Home » Uncategorized » KENAPA DIA

KENAPA DIA

unduhan (4)Hidup ini tidak sendirian. Satu sama lain ada interaksi dan interkoneksi, itu ada penghargaan dan resiko sehingga penghargaan tidak boleh membuat kita sombong, demikian resiko tidak boleh membuat kita putus asa. Kita mendapat penghargaan itu tertitip amanah orang banyak bahwa kesuksesan yang diraih, jasa yang pernah ditoreh itu adalah diantara pengakuan orang pada kita. Sehingga ada kewajiban untuk menjaga dan mengembangkannya pada porsi-porsi yang lebih besar dan luas. Demikian kita juga tidak bisa bebas dari resiko atas satu pilihan sikap sehingga diharapkan ada kesadaran memahami resiko itu sebagai satu pelajaran yang berharga. 

Begitulah dinamika pergaulan dalam kehidupan sehingga bisa memberi dampak positif maupun negatif. Salah satu dampak negatif adalah dari mereka atau dia terhadap kita. Karena itu ada pertanyaan yang amat mendasar kenapa dia iri hati melihat kemajuan yang dicapai orang lain. Karena dia marah melihat kesuksesan yang dicapai orang lain. Kenapa dia tertawa melihat penderitaan orang lain. Kenapa dia hanya menyalahkan orang lain tanpa menyalahkan dirinya sendiri. Kenapa dia hanya bertepuk sebelah tangan tanda acuh pada persoalan orang lain. Kenapa dia susah melihat kesenangan orang lain, dan kenapa dia senang melihat kesusahan orang lain. Kenapa dia tidak mengambil pelajaran dan hikmah atas setiap peristiwa terjadi. Pendek kata seribu bahasa kenapa dia seperti itu terhadap kita.

Melihat gelagat kenapa dia terhadap kita, maka diperlukan kecerdasan khusus untuk merespon hal tersebut. Pertama : Kecerdasan untuk menguasai diri untuk tidak panik mengahdapinya. Kedua : Kecerdasan menguasai emosi untuk tidak melakukan respon balik yang bersifat emosional. Ketiga : Kecerdasan menggagas pemikiran-pemikiran solutif untuk mendapatkan jalan keluar yang terbaik. Keempat : Kecerdasan memahami dia sebagai kawan berfikir pada tataran yang aberbeda dalam persepsi tetapi itu semua masing-masing ada hikmah dan pelajaran. Kecerdasan-kecerdasan tersebut diatas sangat dibutuhkan oleh kita untuk menyelesaikan masalah tanpa ada masalah baru.

Harus dimaklumi bahwa kita tidak sama dengan dia sehingga kenapa dia berbuat sesuatu terhadap kita, itulah dia. Kewajiban kita terhadap dia adalah memberikan tausiyah berupa klarifikasi dan mendoakan dia agar tidak menimpakan masalah pada orang lain. Sekalipun demikian kita tidak boleh berharap banyak pada dia apa yang kita inginkan. Karena boleh jadi berbeda rasa antara kita dengan dia. Kita merasa benar apa yang kita lakukan, tetapi salah menurut perasaan dia, atau juga sebaliknya. Maka kenapa dia begitu terhadap kita adalah perbuatan yang penuh misteri yang perlu direspon dengan cara yang elegan, simpatik atau sekaligus sebagai kesempatan untuk ber-amar ma’ruf nahi munkar antar kita dengan dia. Maka bukan mustahil hari ini lawan bisa menjadi kawan di hari esok atau hari ini musuh bisa menjadi sahabat pada keesokan hari dan seterusnya.

Ternyata kenapa dia telah banyak memberikan kontribusi berupa pendewasaan kita untuk memahami orang lain di luar kita. Hanya saja pemahaman kita ini juga difahami oleh dia bahwa kita juga mempunyai arti terhadap dia atau? Celakanya adalah semuanya dipandang salah, tidak ada yang benar kecuali dia semata. Sehingga kebenaran dikatakan sebagai milik dia semata. Sementara itu orang selain dia tidak mempunyai hak apapun untuk menjadi orang baik dan benar. Kalu kenapa dia sudah seperti ini maka hampir dipastikan bahwa orang tidak mendapat tempat di hati dia. Itulah kerusakan awal yang terjadi menunggu giliran kerusakan berikutnya. Inilah satu kepongahan manusia terhadap manusia yang lain yang seharusnya tidak boleh terjadi diantara sesama kita. Oleh karenanya lebih baik kita mengoreksi kesalahan sendiri ketimbang mencari kesalahan orang lain, lebih baik kita menghitung dosa sendiri daripada menghitung dosa orang lain dan lebih baik kita melakukan kebaikan sendiri untuk orang lain daripada mengharapkan kebaikan orang lain untuk kita. Perhatikan firman Allah : “Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya bersih? Sesungguhnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak dianiaya sedikitpun” (QS. An-Nisa : 49). Perhatikan peringatan Allah dalam ayat tersebut, dan mulailah membangun kesadaran untuk merenung siapa diri kita, dan sebaiknya apa yang harus kita perbuat dalam kehidupan ini. Adapun persoalan kenapa dia itu biar berjalan sambil menemukan solusi yang positif untuk meresponnya. Boleh jadi kenapa dia itu bisa berbalik menjadi dia yang suka menolong, dia yang gemar menyambung silaturahmi, dia yang suka memaafkan, dia yang suka berbaik sangka, dia yang mau berkorban, dia yang mau membalas kejelakan orang dengan kebaikan, dia yang mau mengaku kesalahan sendiri, dia yang selalu mendoakan sesama. Hal-hal tersebut ini bisa terjadi pada siapa saja dan dimana saja sebagai bukti bahwa pada diri manusia selalu ada kesadaran baru sesudah ada masalah. Inilah yang disebut hukum sebab akibat pada manusia yang pasti terjadi dalam hitungan waktu yang tidak terduga.

Uncategorized

No Comments to “KENAPA DIA”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*