Home » Uncategorized » AL-MIZAN

AL-MIZAN

images (27)Al-Mizan lazim diterjemahkan sebagai “timbangan” yaitu alat ukur untuk menakar perbuatan manusia dalam sisi baik maupun buruk. Al-Mizan ini sangat obyektif, tidak menandang siapa dan apa yang dimilikinya, karena yang memegang kendali Al-Mizan ini adalah Allah SWT. Tidak seperti simbol mizan di dalam dunia peradilan manusia, keliatannya seperti adil tetapi wujudnya adalah kedzaliman yang dikemas dengan kata keadilan. Pun juga tudak sama Departemen Agama, kelihatannya tulus mengabdi tetapi itu hanya kemasan saja, karena di dalamnya terdapat berbagai perilaku penyimpangan yang serius terutama dalam pengelolaan dana-dana untuk proyek-proyek ibadah. Alhasil dengan dua Menteri Agama yang ditangkap oleh KPK dan dihukum menurut Undang-Undang berlaku, setidaknya menjadi indikator bahwa di dalam tubuh Departemen Agama ini telah terjadi “ada dusta diantara kita”. Semoga Kemenag RI yang baru dapat memperbaiki kinerja mereka.

Satu diantara kehebatan manusia adalah suka menipu dan memainkan angka serta memanipulasinya untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Maka timbangannya menjadi berat sebelah karena manusianya telah menjadi tukang tipu membuat neraca kehidupannya penuh dengan kepalsuan dan penuh kebohongan. Sepertinya manusia model ini sengaja lupa dengan Al-Mizan yang disediakan oleh Yang Maha Kuasa, atau mungkin dia berfikir Tuhan itu bisa disuap/disogok. Sungguh konyol pemikiran seperti ini karena akan membuat dirinya semakin konyol dihadapan Tuhan. Sebabnya karena dia telah membutakan matanya serta menulikan telinganya dan menggelapkan hatinya dari cahaya kebenaran agama.

Al-Mizan yang satu ini bukan buatan manusia, dia made in Allah SWT yang menimbang dan menilai apa adanya perbuatan manusia. Baik, dinilai dan dicatatkan sebagai kebaikan walaupun itu dari hamba sahaya sekalipun. Yang buruk, juga dinilai dan dicatat sebagai keburukan kendatipun dari manusia yang bergelar maharaja sekalipun. Dia Allah menghukum yang slah dengan seadil-adilnya, dan memberi penghargaan pada manusia juga dengn seadil-adilnya tanpa memandang siapa mereka. Lantas kita bertanya apa saja yang masuk dalam Al-Mizanitu dan bagaimana dampak yang ditimbulkan kemudian? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita memperhatikan firman Allah : “Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikannya), maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya maka, tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? Yaitu api yang sangat panas (QS. Al-Qoriah : 6-10). Ayat tersebut sangat jelas maksudnya bahwa yang masuk dalam Al-Mizan adalah “perbuatan baik dan buruk manusia”. Jika dalam mizan itu ternyata kebaikannya lebih banyak ketimbang keburukannya, maka manusia akan memperoleh penilaian yang memuaskan dampak positifnya dia mendapatkan fasilitas yang memuaskan. Bila dalam mizan itu ternyata ringan karena keburukannya lebih banyak daripada kebaikannya maka sudah pasti manusia akan merasakan dampak negatifnya berupa ancaman Neraka.

Menyadari petunjuk ayat tersebut maka kita tidk boleh berlagak pelon dengan petunjuk ayat tersebut. Kita harus bisa membuat dan menoreh sejarah perjalanan kehidupan kita dengan menanam kebaikan sebanyak mungkin. Karena dari sinilah kita memperoleh kepuasan hidup yang dijanjikannya, dan hanya dengan kebaikan sajalah yang dapat memperberat timbangan kita dihadapan-Nya. Jangan memperberat timbangan kita dengan menimbun keburukan demi keburukan, niscaya akan mencelakakan diri kita dihadapan-Nya. Maka perintah sesudah “beriman” lalu harus beramal “salih” itulah sejatinya untuk menikmati kepuasan hidup dari Yang Maha Kuasa sebagai balasan keadilan atas kebaikan kita di dalam hidup ini. Karena itu salah satu diantara tanda-tanda orang waras itu ialah menyediakan diri untuk terus menanam kebaikan apakah itu ritual maupun sosial untuk sesama. Dan konsekwensi logis dari itu adalah berhak memperoleh hasil timbangan yang memuaskan. Ini harus menjadi target capaian kita dalam kehidupan ini, maka tidak ada orang yang paling berbahagia kecuali hanya kita semata.

 

 

Uncategorized

No Comments to “AL-MIZAN”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*