Home » Uncategorized » BALAS DENDAM

BALAS DENDAM

unduhan (5)Balas dendam termasuk salah satu sifat manusia yang tidak terpuji (akhlaq mazmumah). Lawannya adalah balas kebaikan (akhlaq mahmudah). Artinya keburukan dibalas dengan kebaikan, bersalah dibalas dengan memberi maaf dan mendoakannya. Sifat balas dendam pasti menyulut api permusuhan sesame dan merusak hubungan silaturahim diantara kita. Karena salah satu perintah agama menghindari diri dari sifat balas dendam tersebut. Pertanyaannya adalah mengapa kebanyakan diantara manusia yang melakukan aksi balas dendam itu? Ada beberapa jawaban yang bisa dipakai untuk mengetahui sebab terjadinya balas dendam itu. Pertama: Tidak rela karena dizalimi. Biasanya mereka yang teraniyaya itu menyimpan rasa dendam, dan selalu mencari kesempatan untuk melampiaskan dendamnya pada yang menganiyayanya. Kendatipun disadari sebagai perbuatan tidak terpuji namun karena dorongan emosional yang bernafsu maka sikap tidak terpuji tersebut dijalani juga. Outputnya bukan menyelesaikan masalah, melainkan menambah masalah baru yang lebih runyam lagi. Akhirnya pergerakan manusia seperti itu selalu berada dalam lingkaran setan, yang putaran roda kehidupan selalu mengundang masalah dan menuai resiko. Kedua: Menginginkan sesuatu yang tidak tercapai. Biasanya orang seperti ini kerja mereka adalah mencari kesalahan orang lain ketimbang menemukan keslahan sendiri. Akhirnya tersimpan rasa dendam atas kegagalan dan ingin membalas dalam bentuk lain yang bervariasi tergantung dari mana memulainya. Bentuk balas dendam seperti ini biasa melalui satu rencana yang rapi katakanlah sebagai makar untuk balas dendam. Atau bisa jadi melalui kebijakan-kebijakan strategis untuk melumpuhkan lawan secara bertahap dan bersinambung. Ketiga: Dorongan kepentingan baik dari internal maupun eksternal. Tarik menarik kepentingan tersebut bisa jadi mencari luka lama yang pernah terjadi sebagai jalan masuk melakukan perbuatan balas dendam yang ujung-ujungnya ingin memperoleh sesuatu, bahkan hal ini dianggap sebagai sesuatu yang lumrah untuk meraih kepentingan tersebut walaupun orang lain risih melihat ulah mereka.

Harus diakui bahwa sifat balas dendam itu tidak bisa dibenarkan oleh agama, bahkan menganggapnya sebagai perbuatan keji/mungkar. Sehingga menjauhinya juga merupakan satu keharusan bagi kita semuanya, karena tidak ingin menjadi manusia-manusia yang tidak terpuji. Upaya-upaya seperti ini perlu dan terus kita lakukan dalam rangka menjaga martabat/ harga diri sebagai hamba Allah yang dimuliakan. Sebab, tanpa hal terus niscaya akan terus meniti jalan menuju satu kesesatan kepada kesesatan lainnya. Dan, jika itu yang terjadi, maka kita akan menjadi orang-orang merugi. Untuk itu maka perlu membangun kesadaran baru untuk tidak melakukan aksi balas dendam melalui pemahaman sebagai berikut Pertama: Menyadari akan kekurangan diri sendiri dan mau mengambil pelajaran apa yang sudah terjadi. Kedua: Menumbuhkan sikap baik sangka dan memaafkan mereka yang telah terlanjur menimbulkan musibah pada kita. Ketiga: Membangun sinergi kita dengan mereka dalam satu jalinan persaudaraan yang akrab untuk kebaikan bersama. Keempat: Menetrapkan sikap ta’awun (tolong menolong) diantara sesama kita untuk kebaikan, perbaikan, dan perdamaian yang berkelanjutan. Kiat-kiat sebagaimana tersebut diatas diharapkan bisa menekan seminim mungkin aksi aksi balas dendam dan mengoptimalkan kebaikan bersama. Diharapkan dengan keempat hal tersebut diatas, akan menjadi jalan keluar mengurangi perasaan balas dendam kita pada orang lain sekaligus menumbuhkan rasa saling menghormati persaudaraan sesama.

Adalah kewajiban kita semuanya untuk terus menciptakan iklim kehidupan yang kondusif antara sesama dalam rangka merapatkan barisan persaudaraan. Dengan demikian maka budaya balas dendam akan terkikis dengan sendirinya melalui jalinan persaudaraan tersebut. Kalau sudah demikian adanya maka kedepan kita harus membangun kasih sayang diantara sesama kita. Sikap dan sifat ini diharapkan bisa menumbuhkan kebersamaan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan/kemanusiaan. Perhatikanlah firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari padaNya sedang kamu mendengar (perintah-perintahNya), dan janganlah kamu menjadi sebagai orang-orang (munafik) yang berkata: Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan” (QS. Al-Anfal: 20-21). Kalau kita memahami dan menghayati benar-benar petunjuk ayat tersebut niscaya kita akan menjadi orang mengerti dan tahu menempatkan diri dari seluruh dinamika perbuatan yang terjadi. Dan insya Allah kita akan menjadi orang-orang yang lebih baik karena ketaatan kita pada petunjuk-petunjukNya. Maka melaksanakan aksi balas dendam itu menjadi satu perbuatan yang tidak terpuji yang pasti kita jauhi/hindari adanya karena hanya dengan menjauhinya itu harga diri atau martabat pribadi kita tetap terjaga, Insya Allah.

Uncategorized

No Comments to “BALAS DENDAM”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*