Home » Uncategorized » SELLING POINT

SELLING POINT

28 October 2014

images (17)Selling point biasanya diterjemahkan sebagai “nilai jual”. Istilah ini dipakai oleh pelaku bisnis dalam memberi penawaran satu produk pada konsumen atau coustamernya, mulai dari kualitas produk manfaat produk sehingga mengundang minat pembeli. Dan, dalam dunia bisnis , ini merupakan prioritas utama dari marketing sebuah produk. Sehingga didalam kampanye untuk selling point satu produk terlihat para pelaku bisnis mengeluarkan kemampuan meliputi kecerdasan mengolah bahasa untuk meyakinkan pada pelanggan bahwa, produk miliknya adalah satu-satunya yang paling baik. Kampanye ini sebetulnya beda tipis dengan kampanye sebuah iklan atau reklame. Kalau pada selling point satu produk biasanya lebih berfokus pada kualitas dan manfaat produk itu sendiri. Dan bahasa kampanye sedikit lebih masuk akal, tetapi pada reklame satu produk , bahasa kampanyenya terlalu boombastis / mengadad-ada. Ini kalau pada dunia bisnis untuk para pelaku bisnis terhadap pelanggannya. Lalu bagaimana selling point untuk manusia made in Allah SWT ?

Kita semua sepakat bahwa manusia made in Allah SWT dengan tujuan yang mulia, yaitu mengabdi pada Sang Penciptanya (QS. Al-dzariyat : 56) Maka kualitas hidup sebagai khalifah dimuka bumi itulah selling pointnya. Karena kwalitas itu menyangkut kecerdasan berinovasi, kemampuan mengatur dengan ilmu pengetahuan dan teknologi maka nilai produk pada diri manusia menjadi sangat istimewa dengan nilai jual yang tinggi (berharga). Lihatlah betapa tinggi penghargaan orang kepada ulama, para akademisi, para manager yang sukses dan para ornag-orang shalih shalihat. Ini artinya pada diri mereka terdpat kualitas pribadi yang mengagumkan untuk membawa misi kemanusiaan, menebar kebaikan pada sesama. Seharusnya ini yang menjadi selling point pada manusia karena ada keshalihan individuuntuk keshalihan sosial. Celakanya bahwa masih ada manusia yang mendongkrak nilai jualnya dengan mengemas aib pribadinya untuk konsumsi public supaya tenar/tersyohor. Aksi-aksi yang sedikit menjijikan ini sering kita lihat dalam tontonan infotaement  seperti silet, go spot, cek and ricek, insert, kiss, repotase dan lain-lain. Sungguh aneh dan ajaib bahwa dunia yang semakin luas informasi keagamaan ini masih ada manusia-manusia yang menjual aib dirinya kedepan public untuk untuk mendapatkan dinar dan dirham dengan cara-cara uang tidak benar . Mereka bangga dan tidak malu memplubisir borok-boroknya di tengah-tengah masyarakat untuk mendulang rizki haram. Dan lebih aneh lagi mereka ini mendapat nikmat sedikit lebih dari yang lain berupa ketampanan, kecantikan tapi digunakan untuk mengingkari Sang Pemberi Nikmat (Allah SWT). Sadarkah mereka bahwa ulah mereka tersebut pasti mendapat kutukan dari Sang Khaliq? Atau mreka berlagak pelon ? Tidakkah didalam kekayaan materi dengan menjual harga diri itu tersimpan bencana besar yang akan menimpa mereka ? Atau mungkin mereka beranggapan bahwa Allah SWT bisa disuap untuk membebaskan mereka dari azab/ siksa ? Ternyata jawabnya Oo… kamu ketahuan hanya mencari sensasi berkolaborasi dengan setan dan memperbanyak anak turunannya didunia ini dan terus bergentayangan dimana-mana mencari manusia lain sebagai mangsanya.

Karena melihat perilaku manusia-manusia seperti inilah Allah  SWT memerintahkan kita agar selalu beriman dan beramal shalih dimanapun kita berada, kecuali mereka yang tidak mau. Disamping itu kita juga diajarkan untuk selalu dan selalu berdo’a kepadaNya agar terlepas belenggu setan dan siksa. Dan salah satu do’a yang perlu kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu : ”Rabbana dzalamna anfusana  wainlam tagfirlana, lana kunanna minal khasirin” Ya Tuhan kami , kami telah menganiaya diri kami sendiri , dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat pada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi (QS. Al-A’raf : 23) Ayat tersebut sesungguhnya petunjuk untuk kita agar selalu menyadari kelemahan diri sendiri dengan penyesalan dan juga penuh harapan untuk mendapatkan pertolonganNya. Maka yang datang sesudah itu adalah kemenangan/keberuntungan dengan berbagai kwalitas hidup yang bermartabat sebagai selling point.

Uncategorized

No Comments to “SELLING POINT”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*