Home » Artikel » PENGALAMAN

PENGALAMAN

24 September 2014

belajar_dari_pengalamanKata orang bijak jauh berjalan banyak  yang dilihat, itulah pengalaman dalam kehidupan kita. Apa yang disaksikan dalam perjalanan tersebut merupakan hamparan ilmu kenyataan yang tidak terekam dalam literatur ilmiah . Tetapi dia merupakan sumber informasi sekaligus sumber inspirasi dan motivasi bagi manusia. Dikatakan demikian karena pengalaman merupakan kebenaran  di lapangan  yang sudah teruji, sementara teori-teori  ilmiyah masih dalam tataran ide yang belum teruji faliditasnya.

Memang ada perbedaan yang mencolok,  perkataan orang yang pernah mengalami dengan  orang  sekedar tahu secara teoritik. Perbedaannya mereka berkata dengan bahasa  kenyataan , sedang yang satunya  berkata  dengan bahasa teori sehingga rasa bahasa mereka  tidak sama bagi orang yang mendengarnya. Kalau keduanya diuji mana yang lebih tepat  dan sesuai dengan kenyataan , maka kita harus berkata jujur,orang berpengalamanlah yang lebih tepat sesuai . Sedang para teorisi hanya sibuk menyusun redaksi, merangkai kaliamat  merumuskan teori, bahkan terkadang membela mati-matian  teori yang mereka rumuskan itu  sungguhpun sudah tidak sesuai lagi kenyataannya di lapangan. Makanya tidak salah kalau ada jargon” The axperience is the best teacher” Pengalaman merupakan Guru yang terbaik. Karenanya, belajar   dari pengalaman  sesungguhnya kita telah memperoleh ilmu kenyatan dari Guru yang terbaik alias pengalaman itu sendiri.

Ada tiga persoalan penting yang berkaitan  erat dengan pengalaman itu sendiri yaitu , mengalami sendiri, mendengar pengalaman orang lain dan berbuat sesuatu berdasar  pengalaman orang lain  dengan mengabaikan  pengalaman  sendiri. Berbuat sesuatu  berdasar pengalaman  sendiri itu jauh lebih baik dari pada  berdasarkan pengalaman orang lain.

Karena apa yang dialami sendiri biasa obyektif sehingga terukur dalam implementasinya. Sedang berbuat  atas dasa pengalaman orang lain faliditasnya bisa berubah-rubah tergantung pengetahuan kita mengimplementasinya. Yang kurang beretika adalah mengandalkan pengalaman orang lain dengan jalan mengabaikan pengalaman sendiri.  Ini artinya kita lebih suka  dengan  pengalaman orang  ketimbang pengalaman sendiri. Hal yang demikian berarti menciderai kemampuan sendiri  padahal kemampuan  sendiri merupakan  kekuatan utama  untuk berbuat sesuatu. Kendatipun kita tidak boleh memandang remeh pengalaman orang lain , tetapi pengalaman sendiri     itu lebih baik dan menjadi guru yang terbaik.

Banyak orang telah kehilangan jati dirinya karena meniru pengalaman orang lain seperti robot yang dikenendalikan  pemiliknya . Mereka  telah kehilangan potensi utama dalam  diri mereka  karena hanya memiliki kemampuan meniru sementara ada kemampuan menciptakan  terus tergerus  dengan kebiasaan meniru pengalaman orang lain.  Sehingga hidup mereka  bagaikan patung  yang bernafas  untuk menanti saat tibanya kematian . Inilah yang disebut dengan kalimat “ Orang yang  mengerti tetapi tidak tahu  bahwa dia mengerti “ Orang yang seperti itu  harus terus diingatkan  agar tidak  kehilangan jati diri mereka.

Mengaku bahwa pengalaman adalah guru yang terbaik mempunyai konsekwensi logis,yaitu how to re learn, bagaimana belajar lagi  dan haw to do, dan bagaimana berbuat menciptakan . Karena itu kebiasaan meniru pengalaman orang lain itu adalah kultur mematikan hak cipta sendiri sehingga potensi cipta dalam diri menjadi mati suri. Kita perlu menghargai pengalaman orang lain,  tetapi menghargai pengalaman sendiri jauh lebih penting untuk memotivasi hak cipta sendiri.

Disinilah sebabnya melihat kemampuan diri, menghargai dan memanfaatkannya , untuk menciptakan sesuatu yang baik mutlak diperlukan. Perhatikan firman Allah……Wafianfusikum afala tubshirun?( pada dirimu apakah kamu tidak melihat? dan salah satu yang perlu dilihat adalah potensi  diri yang memungkinkan  kita bisa menciptakan sesuatu yang baik dan bermanfaat  untuk sesama. Sebagai pencipta kedua  sesudah pencipta pertama( Allah Saw) kita harus berusaha secara optimal, untuk melahirkan karya-karya baru dengan berguru pada pengalaman sendiri dan hal tersebut  jauh lebih penting dari pengalaman  orang lain.. Dengan demikian , maka kehadiran dan keberadaan  kita bisa memberi manfaat yang sebesar-besarnya pada sesama dan inilah kekayaan kita  yang paling berharga tapi sering dilupakan. Semoga kita bisa……………..!!

Artikel

No Comments to “PENGALAMAN”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*