Home » Uncategorized » BAU MENYENGAT

BAU MENYENGAT

Bukan merupakan rahasia pribadi lagi, bahwa bahwa sekarang ini telah terjadi dekadensi (kehancuran) moral bangsa yang nyaris sempurna. Salah satu dari perilakunya adalah mereka yang menyandang predikat sebagai pemimpin dan orang-orang terhormat. Bangsa ini sudah tidak harum lagi dimata orang / bangsa lain. Sebabnya perilaku sebagian orang-orang penting dinegeri ini bak sampah yang berbau busuk dan menyengat. Negeri hampir kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang bermartabat seperti tempo dahulu. Akibatnya kita semua menanggung malu secara berjamaah karena begitu memprihatinkan bangsa ini.

Dinegeri ini terlalu banyak regulasiyang telah dibuat, khususnya regulasi tata kelola berbangsa dan bernegara. Saking banyak perUndang-undangan untuk mengatur Negara sampai-sampai orang berseloroh : semutpun terjaring oleh pukat harimau regulasi Negara. Tetapi kenyataannya malah gajah bisa lolos dari jaring tersebut. Lantas orang bertanya what is wrong? Apa yang salah? Kalau dilihat secara makro maupun secara mikro para pemimpin kita sangat rapuh pemahaman keberagamaan mereka, apalagi pengamalannya. Inilah firus yang teramat berbahaya mengancam keselamatan berbangsa dan bernegara. Orang memandang bahwa kebanyakan pemimpin kita seperti isuk tempe sore kedelai, malam menjes, pagi mencret. Penampilan mereka seperti inilah membuat bangsa kita menjadi berbau menyengat.

Rupanya bangsa ini merindukan sosok-sosok pemimpin yang berjiwa keteladanan, berwatak jujur, amanah tanpa khianat untuk membangun kembali bangsa yang sedang sekarat dalam bidang moral ini. Tetapi kerinduan ini belum seperti gayung tersambut, malah sangat mengecewakan. Rupanya penyakit rakus harta melalui jabatan bak arus mengalir deras, sehingga negeri kita ini masuk dalam daftar terkorup dan a moral. Dan aneh bin ajaib semuanya ini masuk terus berjalan dan marak mulai dari hulu sampai kehilir. Mungkin inilah membuat syetan angkat topi dan minta pensiun dini, bahkan syetan memohon untuk tidak melepaskan belenggu pada mereka. Alasan para para syetan itu cukup diterima oleh nalar, bahwa kalau Allah melepaskan belenggu pada syetan maka mereka akan bebas dan berkeliaran dimana-mana. Sehingga jendralnya syetan itu ketakutan kalau anak buahnya digoda / tergoda oleh manusia yang over kapasitasnya melebihi syetan.

Menyadari betapa penting upaya menyelamatkan bangsa dari dekadensi moral seperti tersebut, maka berbuat baik (beramal shalih) dalam arti secara nyata harus menjadi kewajiban. Maka pemimpin-pemimpin kita tidak lagi hanya beragitasi dan retorika diatas mimbar dan panggung publik, tetapi harus turun dan membuktikan perilaku keshalihan mereka pada masyarakat. Dan itu kuncinya untuk mengharumkan bangsa sekaligus mengubah bau menyengat menjadi harum baunya. Terapi penting yang segera dilakukan sebagaimana petunjuk Allah SWT “Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah aku turunkan (Al-Qur’an) yang memebenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang pertama kafir kepadaNya dan janganlah kamu menukar ayat-ayat Ku dengan harga yang rendah dan hanya kepada Akulah kamu harus bertaqwa. Dan janganlah kamu campur adukan yang hak dengan yang batil dan janganlah kamu menyembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah (tunduklah) beserta orang-orang yang ruku’ (QS. Al-Baqarah : 41-43). Bacalah petunjuk ayat-ayat tersebut, pahami secara mendalam, kemudian amalkan / jalankan isi petunjuk tersebut. Maka, perlahan tapi pasti merubah bau menyengat Negeri ini menjadi harum.

Uncategorized

No Comments to “BAU MENYENGAT”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*