Monthly Archives: April 2015

BAU MENYENGAT

29 April 2015

Bukan merupakan rahasia pribadi lagi, bahwa bahwa sekarang ini telah terjadi dekadensi (kehancuran) moral bangsa yang nyaris sempurna. Salah satu dari perilakunya adalah mereka yang menyandang predikat sebagai pemimpin dan orang-orang terhormat. Bangsa ini sudah tidak harum lagi dimata orang / bangsa lain. Sebabnya perilaku sebagian orang-orang penting dinegeri ini bak sampah yang berbau busuk dan menyengat. Negeri hampir kehilangan jati dirinya sebagai bangsa yang bermartabat seperti tempo dahulu. Akibatnya kita semua menanggung malu secara berjamaah karena begitu memprihatinkan bangsa ini. (more…)

JAUH DIMATA, DEKAT DIHATI

27 April 2015

Manusia sering kali terbelenggu dengan perasaan buruk sangka (su’al-dzan)nya sendiri. Dikiranya sesuatu yang jauh dimata, tidak terlihat sehingga dia bisa seenaknya sendiri melakukan apa saja yang diiginkan kendatipun bertentangan dengan agama. Padahal perasaan tersebut membuat manusia memenjarakan dirinya dalam hubungan dosa dan maksiat. (more…)

DUNIA SUDAH TERBALIK

14 April 2015

Tahukah kita bahwa dunia yang sedang dialami ini sekarang sudah terbalik ? Maksudnya apa-apa yang dahulu tidak pernah terjadi bahkan hal-hal tabu pun sekarang sudah mulai terjadi dan marak dimana-mana ? Kalau dulu nyaris tidak pernah terdengar seorang anak membunuh orang tua kandungnya sendiri, tulangnya sendiri sekarang peristiwa tersebut marak terjadi dimana-mana, demikian pula sebaliknya. Kalau dulu orang malu menampakan belahan tubuh yang tertutup, malah sekarang dibuka dipertontonkan kemana-mana. Kalau dulu oarang merasa sangat berdosa dengan perbuatan zalim karena memakan hak orang lain. Tetapi sekarang malah senang bahkan bangga mengayakan diri dari harta orang lain. Kalau dulu para pencuri kelas teri tertunduk malu, mukanya pucat pasi karena ketahuan publik, malah sekarang pencuri kelas kakap bersenyum ria dalam seragam tahanan KPK dengan tangan terborgol. (more…)

DEFISIT KEPERCAYAAN

10 April 2015

Defisit keuangan bisa mencari ganti, tetapi defisit kepercayaan tidak akan ada penggantinya. Mengapa demikian ? Ketahuilah kepercayaan (trust) itu merupakan persentase diri menyangkut martabat dan harga diri seseorang. Maka bila seseorang mengalami defisit kepercayaan ini akan berdampak buruk bagi martabat dan harga dirinya. Suka atau tidak suka itulah fakta yang berkembang dimasyarakat selama ini. Fakta itu juga menunjukkan betapa publik memegang peranan penting sebagai penilai diri kita. Sehingga mengabaikan keberadaan publik akan sama halnya kita sedang menodai diri kita sendiri didepan mereka. Sudah tentu berpengaruh pada defisit kepercayaan diri kitapada lingkungan yang lebih luas. (more…)

KENAPA MESTI BERTENGKAR.?….

10 April 2015

Perilaku suka bertengkar itu adalah kesukaan anak-anak dimasa kecilnya. Boleh jadi mereka menunjukkan bahwa diri mereka termasuk jagoan kelompok, paling tidak jago kandang. Tetapi mungkin juga mereka mereka sedang melakukan aksi aktualisasi diri (self actualization)minta pengakuan diri kepada orang lain. Kalau perilaku tersebut terjadi pada anak-anak itu bisa difahami oleh nalar kita yang menyaksikan pertengkaran tersebut. Bisa difahami karena mereka anak-anak sedang bertumbuh dan berkembang termasuk perkembangan emosional mereka. Dan pada umumnya mereka juga tidak pernah terbesit sakit untuk balas dendam dan sebagainya, karena mereka menganggapnya sebagai satu permainan yang sedikit serius. (more…)

OTENTIK

1 April 2015

images (31)Istilah otentik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online mempunyai beberapa arti diantara “dapat dipercaya, asli, tulen dan sah. Arti-arti tersebut memepunyai hubungan yang sangat erat dengan kehidupan kita sehari-hari. Artinya dalam kehidupan ini kita butuh kepercayaan, keaslian, tulen dan keabsahan. Arti dari istilah otentik tersebut sebenarnya menyapa kita untuk memebangun kepercayaan (trust) dan yang lainnya sebagai bingkai penunjang kehidupan kita yang bermakna. Karena seseorang tanpa memiliki kehidupan yang bermakna, maka secra otomatis akan kehilanagn kemanusiaanya pada sesama. (more…)