Home » Uncategorized » SELF MAINTENANCE

SELF MAINTENANCE

14 January 2015

unduhan (9)Self maintenance artinya “Pengelolaan diri”, yaitu mengatur diri dalam membina, merawat dan menumbuhkembangkan keberadaan diri dengan segala potensi yang ada didalamnya sehingga bisa berguna/bermanfaat untuk diri sendiri maupun terhadap sesame. Self maintenance ini terasa sangat penting untuk kehidupan kita hari ini dan seterusnya. Disebut sangat penting karena ada dua kekuatan besar dalam diri kita yang kalau itu dibiarkan akan berdampak negative secara massif pada umat. Demikian juga kekuatan Takwanya, jika betul-betul dioptimalkan maka akan memberi kebaikan yang luar biasa buat kita semuanya. Itulah “Fujur dan Tagwa” Perhatikan firman Allah:”dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya) maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketagwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya (QS; Al-Syams: 7-10). Menurut ayat tersebut oleh Allah swt mengilhamkan kepada manusia “kefasikan” (Fujur) dan kebaikan (taqwa) dengan dampak negatif dan positif dari kedua kekuatan tersebut. Fasik atau kefasikan adalah seluruh potensi yang menggerakkan manusia untuk melakukan kejahatan, sedangkan Taqwa sebaliknya. Jika diri dengan potensi-potensi tersebut tidak dikelola secara baik, maka kejahatan akan terus meraja lela, demikian pula taqwa (kebaikan) semakin tidak berdaya dalam kehidupan manusia. Keadaan seperti itu jika dibiarkan terus berjalan, maka bukan mustahil akan terjadi kerusakan massif berikut dengan akibat-akibatnya.

Perintah, sholat, puasa, zakat, haji dan tolong menolong dalam kebaikan terkandung maksud meminimalisir perbuatan fujur dan sekaligus membesarkan kebaikan (taqwa) dalam kehidupan kita. Hanya saja tidak semua memahami itu sebagai upaya pengelolaan diri, sehingga perbuatan ibadah yang dilakukan itu hanya sekedar menggugurkan kewajiban atau sekedar simbolik belaka. Sehingga kata orang : sholat, puasa, haji terus jalan tapi korupsi, manipulasi dan degradasi kemanusiaan juga tidak pernah sepi. Yang lebih celaka lagi orang yang yang berfaham ibadah ritual dengan ibadah sosial kedua tidak saling berhubungan / terpisah dengan kehidupan manusia.

Self maintenance harus dimaknai merubah, mengubah dan mewarnai kehidupan baru atas dasar kesadaran menjadi orang baik dari pada sebelumnya, maka ini dipandang sebagai satu jalan hidup baru yang membuat semua orang merasakan kebaikan dari kita. Maka menjadi sesuatu yang terpuji kalau orang mengatakan “lebih baik menjadi bekas bajingan daripada bekas Kiyai” Ini berarti kemampuan mengelola diri sendiri sangat menentukan warna kehidupan kita seperti apa, bagaimana, dimana dan kapan, sendirian maupun berjamaah.

Self maintenance berarti mengelola “fujur” menjadi taqwa dengan jalan sadar, taubat dan selanjutnya berbuat baik dimana saja dan kapan saja. Atau dengan pengertian lain, bahwa kita ini mau menjadi orang baik atau tidak sangat tergantung pada kemuan mengelola disi sendiri denga kemampuan memilih mana yan baik dan mana pula yang buruk. Kata kuncinya adalah bagaimana “mengendalikan” diri dari ajakan-ajakan yang menimbulkan  dosa dan permusuhan sesama kita. Perhatikanlah firman Allah: “Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan kami dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri, dan bertasbihlah kepadaNya pada beberapa saat dimalam hari dan diwaktu terbenam bintang-bintang (diwaktu fajar). Ayat tersebut memberi petunjuk pada kita untuk mengelola diri dengan kekuatan ritual berupa banyak bertasbih menyebut nama Allah dan memujiNya serta dengan melakukan sholat Tahajud. Maka akan turun kepada kita kekuatan batin yang luar biasa untuk mengelola dan mengatur diri kita. Itulah self maintenance melalui jalur hablumminallahi dan mempunyai pengaruh positif terhadap hablumminannas termasuk untuk diri kita juga.

 

Uncategorized

No Comments to “SELF MAINTENANCE”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*