Home » Uncategorized » SALAM

SALAM

26 November 2014

images (23)Saya dalam waktu yang berdekatan, telah mengikuti dua kegiatan yang bersifat internasional, yaitu Joint International Seminar : Islam Science and Sivilization Prospect and Challenge For Humanity dan the 5 th  World Peace Forum “Quest For Peace : Leason of Conflict Resolution” Inti pertemuan itu adalah menggagas perubahan peradaban untuk kemanuasiaan dan mewujudkan perdamaian dunia. Ditengarai bahwa dunia saat ini mengalami turbulensi yang gawat yang  melahirkan konflik berdarah (bloody conflict) antara penduduk beragama, anatara suku, ras bahkan antar bangsa. Juataan manusia yang tidak berdosa menjadi korban berikut harta bendanya. Peristiwa degradasi kemanusiaan dizaman ini ternyata lebih dahsyat dari bom atom di Nagasaki dan Herosyima pada tahun 1945 yang silam. Sehingga membuat para tokoh intelektual, agama dan para polititisi terhentak memikirkan bagaimana mewujudkan keselamatan global dan perdamaian dunia. Dan dalam pada itu selamat , damai antar penduduk dunia dirasakan sangat penting dan mutlak diperlukan. Dunia sangat merindukan keselmatan dan perdamaian, sebgaimana kerinduan kita padanya serta ingin menggapainya untuk membangun kebahagiaan. Secara makro dunia membutuhkan salam dengan membangun kesadran toleransi umat beragama (religious tolerance), sehingga secara mikro diperlukan kesadaran pemahaman agama (religious understanding) secara baik dan benar. Dari sinilah lahir perilaku-perilaku mulia, yaitu saling menghargai, menghormati dan saling memberikan pertolongan untuk kemanusiaan (taa’wun a’la al birri).

Salam dalam terminologi agama diartikan selamat, damai, sejahtera dan ini merupakan kebutuhan pokok bagi setiap manusia maupun bangsa karena dengannya kita bisa melakukan aktivitas ritual maupun sosial dalam rangka melaksanakan fungsi kekhalifahan kita dimuka bumi ini. Begitu pentingnya salam sampai-sampai Nabi SAW mmerintahkan kita untuk menyebarluaskannya dalam bentuk mengucapkan salam, menyambung persaudaraan dan silaturrahim termasuk memberikan ma’af pada sesama. Hal-hal tersebut bukan hanya menjadi kebutuhan pribadi, tetapi juga menjadi kebutuhan antar bangsa / Negara dalam rangka menciptakan harmonisasi kehidupan global yang pada gilirannya menciptakan perdamaian dunia. Salam tampaknya sederhana dalam bahasa tetapi sangat mendalam arti filsafatnya, yaitu menjadi sumber kekuatan sekaligus tenaga penggerak untuk kemanusiaan semesta dalam arti menciptakan perbaikan dan kebaikan. Dunia tanpa salam sudah pasti terjadi kesesatan, kezaliman dan kegelapan pemikiran dan itu lebih berbahaya dari virus e-bola, bahkan HIV yang hingga kini belum ditemukan obatnya. Bahkan juga dalam unit Negara yang terkecil yaitu rumah tangga sekalipun sangat membutuhkan salam, supaya tercipta keluarga salam-mawadah-warahmah. Pertanyaannya adalah mengapa kita membutuhkan salam ? Jawabnya karena salam bagian yang tidak terpisahkan dengan diri kita untuk dapat melakukan tugas dan tanggung jawab kita didalam kehidupan ini.

Mungkin ada orang yang suka meremehkan salam padahal dia butuh salam didalam hidupnya, sehingga saya sering berseloroh  : untung saja salam tak bisa berbicara, dan seandainya salam bisa berbicara maka dia akan berkata : wahai manusia kenapa kamu meninggalkan saya (salam) padahal aku tidak pernah meminta sesuatu dari kamu, dan dengan aku kamu bisa menjadi manusia terhormat dan bahagia. Karenanya jangan pernah meremehkan saya (salam) seperti kamu meremehkan jarum kecil, padahal dia bisa menumpahkan darah. Dan bagi kamu penderita penyakit diabetik tentunya ini sangat berbahaya mengancam keselamatan nyawamu. Aku (salam) tidak gila hormat seperti kamu, tidak juga minta dihargai, tetapi sadarlah kamu bahwa aku (salam) sangat berarti bagimu. Tanpa aku (salam) kamu akan putus asa dan bunuh diri, dan tanpa aku kamu lebih suka kufur dari pada syukur. Oleh karena itu sering-seringlah menyebut namaku dengan mengucapkan Assalamu’alikum Warahmatullahi Wabarakatuh (semoga diberikan keselamatan atasmu, dan rahmat Allah serta berkah-Nya juga kepadamu).

Kita dan dunia global membutuhkan salam dalam arti salam perdamaian untuk mencegah kekuatan-kekuatan dunia yang asusila demi keselamatan manusia dialam semesta ini, sekaligus merubah disharmoni kehidupan menjadi harmoni. Maka disinilah makna salam yang sejatinya akan memberikan kebahagiaan di dunia ini dan di hari akhir kelak. Kenapa demikian ? Paling tidak ada tiga kekuatan besar dalam salam yaitu salam, rahmah, dan barokah yang ketiganya itu menjadi syarat meraih kebahagiaan dunia – akhirat sehingga keberadaannya perlu dijaga kelanjutannya untuk meraih harapan tersebut. Maka berbahagialah kita yang suka membudayakan salam dalam kehidupan ini, dan alangkah meruginya orang-orang yang meremehkan salam.

Uncategorized

No Comments to “SALAM”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*