. Ini menjadi sangat penting, karena masyarakat kita tergolong cedas untuk menilai dan menyeleksi kriteria-kriteria apa yang harus menjadi pertimbangan penting dalam penilaian tersebut. Dengan demikian maka akan terkoreksi tingkat kesalahan seseorang dengan kebaikan baru yang dilakukannya untuk menjaga defisit kepercayaan baru yang akan menimpanya.

Bersamaan dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang begitu spektakuler ada sesuatu yang hilang ; Lost of soul, yaitu kehilangan nurani yang mendegradasi kemanusiaan kita. Kita telah kehilangan barang yang sangat mahal yang tidak mungkin kita dapatkan lagi kecuali ada kesadaran baru untuk memulai yang baik-baik. Tanpa hal tersebut maka defisit kepercayaan terus tergerus bersama lajunya perkembangan zaman dan akhirnya ditelan oleh bumi. Tugas kita bersama adalah saling menjaga, saling mendukung dan saling membagi kebaikan terhadap sesama supaya defisit kepercayaan tidak terjadi lagi. Maka perilaku teladan itulah terapi yang paling tepat untuk mengangkat defisit kepercayaan itu ketingkat kepercayaan baru yang lebih segnifikan. La taghdhab, la takzib, jangan marah dan jangan dusta itu tangga penting menjaga kepercayaan. Karena marah membuat emosi menjadi labil yang pada gilirannya menciptakan perilaku brutal menambah defisit kepercayaan. Demikian pula juga dusta membuat orang lain semakin muak dengan kita, diujungnya juga terjadi krisis kepercayaan yang lebih parah lagi. Ini semuanya membawa pada defisit kepercayaan yang lebih akut bagi kita semua, Semoga tidak.

Uncategorized

No Comments to “DEFISIT KEPERCAYAAN”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*