Home » Uncategorized » INADEQUACY

INADEQUACY

3 November 2014

2006-07-04-Chapter-1-CoverIstilah inadequacy di dalam kamus di terjemahkan dengan” tidak sesuai dengan kehendak “Ini satu pengertian yang sangat akrab dengan kehidupan  kita. Ada hal-hal yang tercapai sesuai kehendak kita , tetapi dalam banyak hal  tidak sesuai dengan kehendak kita juga. Sehingga respon kitapun mendua , khususnya terhadap hal-hal  yang tidak sesuai dengan kita. Ada yang jengkel menerima kenyataan  yang tidak sesuai dengan kehendak itu, tetapi ada pula yang menyadarinya. Bagi yang jengkel menerima kenyataan  tersebut pasti diikuti  dengan sikap- sikap lain yang tidak kalah gawatnya. Katakanlah mencacimaki , menuding orang lain bahkan juga melakukan makar untuk melampiaskan kejengkelannya. Orang seperti ini sesungguhnya  dia sedang menggali lubang untuk  menguburkan   dirinya sendiri, atau setidak-tidaknya sedang mempertinggi tempat jatuhnya. Karena menurutnya sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak  itu pasti menyakitkan , merugikan bahkan  juga membahayakan . Padahal apa yang dia rasakan itu tidak selamanya benar, atau boleh jadi itu merupakan  pelajaran dan hikmah  membuatnya menjadi orang yang sadar. Berbeda dengan orang yang  mau sadar  menerima kenyataan  yang tidak sesuai  dengan kehendak itu. Orang seperti ini hidupnya  relatif lebih tenang  karena lebih banyak mengambil hikmah  dan pelajaran dari kejadian tersebut . Dia lebih suka melakukan  koreksi diri (self corection) dari pada menuduh dan mengkambing-hitamkan orang lain. Maka bukan sesuatu yang mustahil bahwa orang seperti ini kualitas pribadinya lebih baik , dan hidupnya lebih terjaga dari hal-hal yang akan merusak dirinya.

Sebagai orang yang beragama, tentunya kita melihat suatu kejadian yang yang tidak sesuai dengan kehendak ( inadequacy ) itu adalah bukan kehendak kita. Itu adalah kehendak dari Yang Maha Kuasa, yang didalamnya terdapat pelajaran  dan hikmah yang teramat berharga untuk kita. Artinya sesuatu yang tidak sesuai  dengan kehendak kita  itu belum tentu jelek seperti perasaan  kita. Boleh jadi itulah cara yang Maha Kuasa  ingin menyadarkan hambanya  untuk segera  kembali kejalan yang benar sesudah  sesudah mengambil hikmah dan pelajaran  tersebut.. Jadi inadecuacy itu sesungguhnya  satu jalan  di sebuah persimpangan  jalan untuk menemukan  kembali arah  yang ingin kita tuju, yaitu  jalan kebenaran  atau shirata al mustaqin ( jalan lurus). Karena dalam banyak fakta menunjukkan  bahwa banyak orang  sukses menjadi lebih sukses setelah mengalami kegagalan,dan  banyak orang menjadi baik setelah keluar dari perbuatan-perbuatan buruk, dan banyak orang beruntung setelah di tempa dengan kerugian  demi kerugian. Demikian pula sebaliknya  tidak sedikit yang mengalami  kebangkrutan setelah  memperoleh kesuksesan sesuai dengan kehendaknya. Itu semua menujukkan  sesuatu yang sesuai kehendak tidak selamanya menjamin kebaikan kita, secara berkesinambungan, demikian pula  sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak tidak selamanya buruk untuk kita.

Disinilah bagaimana sikap kita memilih dan memilah masalah dalam kehidupan ini supaya tetap memberi makna kebaikan untuk kita.Perhatikanlah Firman Allah: “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu  padahal ia amat buruk bagimu”  “Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui” (QS : Al Baqarah : 216) Walaupun kontek ayat tersebut  adalah kewajiban berperang, namun petunjuknya ayat itu bisa dipakai sebagai pedoman  dan pelajaran  untuk merespon dinamika kehidupan kita, termasuk sesuatu yang sesuai dan tidak sesuai  dengan kehendak kita. Karenanya  mengutuk atau mencaci maki sesuatu kegagalan  itu merupakan suatu kezaliman  demikian pula terlampau memuji-muji sesuatu  kesuksesan  apalagi mendewakannya adalah itu juga  suatu perbuatan nista. Yang benar adalah mensyukuri kesuksesan dan menikmati kegagalan  dengan sabar  dan terus berusaha. Dengan demikian inadequacy  itu sesungguhnya  satu ujian bagi kita, apakah kita lulus dengan predikat cumlaude atau tidak . Maka orang beragama itu adalah mereka  yang menerima inadecuacy sebagai sesuatu yang perlu  terjadi didalam  kehidupannya agar bisa menemukan hidup yang lebih bermakna lagi.. Amin.

 

Uncategorized

No Comments to “INADEQUACY”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*