Home » Artikel » EUFORIA

EUFORIA

28 October 2014

images (16)Euforia Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online diartikan, sebagai “perasaan gembira yang berlebihan”, dan ada juga mengartikan perasaan nyaman. Kalau istilah tersebut mengandung pengertian perasaan nyaman tentu harus dimiliki oleh kita. Tetapi euforia yang artinya perasaan gembira yang berlebihan tentu harus diwaspadai. Karena perasaan ini akan membuat manusia lepas kontrol atas setiap perbuatan atau perkataan yang hendak dilakukannya. Bergembira itu adalah manusiawi, tetapi gembira yang berlebihan (euforia) itu bisa menjadi kontra produktif. Artinya seseorang yang mengalami perasaan ini pasti terjadi penyimpangan (anomali) dalam berbagai hal karena pada dirinya terlepas kekuatan pengendali. Boleh jadi dia menyuguhkan / mempertontokan sesuatu yang menurut publik tidak pantas, tetapi baginya itu adalah lumrah.

Sesuatu yang berlebihan termasuk euforia itu memang dilarang. Karena selain melampaui batas juga menimbulkan antipati orang atas hal tersebut. Sehingga oleh publik sikap atau perbuatan tersebut dipandang sebagai penampakan kesombongan pribadi yang juga membuat orang lain menjadi tidak nyaman. Sayangnya kebanyakan orang menggunakannya sebagai upaya mengaktualisasi diri (self actualization) padahal itu salah.

De facto, euforia ini telah terjadi dalam bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan nyaris merambah pada seluruh aspek kehidupan manusia. Akibatnya berfikir dan membuat secara tepat dan benar (objective) sudah menjadi barang langka. Dampak lanjutannya adalah mengorbankan orang lain yang tidak bersalah / berdosa dalam satu kesempatan, yang seharusnya tidak boleh terjadi.

Kita berhak gembira, tetapi gembira yang berlebihan (euforia) sejatinya bukan hak kita karena mencederai sesama itu termasuk salah satu diantara perbuatan dzalim yang dalam agama diperintahkan untuk menjauhinya. Jadi gembira yang diletakkan secara proporsional dalam arti menunjukkan rasa syukur atas kesuksesan yang kita raih adalah seharusnya begitu. Artinya jangan sampai karena euforia kita sepertinya lepas kontrol, kendali yang membuat / mencelakakan orang lain, bahkan merugikan hak orang lain. Dalam hal tersebut, kita tidak perlu euforia yang perlu bagi kita adalah refleksi rasa syukur dengan melakukan hal-hal yang positif terhadap sesama. Karena bagaimanapun juga keberadaan kita pasti membutuhkan orang lain juga baik diminta ataupun tidak. Saya sering berseloroh sedzalim-dzalimnya orang terhadap sesame, bila dia mati tidak mungkin menjadi mayat yang berjalan sendiri ke kuburannya. Disinilah perlunya kita bersyukur bukan bereuforia sebagaimana kelakuan sebagian orang di dalam masyarakat. Dalam perspektif ini, kita harus tampil beda dengan mereka supaya ada pelajaran bagi mereka bahwa yang benar itu adalah merefleksi rasa syukur dalam bentuk amal shalih bukan euforia. Terhadap persoalan ini Allah berfirman : “Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikannya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (QS. Al-Hadid 23). Jelas sekali petunjuk ayat tersebut bahwa kita tidak boleh putus asa atau berduka cita menerima ujian dari-Nya dan tidak boleh terlalu gembira (euforia) terhadap nikmat pemberianNya, serta perbuatan sombong dan membanggakan diri adalah perbuatan yang tidak disukai oleh-Nya. Bagi kita peringatan pada ayat tersebut adalah pelajaran yang sangat berharga untuk menata kembali sikap kita kedepan terutama merespon nikmat pemberian Allah SWt. Oleh karenanya kita perlu menetapkan niat untuk menangkal duka cita dan terlalu gembira ketika menerima ketentuan Nya atas diri kita. Dan hemat saya, kiat yang paling baik menangkal itu semuanya adalah membangun kesadaran tulus menerima segala takdir-Nya, bahwa itu semua mempunyai pelajaran dan hikmah yang teramat berharga bagi kita. Sehingga kalimat pamungkasnya adalah : “Nikmatnya kita syukuri, dan Ujiannya kita nikmati”. Ini sesuatu yang luar biasa bila kita sanggup mengamalkannya. Maka dengan demikian euforia akan segera sirna dan syukur akan kembali datang pada kita semua.

Artikel

No Comments to “EUFORIA”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*