Home » Uncategorized » PERMAINAN

PERMAINAN

13109162601936304389Permainan atau main-main adalah salah satu istilah yang melekat dengan kehidupan dunia. Artinya apa yang kita saksikan didunia ini adalah permainan/pertunjukan yang terkadang menguntungkan, tetapi juga merugikan. Perhatikan Firman Allah :”Dan tiadalah kehidupan didunia ini , selain dari main-main dan senda gurau belaka, dan sesungguhnya kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa maka tidak kah kamu memahami (QS. Al-A’m : 32). Dunia sebagai tempat permainan orang yang shalih pasti menguntungkan, karena dengan kesalehannya mereka tahu diri dan tahu menempatkan diri. Sehinggga apapun bentuk permainan yang merugikan tidak mungkin menjebak orang shalih tersebut. Sebab, dalam kehidupan orang shalih ada tolok ukurnya, yaitu melaksanakan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilaranag agama. Mereka orang shalih seperti ini tidak akan pernah tergiur apalagi tergila-gila dengan bujuk rayu syahwat jelek. Lain halnya dengan orang yang tidak shalih itu bujuk rayu syahwat jelek itu menjadi tolok ukurnya. Mereka telah menjadi bagian dari diri yang lebih mencintai segala yang maksiat, sembari membenci yang maslahah. Dunia bagi mereka adalah kesempatan/peluang untuk memenuhi syahwat jelek dengan segala pendukungnya. Mereka mencintai yang mungkar dan membenci yang ma’ruf, memerangi maslahah dan mendukung yang madharat (kemungkaran). Tipe manusia seperti ini sejatinya sedang dipermainkan dunia sehingga keberadaan mereka menjadi budak dunia. Mereka ini akan menyesal kalau kehilangan kesenangan dunia, tetapi bersukaria dalam keadaan tidak beragama, atau beragama sekedar symbol. Dunia bagi mereka adalah kesenangan untuk melampiaskan hawanafsu jahat setelah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perilaku mereka. Sehingga bukan mustahil orang baik dipandang jahat, sementara sesama penjahat dipandang baik Istilah “Gusti Allah mboten sare” memang sengaja diabaikan atau tidak digubris, yang ada hanya bersnang-senang tanpa batas. Lalu bagaimana kita memandang mereka seperti ini. Bagi kita sesuai dengan ajaran agama mengharuskan saling menghormati, tetapi juga saling menasehati dan saling mendo’akan. Ini sesuai dengan pesan Rasul SAW :”Barang siapa yang melihat kemungkaran, maka hendaklah berupaya untuk merubah dengan lisan, jika tidak dapat maka dengan tangan , kalau pun  masih belum dapat, maka dengan do’a itu selemah-lemahnya iman (Al-hadist), Hadist ini difahami sebagai perintah Rasul untuk kepedulian kita terhadap sesama. Tujuannya adalah agar mereka kembali kejalan yang benar dan merasakan kebahagiaan sebagaimana kita merasakannya. Tetapi perlu diingat cara-cara merubah mereka haruslah dengan santun / bijak tanpa injak sana, injak sini. Perhatikan Firman Allah :”Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seanadainya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu lah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkan ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu membulatkan tekad, maka bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepadaNya “(QS:Ali Imran : 159). Saya meyakini petunjuk ayat tersebut bisa kita lakukan dengan sebaik-baiknya, maka akan terjadi perubahan pada manusia. Yaitu keluar dari jurang kesesatan menuju petunjuk jalan yang lurus / benar sehingga akan terwujud manusia-manusia yang shalih secara pribadi maupun sosial. Maka permainan dunia hanyalah sekedar senda gurau yang tidak dapat memperbudak manusia dari kesenangan yang menyesatkan.

Uncategorized

No Comments to “PERMAINAN”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*