Home » Uncategorized » THE WINNER

THE WINNER

17 November 2014

unduhan (7)The winner artinya “pemenang” atau beruntung, dalam terminologi bahasa arab disebut Al-Muflihun. Tentu ini merupakan cita-cita dari semua manusia, dan cita-cita tersebut merupakan sesuatu yang baik bagi kehidupan manusia itu sendiri. Sebab kalau saja hidup tidak menjadi pemenang (the winner) tentu akan menjadi merugi (the losser) yang dalam bahasa arab disebut Al-Khasirun. Namun dalam perjalanan hidup untuk meraih sebagai the winner rasanya tidak mudah seperti membalikan telapak tangan. Artinya menjdi the winner memerlukan perjuangan yang serius berikut kesabaran prima untuk menerima segala resiko yang timbul dalam perjuangannya. Sungguh ini bukan persoalan mudah tetapi sesuatu yang mulia bila kia bisa meraihnya.

Semua orang dimuka bumi ini mempunyai peluang  dan kesempatan yang menjadi pemenang every men in the earth is a potenssial winner, so be a winner. Dan syarat untuk mendapatkan itu rumus teologi Islam sangat sederhana yaitu : menjdi orang yang terbaik dengan dua upaya, yaitu amar m’aruf (menyuruh yang baik) dan nahi munkar (mencegah yang jelek). Rumusan sederhana ini terdapat didalam Al-Qur’an surat Ali-Imran : 104 “ Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’aruf dan mencegah dari yang mungkar mereka itulah orang-orang yang beruntung”. Ayat tersebut diatas merupakan salah satu dari petunjuk Yang Maha Kuasa kepada hambaNya untuk menjadi the winner. Pertanyaan sederhananya adalah mengapa amar ma’ruf nahi munkar menjadi persyaratan untuk menjadi the winner? Jawabnya sederhana yaitu degan beramar ma’ruf dan nahi munkar akan tercipta kemaslahatan hidup yang memberi berkah pada manusia dan lingkungan. Ini artinya setiap manusia yang ingin menjadi the winner harus selalu menyuruh kepada yang baik dan mencegah pada yang buruk sesuai dengan kemampuan masing-masing. Karena perintah berbuat baik dan larangan berbuat jelek itu sesungguhnya pintu masuk (entry point) menjadi the winner.

Kita bisa membayangkan apa jadinya keadaan suatu masyarakat kalau kerusakan terus terjadi tanpa ada yang mencegah. Demikian pula merupakan satu kebahagiaan bersama jika semuanya berlomba-lomba dalam kebaikan karena ada perintah agama. Dan sudah dapat dipastikan kebaikan biasanya membawa berkah dan kemuliaan, demikian kejelekan pasti membawa bencana. The winner harus melakukan amar ma’ruf nahi munkar sehingga terciptanya keamanan , kenyamanan, keadailan, kesejahteraan bahkan juga kebahagiaan. Tanpa itu kita menjadi the losser yang akhirnya nanti akan mendatangkan kerugian kolektif sehingga banyak harus menjadi korbannya.

Kita setiap saat sepertinya terus dipertontonkan kebaikan sekaligus keburukan . Bila kebaikan terhenti karena tidak orang yang menyuruh melakukannya, maka kemungkaran merajalela sehingga mengundang azab dan kutukan dari Yang Maha Kuasa. Disinilah pentingnya amar ma’ruf nahi munkar untuk memberi ruang gerak pada kebaikan seluas-luasnya untuk mengikis kemungkaran. Maka dengan hal tersebut masyarakat akan merasakan berkah hidup yang pada gilirannya akan membentuk masyarakat beradab (madani) dan bukan mustahil bisa membentuk Negara madani.

Adalah kewajiban kita semuanya tanpa kecuali untuk beramar ma’ruf nahi munkar menciptakan masyarakat madani (sivilized society). Karena tidak mungkin ada kedamaian apalagi kebahagiaan kalau masyarakat dibiarkan berbuat sesuatu yang mungkar. Jadi sivilized society satu keniscayaan bagi kita semua untuk berjuang mewujudkannya. Jalan masuknya melaui “perintah berbuat baik dan melarang berbuat jelek”, kita semua harus menjadi the winner dan so be a winner, karena kejahatan yang terjadi di negeri ini nyaris sempurna sementara kebaikan terus meredup kalau tidak menghilang. Dan kalau kebaikan terus menghilang maka pastikan kita akan menjadi the losser, bukan the winner.

Uncategorized

No Comments to “THE WINNER”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*