Home » Uncategorized » MENGAPA HARUS BERIBADAH

MENGAPA HARUS BERIBADAH

25 November 2014

images (22)Sebagai orang beragama, apapun agama kita ada kewajiban dari agama yang kita anut, yaitu sesudah menyatakan diri sebagai orang beriman, maka kewajiban selanjutnya beribadah kepada Yang Maha Kuasa. Perintah beridah dalam agama itu bukan sekedar menggugurkan kewajiban saja, tetapi mempunyai manfaat yang besar bagi kita semua, yaitu selamat di dunia dan selamat di akhirat. Karena kepentingan inilah oleh Yang Maha Kuasa, kita diperintahkan untuk beribadah kepadaNya. Sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Dzariyat : 56 “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah kepadaKu.

Pertanyaannya mengapa kita harus beribadah kepadaNya? Paling tidak ada beberapa faktor bisa menjawabnya. Diantaranya Pertama : Mewujudkan rasa terima kasih (syukur) terciptanya diri kita berikut menikmati berbagai fasilitas yang disediakan olehnya. Kedua : Sebagai konsekwensi logis dari keimanan kita kepadaNya sekaligus menepati amanah dan janji kita kepadaNya. Ketiga : kita tidak selamanya hidup, tetapi pasti akan mengalami kematian dimana kita akan dimintai pertanggung jawaban olehNya. Maka dengan ibadah kita memperoleh kemudahan dariNya Keempat : Pasti ada balasan yang kita peroleh, ke sorga atau ke neraka, maka dengan ibadah itu kita bisa terbebaskan dari siksa neraka dan memperoleh balasan sorga. Jadi perintah ibadah itu sesungguhnya bentuk kasih sayang Yang Maha Kuasa pada kita agar memperoleh kebahagiaan di dunia ini dihari akhirat kelak. Menyadari hal sperti ini, seharusnya kita menjadikan hidup ini dengan hiasan ibadah kepadaNya dalam arti melaksanakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya. Akan tetapi tidak semua orang melaksanakan ibadah kepadaNya. Bahkan banyak mengingkari dan menantang apa yang ditetapkaNya.

Ini suatu kejahatan lunak yang luar biasa dan bisa di kategorikan sebagai extra ordinary soft crime. Bahaya dari soft crime  ini adalah memperbanyk anak cucu manusia yang kerja hanya merasakan nikmatNya tanpa bersyukur pada Pemberi Nikmat (Allah SWT). Sehingga dari sini akan lahir dari perbuatan-perbuatan hard crime atau kejahatan-kejahatan keras dalam masyarakat yang pada akhirnya merusak tatanan hidup bermasyarakat, berbangsa dan beragama. Dan apa yang sedang terjadi di Negeri ini maupun di negeri-negeri lain didunia ini awalnya dari soft crime lalu berubah menjadi hard crime. Agama dan Negara harus hadir dan berdaulat untuk mengatasi persoalan tersebut agar masyarakat bisa merasakan gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo.

Jadi betapa pentingnya keharusan beribadah itu dalam rangka mendapatkan baldatun thayyibatun warobbu ghafur untuk selanjutnya meraih keselamatan didunia ini dan dihari akhir nanti. Kalau sudah demikian, ternyata masih ada yang tidak mau beribadah kepadaNya, maka itu adalah keterlaluan pantas dido’akan kembali kejalan yang benar. Sebab, perintah ibadah itu semuanya manfaatnya untuk kita, bukan untuk Yang Maha Kuasa, dan Dia (Allah) tidak membeutuhkan walau sedikitpun. Kita jangan sampai mencari alasan pembenar untuk meninggalkan ibadah kepadaNya, karena yang menanggung resiko adalah kita juga. Ada seloroh orang yang tidak waras mengatakan : Apa artinya Tuhan menciptkan sorga dan neraka ? maka orang tidak beribadah itu juga bisa menghuni neraka yang disediakan olehNya, kalau tidak begitu maka sorga menjadi penuh sesak, sementara neraka kosong tiada penghuninya. Seloroh tersebut terkesan masuk akal, tetapi akal orang-orang yang tidak waras , dan kita yang masih waras jangan sampai terprovokasi dengan seloroh murahan tersebut. Tugas kita adalah beribadah, alias beriman dan bertaqwa  kepadaNya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Oleh karenanya bagi kita yang belum mau beribadah kepadaNya, mari membangun kesadaran diri untuk memulai beribadah. Adapun yang sudah beribadah pertahankan ibadah dan meningkatkannya hingga ajal menjemput. Insya Allah dengan itu kita akan memperoleh akhir ajal yang baik alias husn al khatimmah.

Uncategorized

No Comments to “MENGAPA HARUS BERIBADAH”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*