Home » Uncategorized » MEMBACA TANDA-TANDA ALAM

MEMBACA TANDA-TANDA ALAM

27 November 2014

images (24)Bahwa Allah SWT menciptkan langit dan bumi, pergantian malam dan siang itu sebagai tanda-tanda (ayat) bagi orang yang berakal. Maka isyarat yang terkandung di dalamnya adalah di alam semesta bersama isinya ini penuh dengan tanda-tanda (ayat) untuk diperhatikan oleh manusia seraya mengambil pelajaran didalamnya. Diantaranya adalah : pergantian malam dan siang memberi tanda pada manusia bahwa hidup itu seperti putaran roda pedati. Sekarang gelap atau susah bisa berganti dengan cerah dan menyenangkan atau sebaliknya. Ada angin sepoih-sepoih tetapi juga ada angin dengan badai dahsyat, ini adalah tanda bagi manusia bahwa hidup selalu ada dinamika dengan segala akibatnya. Hari ini kita hidup seperti mengalir, tenang bagaikan angin sepoih-sepoih boleh jadi besok lusa biduk kehidupan kita akan dihantam badai berupa musibah yang mengancam keselamtan kita. Dilaut kita melihat pergerakan airnya, ada pasang, juga ada surut demikian silih berganti, itulah tanda kehidupan kita bahwa suatu saat kehidupan kita menemukan sukses, segalanya serba mudah,tetapi akan datang satu masa hidup kita akan mengalami penurunan / kegagalan, semuanya terkadang dirasakan sulit dan berkelit, atau dengan bahasa lain hidup itu selalu ada up and down, keatas dan kebawah maka tugas kita bukan menolak up and down, tetapi menjaga hal tersebut supaya terjadi secara baik. Di pagi hari kita melihat sinar matahari begitu cerah menyinari bumi disekeliling kita, semua orang berprasangka bahwa matahari tersebut akan cerah sampai terbenam. Maka tidak diduga siang bolong dipotong oleh awan mendung dan bumi disekitar kita terasa gelap. Itulah tanda kehidupan bahwa orang sehat, kuat, kuasa tidak selamanya bertahan sampai akhir boleh jadi dalam perjalanannya akan berubah menjadi sakit, tidak berdaya dan tidak punya apa-apa kembali menjadi miskin. Kalau kita keladang melihat padi merunduk ketika berbuah lebat semakin merunduk itulah tanda bagi manusia semakin berisi semakin tawadhu, tidak seperti tong kosong nyaring bunyinya. Jika kita menengok kumpulan semut menggotong sebutir nasi bersama-sama, itulah tanda bagi manusia bahwa apapun beratnya satu pekerjaan bila dikerjakan bersama-sama akan terasa ringan. Kalau kita menengok regenerasi pohon pisang, sebelum induknya ditebang dia berhasil melahirkan generasi anak pohon pisang yang lebih dari satu. Itu pertanda bagi manusia bahwa kalau ingin berhasil dalam kehidupan maka ciptkan generasi penerus/pelanjut. Kalau kita melihat katak yang berenang dalam kolam dengan menjilat keatas menjilat, kebawah menginjak, kesamping menyikut, itu tanda bagi manusia, yaitu akan kita temukan manusia didalam hidupnya seperti katak dalam kolam, keatasannya menjilat, dengan bawahannya menginjak / menekan mengeksploitasi, kesamping dengan sesama kawan menyikut atau menjegal. Tipe manusia seperti ini adalah seberuk-buruknya manusia yang tidak perlu diteladani. Juga ada watak pemimpin seperti kuda, ditaruh didepan dia mengigit, diletakan dibelakang ia menyepak. Ada juga manusia yang sombong seperti berkokoknya ayam betina, kokoknya menghebohkan orang sekampung hanya memberi tahu bahwa dia telah bertelur sebuah, padahal tetangga telah bertelur sepuluh buah tetapi tidak menghebohkan, itulah tanda manusia sombong alias arogan, baru berbuat sedikit sudah sombong, apalagi banyak tentunya sombongnya kelewatan batas.

Siapa menyangka kita bisa membuat pesawat terbang dengan berbagai jenis hanya karena terinspirasi burung-burung berterbangan dilangit. Demikian pula tidak ada yang menduga bahwa dengan mengamati ikan-ikan dilaut lalu lalang melintasi samudera, menginpirasi kita membuat kapal laut dengan berbagai jenisnya pula. Dan juga gunung-gunung menjulang tinggi diatas diatas permukaan laut menginspirasi kita tertantang membuat bangunan bertingkat-tingkat, bahkan bahkan karena tingginya bangunan itu melampaui menara Masjidil Haram di Mekkah dn masjid-masjid lain didunia ini. Apakah ini pertanda satu keserakahan manusia dizaman ini, ataukah benar-benar mengaplikasikan  tanda-tanda alam Cipta Tuhan untuk manusia ? Tidak ada yang tahu jawaban pastinya, yang tahu hanyalah Tuhan Yang Maha Kuasa tentang untuk apa niat kita menangkap tanda-tanda alam itu sendiri.

Jadi apa yang terhamapar dialam semesta ini sesungguhnya pendidikan praktis dan gratis buat kita sehingga jujur kita akui bahwa segala Ciptaan Tuhan dimuka bumi ini tidak ada yang sia-sia,perhatikan Firman Allah : “Ya Tuahan kami tidaklah Engkau ciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka (QS. Ali Imran : 191). Karenanya kata orang bijak : Belajarlah dari alam semesta, maka kita akan menjadi orang-orang yang bersyukur pada Tuhan semesta alam. Semoga !

Uncategorized

No Comments to “MEMBACA TANDA-TANDA ALAM”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*