Home » Uncategorized » PATHNERSHIP

PATHNERSHIP

19 December 2014

images (25)

Pathnership lazimnya diartikan sebagai kerjasama, yaitu kerjasama antara kedua belah pihak atau lebih untuk tujuan-tujuan tertentu. Pathnership ini sesungguhnya merupakan kosekuensi logis dari kehadiran manusia sebagai Khalifah fil ard atau pemimpin di muka bumi sebagai men of social being, sebagai makhluk yang bermasyarakat.

Kita didalam kehidupan ini sudah banyak melaksanakan pathnership ini dalam berbagai bidang karena kita merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan masyarakat. Karena dari sinilah kita dapat melakukan fungsi dan peran sebagai Khalifah secara optimal. Peran optimal inilah yang sedang dibutuhkan masyarakat untuk membantu persoalan-persoalan yang dihadapi mereka. Karena, tanpa pathnership masyarakat tidaka bisa masyarakat tidak mungkin memeperoleh hak yang wajar setelah melakukan kewajiban-kewajiban mereka.

Dalam rangka mengoptimalisasi sekaligus mengakselerasi fungsi dan peran kita sebagai Khalifah, pathnership menjadi satu keniscayaan. Hanya saja dalam pathnership tersebut harus mengembangkan konsep Taa’awun saling menolong dalam arti saling menguntungkan, tidak saling merugikan. Akan tetapi dalam kenyataannya, kita sering menyaksikan pathnership dalam rangka urusan dosa dan permusuhan. Terhadap persoalan ini secara tegas Allah SWT melarangnya. Perhatikan firmanNya “Dan tolong menolonglah kamu dalam (menegerjakan) kebajikan dan taqwa dan janganlah kamu tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran (QS : Almaidah :2). Ayat tersebut ini memberi petunjuk dan membimbing kita agar melakukan pathnership yang benar, yaitu hanya untuk kebaikan semata, tidak untuk dosa dan pelanggaran. Sehingga korporasi untuk sesuatu yang baik itu satu keniscayaan, sementara itu konspirasi untuk sesuatu yang destruktif wajib dicegah keberadaan alias harus dilarang. Kendatipun kenyataannya menunjukan bahwa didalam kehidupan masyarakat dewasa ini telah terjadi secara marak pathnership dalam hal-hal destruktif alias konspirasi dan korporasi dalam kejahatan. Kenyataaan ini sangat memprihatinkan kita sebagai orang yang beragama dan berhati nurani kenapa ini semua harus terjadi. Bahkan banyak orang mengatakan bahwa kejahatan yang terjadi di Negeri melalui pathnership nyaris sempurna. Lantas bagaimana kita merespon tragedi-tragedi kemanusiaan tersebut, apakah membiarkan, atau turut mencegahnya ? Menurut saya mendiamkan atau membiarkan tragedi kemanusiaan itu sama halnya dengan ikut melakukan konspirasi dan korporasi dalam urusan kejahatan. Walaupun dalam skala dosa yang terendah. Sebab, mendiamkan apalagi membiarkan kejahatan itu terjadi sama dengan memberi kesempatan secara leluasa kepada para penjahat untuk melanggengkan maker jahat mereka. Ini berarti bahwa korban kemanusiaan terus bertambah dan menggurita dimana-mana. Maka kebatilan akan terus merajalela sekaligus juga memepersempit ruang gerak kebaikan sebagai dambaan semua manusia. Inilah suatu nestapa sekaligus malapetaka massif yang harus segera dicegah oleh kita semuanya sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kita masing-masing. Jadi pathnership menurut Islam hanya untuk kebaikan semata, tidak untuk selain itu. Sehingga kalau yang pathnership untuk keburukan maka pastikan bahwa merea itu bagian dari pelaku kejahatan yang harus kita cegah. Dan caranya yang paling sederhana adalah mulailah dari kita untuk tidak korporasi, dan konspirasi dalam urusan yang terlarang. Maka pathnership secara Islami pasti akan tegak dan menjadi kekuatan untuk mengurangi kerjasama dalam kejahatan. Sehingga gemah ripah lohjinawi, toto tentrem kerto rahardjo Insya Allah dapat terwujud.

Uncategorized

No Comments to “PATHNERSHIP”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*