Home » Uncategorized » GLOBAL VILLAGE

GLOBAL VILLAGE

unduhan (8)Salah satu kemajuan ilmu dan teknologi moderen adalah merapatkan satu benua dengan benua yang lain, bahkan juga mendekatkan satu desa didunia dengan desa lain didunia ini. Sehingga dunia saat ini terasa seperti tidak ada batas yang menghalangi kita untuk melakukan perjalanan pada dunia semesta.

Dunia yang kita huni sekarang ini telah mengubah dirinya menjadi Desa Sejagat (Global Village) dimana antara sesama masyarakat saling berinterkoneksi, interelasi. Teknologi informasi telah menjadi satu kekuatan besar mempertemukan semua yang berserakan dibumi ini menjadi satu via dunia maya. Dalam pada itu semua kultur, mode, faham, bahkan ajaran mulai dari yang benar sampai yang salahpun mengair dengan derasnya melanglang buana didalam desa sejagat. Akibatnya budaya copy paste atau meniru menjadi tren yang paling tinggi pada masyarakat didesa sejagat itu. Disaat itu terasa ada yang hilang (something lost) yaitu kita bukan seperti diri kita lagi, kita adalah tempelan dan tampilan dari orang lain. Budaya mengada-ngada menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita, karena sedang menjadi orang lain. Semua dinamika itu berjalan begitu cepat dan berpengaruh merubah kepribadian kita tanpa ada satu kekuatanpun bisa menolaknya.

Kini, kita hidup dalam desa sejagat, desa tempat pertarungan antara Timur yang mewakili komunitas muslim dengan Barat sebagai representasi non muslim. Ada kebaikan baru yang kita peroleh, tetapi juga ada kerugian yang kita alami. Kebaikannya adalah kita semakin luas berkomunikasi menjalin persaudaraan semesta yang ujung-ujungnya membawa dampak positif berupa terbukanya relasi dan kran-kran rizki baru. Tetapi juga tidak bisa dipungkiri bahwa ternyata desa sejagat dengan hiruk pikuknya penduduk telah membuat nestapa manusia moderen, yaitu kesenangan yang menjanjikan kepuasan palsu/semu pada masyarakatnya karena lebih cenderung pada budaya instan sekali jadi, siap pakai, dari pada proses yang dianggap terlampau bertele-tele. Maka lahirlah kepribadian manusia yang suka dengan jalan pintas, jalan yang memungkinkan mereka memperoleh sesuatu kendatipun mengahalalkan segala cara mencapai tujuan. Bahkan melalui desa sejagat yang dililit kabel –kabel elektrik ini orang bisa berbuat apa saja dan dimana saja asal mau.

Manusia didesa sejagat ini pada dasarnya dikaruniai dengan dua kekuatan yang paradok, yaitu kekuatan destruktif dan taqwa sebagai kekuatan kekuatan konstruktif. Tinggal sejauhmana manusia memanfaatkan kekuatan-kekuatan tersebut apakah untuk menghancurkan dirinya atau menyelamatkan dirinya. Ukurannya tidak berbelit-belit, yakni sepanjang manusia itu mentaati perintah agama, maka dipastikan bahwa keselamatan diri mereka terjamin, demikian pula juga mengabaikan agama maka akan terjadi degradasi kemanusiaan seseorang yang membuat mereka merasakan nestapa / malapetaka. Dan sekarang penduduk desa sejagat ini sudah mulai mencari agama sebagai terapi kehidupan mereka. Ini artinya yang dulunya agama dibenci, sekarang dicintai sebagai obat penawar kehidupan. Maka ketika agama dipinggirkan oleh manusia moderen itu pertanda satu kecelakaan peradaban yang sulit dipulihkan oleh mantra apapun. Bahkan yang terjadi kemudian adalah kesesatan, kezaliman dan penderitaan tanpa akhir, karena manusia telah menjadi menjadi bagian pencipta malapetaka. Jadi beragama yang otentik itu sebenarnya menolong dan menyelamatkan kehidupan manusia dari berbagai tragedi yang hendak menimpanya. Dan oleh karenanya penduduk didesa sejagat ini harus merasakan pentingnya arti agama bagi kehidupan manusia. Tanpa agama manusia akan tergilas dengan kesenangan dan kebebasan moderen yang cenderung menjadikan berbagai tragedi kemanusiaan yang memilukan. Global village harus diformat menjadi madinah al-fadhilah yaitu kota yang penuh kebaikan / keutamaan sehingga masyarakatnya merasakan kebahagiaan sejati. Tugas kita sebagai penduduk didesa sejagat ini adalah mengoptimalkan peran dan fungsi kekhalifahan yaitu : lihirasatiddin menjaga agama dan wasiyasatuddun-ya, mengatur dunia.

Uncategorized

No Comments to “GLOBAL VILLAGE”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*