Home » Uncategorized » WHAT SHOULD BE

WHAT SHOULD BE

30 October 2014

D2JNHD_the-last-seven-survivorsWhat should be sering diterjemahkan “apa yang seharusnya”. Kalimat singkat ini kalau dibawah pada ranah agama, maka ia memiliki pesan moral yang begitu penting untuk kita. Diantaranya adalah perintah melakukan yang baik dan larangan untuk meninggalkan yang buruk.

Kita didalam mengarungi kehidupan ini terdapat banyak sekali hal yang seharusnya kita lakukan dan seharusnya tidak kita lakukan. Sikap memilih hal-hal tersebut sebenarnya sangat berhubungan erat dengan perjalanan hidup kita hari ini dan selajutnya. Apabila kita konsekwen memilih apa yang seharusnya kita lakukan untuk kebaikan dan tidak seharusnya dilakukan karena keburukan, maka hidup kita menjadi berkah. Artinya pilihan kita pada yang benar dan meninggalkan yang salah itu sesungguhnya mendatangkan kebahagiaan. Dan model hidup dengan sikap yang berpihak pada yang benar dan berpaling dari yang salah ini perlu kita miliki dalam arti menjadi kepribadian kita. Sebab mencari manusia seperti dizaman dahulu semoga tidak menjadi manusia langka, atau nyaris punah ditelan perubahan. Yang muncul kemudian adalah manusia-manusia penjilat, menghalalkan segala cara untuk meraih kepentingan sendiri. Sehingga keberadaan manusia seperti ini menjadi sumber bencana/malapetaka bagi sesama, dan kitapun hampir tidak berdaya mencegah mereka. Mereka bahkan leluasa melakukan aksi-aksi destruktif kemanusiaan global meliputi seluruh lini kehidupan kita. Dan disaat itu perasaan “salam” (damai) tercabut dari hati kita kemudian berganti dengan perasaan takut, bingung bahkan juga emosi menyesatkan dada kita melihat ulah mereka yang menjijikkan itu. Kita hanya menggigit jari, menyesali diri bahkan terkadang dihinggapi rasa putus asa yang oleh agama sangat dilarang.

Memang diantara manusia dimuka bumi ini ada yang memilih pada apa yang seharusnya tidak dilakukan, tetapi dilakukan juga, dan mereka sadar bahkan nekat melakukan itu. Kendatipun banyak orang yang telah menjadi teraniaya atas perbuatan mereka, namun tidak pernah berhenti, bahkan muncul  modus-modus baru tentang kezaliman mereka. Jadi, apa yang seharusnya dilakukan karena memang ada perintah yang didalamya terdapat banyak hal-hal yang bermanfaat itulah seharusnya dilakukan. Demikian pula apa yang seharusnya tidak dilakukan karena memang ada larangan yang didalam terdapat berbagai hal yang merugikan, itulah yang seharusnya tidak kita lakukan. Kalupun dilakukan itu percayalah hanya akan mempertinggi tempat jatuh kita. Lihatlah dipenjara atau ditahanan sudah banyak orang yang kuat dan kuasa akhirnya dipenjara juga seperti sudah jatuh masih tertimpa tangga lagi. Akankah kita seperti mereka ini ataukah ingin selalu istiqamah (ajeg) menjadi orang-orang shalih/shalihah? Ini semuanya tergantung kita, karena jalan menuju surga dan neraka didunia sepertinya terbentang luas dan lempang. Siapapun bisa menjalaninya tanpa melalui jalan yang berliku-liku dan berbelit-belit, atau dalam pengertian lain mau kesorga dan keneraka sangatlah mudah tinggal kita mau atau tidak.

What should be harus diberi tempat yang proposional dalam arti hanya untuk melakukan kebaikan dan hanya untuk meninggalkan keburukan, jangan sebaliknya. Karena ini membawa dampak negatife yang amat panjang untuk kehidupan kita berikutnya. Bagi kita yang ingin mendapatkan kehidupan yang salam dan berkah maka what should be pada yang benar itu adalah final. Karena disinilah letak kebahagiaan hidup kita yang telah melibatkan orang banyak mendoakan kita karena kebaikan kita pada mereka. Begitulah kita selaku orang-orang beriman merespon kehidupan yang penuh dengan ujian ini agar kita menjadi orang-orang benar. Perhatikan firman Allah: “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan begitu (saja) mengatakan kami telah beriman sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” (QS. Al-Ankabut: 2-3). Ayat ini sepertinya Allah swt sedang berbicara dengan kita bahwa ujian yang diberikanNya itu adalah semata untuk mengetahui hamba-hambaNya yang benar sekaligus mengetahui mereka yang berdusta. Maka what should be harus dapat membentuk kita menjadi orang-orang yang benar, sekaligus mengabaikan semua dusta.

Uncategorized

No Comments to “WHAT SHOULD BE”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*