Home » Uncategorized » DUA KEKUATAN BESAR

DUA KEKUATAN BESAR

22 October 2014

images (21)Di Indonesia ini ada dua kekuatan besar yang tidak ada di negara lain. Kedua kekuatan besar itulah dua ormas Islam, Muhammadiyah (1912) dan NU (1926). Kedua ormas Islam mempunyai gerakan dakwah nyata, mulai dari pendidikan, kesehatan, tempat-tempat ibadah, unit-unit pelayanan umat nyaris merata di negeri. Bukan hanya itu saja, tetapi SDM pun tergolong banyak mulai dari S1, S2, S3 dan gelar Guru Besar. Ini merupakan aset bangsa yang teramat berharga bila dimanfaatkan secara benar untuk membangun bangsa. Sayang potensi besar ini masih belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan terkesan masing-masing jalan sendiri menurut kepentingan sendiri. Kelihatan sepintas kita sepertinya bersatu, tetapi sesungguhnya tidak. Inilah sindiran dari Yang Maha Kuasa : Tahsabuhum jamia’n, waqulubuhum syatta’ (Kelihatan mereka seperti bersatu, padahal hati mereka bercerai berai). Seandainya kekuatan besar ini bersatu maka kitalah yang mengatur Negeri ini, mulai Presiden sampai tukang sapu (cleaning service).
Berbagai pengamat bahkan peneliti dalam maupun luar negeri mengatakan : kalau saja Muhammadiyah dan Nu bisa bersatu, maka Indonesia tergantung apa maunya Muhammadiyah dan Nu. Artinya kedua ormas Islam ini mempunyai fungsi dan manfaat yang besar sekali bagi kemaslahatan bangsa dan hal tersebut ini menjadi ekspetasi kita semuanya. Untuk kepentingan ini saya pikir kita semuanya sepakat dan harus mau membangun sinergi dan kebersamaan dari kedua ormas Islam ini supaya bisa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap bangsa / negara ini.
Agar hal tersebut dapat terlaksana, maka hemat saya ada beberapa hal yang harus kita benahi bersama. Yaitu : Pertama, Merubah mindset kita bahwa persaudaraan Islam itu tidak ada sekat antara satu dengan yang lain, kendatipun berbeda organisasi. Kedua, Membangun kesadaran tulus untuk mewujudkan persaudaraan sesama dengan saling ta’awun (tolong menolong dalam kebaikan). Ketiga, Sudah waktu mengehntikan sikap arogansi sektoral yang saling menyudutkan persaudaraan Islam dengan statement, atau perbuatan yang mengundang antipati dan permusuhan. Keempat, Tidak mempersoalkan hal-hal furu’iyyah masalah remeh temeh serta mengedepankan persamaan daripada perbedaan. Kelima, Sepakat membangun pemahaman baru yaitu agree on disagreement (setuju dalam perbedaan). Keenam, Mengikat tali silaturahmi dengan mengedepankan Islam daripada kepentingan kelompok organisasi masing-masing. (baca “Innamal mukminuna ikhwah…” orang mukmin itu bersaudara…)
Keenam poin tersebut diatas menurut hemat saya sangat penting untuk kita lakukan bersama dalam rangka mencapai kejayaan. Sebab tanpa hal-hal tersebut diatas, maka keadaan negeri ini ibarat bola di tengah lapangan, ditendang kesana kemari oleh para pihak yang berkepentingan di luar lapangan merebut kepentingan mereka seperti layaknya penjudi kelas kakap mencari keuntungan. Dan kalau seperti itu yang terjadi di negeri ini maka kita akan menuai adzab dan mengalami kebangkrutan besar dalam hidup berbangsa/bernegara. Maka tugas dan tanggung jawab tokoh-tokoh dalam dua kekuatan besar ini menjadi sangat penting dalam arti sangat menentukan kemana masyarakat atau anggota organisasi ini dibawa, apakah untuk kemaslahatan atau mudharat, demikian juga negara ini mau dibawa kemana?
Sudah bukan jamannya kalau kita hanya berfikir parsial untuk kelompok organisasi masing-masing. Karena hal tersebut akan lebih banyak mudaratnya ketimbang maslahatnya. Kita harus berfikir holistik kebangsaan/kenegaraan dengan segala dinamikanya demi kemajuan bangsa. Untuk itu menyatunya dua kekuatan besar ini (bukan melebur menjadi satu) merupakan persyaratan mutlak bagi kita untuk membangun bangsa kedepan yang lebih baik dan lebih maju. Ini merupakan agenda besar kita ke depan untuk menaikkan martabat bangsa di mata bangsa-bangsa lain di dunia ini. Pertanyaannya kapan kita memulainya? Hemat saya kita harus memulai sekarang juga, dari persoalan-persoalan kecil sampai persoalan besar kebangsaan. Kita masih belum terlambat mewujudkan agenda besar yaitu peran bersama Muhammadiyah dan NU untuk bangsa. Dan alat yang paling ampuh adalah menyatunya dua kekuatan besar ini untuk bangsa. Karenanya persaudaraan Islam semu harus kita hindari, sementara membangun dan membingkai persaudaraan tulus sesama muslim harus menjadi milik kita semua. Untuk itulah ada baiknya mari kita mempelajari dan memahami kembali pesan Allah SWT di dalam Al-Qur’an di dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 103-105. Petunjuk ayat-ayat tersebut adalah bersatu, tidak boleh bercerai berai, menyuruh yang ma’ruf, mencegah yang munkardan jangan berselisih sesudah datang keterangan/petunjuk jelas. Insyallah keberadaan dua ormas ini akan memiliki posisi tawar (bargaining position) yang kuat dalam menentukan kehidupan dan masa depan bangsa ini. Aamiin…

Uncategorized

No Comments to “DUA KEKUATAN BESAR”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*