Home » Uncategorized » KEPASTIAN

KEPASTIAN

kepastianPasti atau kepastian itu yang selalu dicari manusia kendatipun itu tidak selamanya. Sesuatu yang pasti hanya dirasakan manusia sebagai hal yang sementara, karena kepastian itu hakikatnya menjadi milik Allah sesuai dengan hak prerogetifNya. Manusia sangat berlebihan menerima kepastian itu untuk selamanya dan tidak pernah membayangkan kepastian itu berakhir. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana Titanic adalah kapal pesiar terbesar dengan panjang 271 meter dengan berat 60.000 ton, dirancang dan dibangun oleh para ahli perkapalan dengan menelan biaya jutaan dolar. Semua orang yang berada didalam kapal pesiar termewah ditahun 1912 itu merasa nyaman dan pasti berpesta ria siang malam, akan mengunjung benua demi benua, pulau demi pulau dan mengunjungi kota yang menjadi tempat berlabuhnya. Ternyata kepastian itu menjadi buyar ketika malam antara 14 dan 15 April 1912 Titanic dipastikan tenggelam pada pelayaran perdananya akibat menabrak gunung es. Semula kapten dan awak kapal pesiar termewah itu meyakini bahwa gunung e situ pasti buyar dilahap kapal mewah itu. Malah yang terjadi kemudian adalah kapal mewah tersebut dipastikan tenggelam dengan seluruh isinya. Dunia saat itu terheran-heran membaca berita tentang tenggelamnya kapal pesiar itu dengan nada mencemoohkan dan melecehkan hasil karya para teknisi pembuat perkapalan itu. Mereka mengatakan para ahli perkapalan sangat bodoh, konyol dan memalukan dunia perkapalan dizamannya.

Ternyata karena kesombongan manusia yang meneyebabkan kapal tersebut tenggelam dengan sekonyong-konyongnya. Ada ceritra yang menarik disaat peluncuran kapal tersebut. Sang Raja dengan sombongnya memuji kapal itu sangat mewah, kuat dan penumpang tidak perlu ragu melakukan perjalanan santai dengan kapal tersebut. Dalam pidato singkatnya dia mengatakan : kapal ini dibangun dengan sangat kuatnya sehingga tidak ada kekuatan yang bisa merusak kapal ini sekalipun dari Tuhan. Tepuk tangan dan suara hingar bingar menyambut pidato sang Raja dan semua penumpang pun bergembira ria. Alhasil kesombongan sang Raja merubah kepastiannya menjadi malapetaka. Tuhan cukup membuat gunung es sedikit lebih padat dari kekuatan besi kapal, maka dalam sekejap kapal dan seluruh isinya hancur berantakan di lahap lautan teduh itu.

Kisah ini mirip sama dengan cerita Fir’aun di zaman Nabi Musa AS. Fir’aun mengklaim diri sebagai Tuhan sampai dia mengatakan : Ana Rabbukum Al A’la. Saya ini adalah Tuhankamu yang maha tinggi. Para pendukung Fir’aun merasa hidup bersamanya lebih selamat dan aman dari berbagai gangguan. Ternyata karena kesombongannya membuat membuat dirinya bersama para pengikutnya mati tenggelam dilaut merah. Dan jasadnya ditemukan mengapung dilaut lalu diteliti oleh dokter ahli bedah yang kemudian di identifikasi sebagai raja Ramses II yang berkuasa pada zaman itu. Jadi sombong alias arogan itu merubah sesuatu yang di yaqini oleh manusia sebagai kepastian harus dan segera berganti dengan ketidak pastian berupa malapetaka.

Ketahuilah manusia yang di anugerahkan kekuatan berikut kelemahan, janganlah merasa nyaman atau selamat secara mandiri. Tetapi yaqinlah itu karena ada kekuatan Tuhan yang menyertai kehidupan kita. Sehingga tidak ada kata yang layak dipersembahkan kecuali Subhanallah, Alhamdulillah, Astaghfirullah, Innalillahi. Maka kata-kata mulia selanjutnya selalu bersama kita adalah : “Insya Allah”. Perkataan-perkataan tersebut menunjukkan bahwa kita tidak mempunyai hak prerogatif untuk menentukan nasib perjalanan hidup kita. Nun dekat di kita adalah kekuatan dan kekuasaan Allah SWT yang serba pasti berlakunya. Perhatikan firman Allah : “katakanlah : tidak ada seorang dilangit dan dibumi mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan” (QS ; Al-Naml : 65) kepastian itu termasuk misteri dan ghaib, yang mengetahui itu semuanya hanya Allah SWT, maka sekali lagi ucapan : Insya Allah (Semoga Allah mengizinkan) itulah yang paling tepat dan islami untuk merespon segala sesuatu pada konteksnya yang benar. Dan harus pula diingat bahwa kepastian yang kita rasakan selama dalam hidup ini adalah sementara, tidak selamanya. Boleh jadi bisa berganti dengan yang lain tanpa pemberitahuan pada kita, karena itu bukan wilayah kita, dia adalah wilayah Yang Maha Kuasa.

Uncategorized

No Comments to “KEPASTIAN”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*