Home » Uncategorized » MEMBANGUN SEMANGAT INTELEKTUAL

MEMBANGUN SEMANGAT INTELEKTUAL

15 October 2014

images (14)Membangun semangat jihad intelektual berarti melipatgandakan militansi perjuangan yang berbasis pada kegiatan ilmiah. Semangat jihad ini merupakan bagian dari semangat jihad pada bidang-bidang lain dalam kehidupan manusia. Atau dengan pengertian lain membangun semangat jihad intelektual adalah bagian dari ibadah kita pada Yang Maha Kuasa.

Menulis atau mereview karya ilmiah dengan sungguh-sungguh berarti kita sedang beribadah sosial pada Yang Maha Kuasa disamping ibadah ritual. Karena itu semangatnya adalah bukan sekedar mendapat honorarium (ujrah), tetapi lebih penting dari itu adalah mendapat saham spiritual berupa pahala (ajrun) di sisi-Nya. Hal tersebut ini harus menjadi dan menjadi agenda utama kita ke depan dalam melakukan aktiviti sebagai penulis pejuang dan pejuang penulis (penulis-reviewer).

Harus diakui di era post modern ini semuanya berbiaya tinggi (high cost) sehingga tuntutan materi merupakan satu kebutuhan utama yang tidak terelakkan. Tetapi dengan hanya itu saja sungguh tidak mencukupi kebutuhan rohani yang sesungguhnya sangat untuk diperhatikan dalam rangka memperoleh kebahagiaan. Nilai-nilai transedental (rohani) seperti ini sering terabaikan akibat dominasi kehidupan yang serba materi itu. Sehingga putaran roda kehidupan kita sepertinya berada dalam lingkaran setan dengan pengaruh utamanya adalah libido materi. Oleh karenanya itu, memperbaiki kembali dalam arti menata niat dalam beramal di bidang intelektual menjadi satu keharusan (it must).

Upaya ini harus dan segera kita lakukan sedini mungkin untuk mencukupi kebutuhan rohani disamping materi, karena apa yang akan terjadi pada kita semuanya adalah satu misteri. Disebut demikian karena betapapun loncatan iptek yang semakin spektakuler, sampai hari ini iptek ternyata tidak dapat menjawab kapan kita mati, dan dimana kita akan dikuburkan. Tugas kita dalam perspektif ini bukan mencari tahu kapan kita mati dan dimana dikuburkan, tetapi membuat persiapan dalam bentuk memperkaya diri secara benar untuk menyongsong akhir kehidupan itu. Dan, salah satu dari sekian amal shalih yang memberikan

kekayaan yang luar biasa untuk kita adalah berjihad di bidang ntelektual baik sebagai penulis ataupun reviewer. Dengan demikian sosok (penulis-reviewer) adalah juga sebagai mujahid fi sabili Allah (baca sabilillah) yang begitu mulia tugas dan tanggung jawab mereka di bidang intelektual ini.

Menjadi mujahid di bidang ini diperukan tiga syarat standar yang harus dipenuhi sebagai perbuatan ibadah sosial dalam bidang intelektual. Ketiga syarat standar itu ialah : “ikhlas mensucikan niat karena Allah semata, istiqamah (ajeg) menekuni bidang tugas dan last but not least adalah amencari ridha Allah”. Ini jangan difahami bahwa kerja intelektual tanpa bayar dan penghargaan (reward), tetapi bayaran dan penghargaan itu tidaklah merubah niat dan kerja kita sebagai sosok mujahid intelektual dalam ber-takarrub (mendekatkan) diri kepada Yang Maha Kuasa. Karenanya menurut hemat saya terpenuhinya tiga persyaratan standar sebagaimana tersebut diatas juga merupakan satu kewajiban yang tidak boleh diabaikan. Karena, tanpa hal tersebut kita akan menjadi orang-orang yang sedang berjalan menuju lorong gelap (black hole) yang menjanjikan berbagai tragedi yang menyesatkan.

Menyadari betapa pentingnya peran kita sebagai penulis-reviewer, maka tugas kita bukan hanya menulis dan mereview buku saja, tetapi lebih penting dari itu adalah menulis dan mereview mentalitas kita sebagai mujahid intelektual tersebut. Karena disinilah menjadi muara segala aktiviti sebagai pejuang intelektual dan intelektual pejuang. Ini penting untuk menghindari bahaya virus mental yang hanya dan untuk mendapatkan upah (ujrah) semata.

Bagi kita yang beragama, apapun agama kita bahwa panggilan untuk menjadi mujahid dalam bidang intelektual ini adalah satu kemuliaan. Sehingga jawaban dalam tugas dan tanggung jawab tersebut juga merupakan suatu pekerjaan yang mulia. Disebut demikian karena pekerjaan ini melibatkan Tuhan sebagai Sang Inspirator kita dalam menggagas pemikiran cerdas untuk pencerahan pada manusia semesta. Sehingga cita-cita masa depan untuk menjadi manusia bahagia lahir-batin dunia-akhirat dapat tercapai adanya. Insya Allah. Selamat berjuang para mujahid intelektual, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhai perjuanagn kita semuanya. Aamiin.

Uncategorized

No Comments to “MEMBANGUN SEMANGAT INTELEKTUAL”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*