Home » Uncategorized » KONTEMPLASI

KONTEMPLASI

30 September 2014

KonteplasiDunia yang kita huni ini beragam isi dengan beragam tampilan, sejalan, controversial, paradok, dengan berbagai dinamikanya. Kita adalah bagian yang ada didalamnya yang suka atau tidak ikut menikmati hasilnya dan merasakan akibatnya. Disaat kita menikmati hasil karena sejalan itu tentunya tidak banyak masalah, tetapi kita merasakan akibat resikonya karena controversial atau paradok, maka disitu timbul masalah. Kompleksitas problem yang mengitari kita sangat memerlukan pemikiran jernih untuk mencari solusi mengatasi problem tersebut. Maka berkontemplasi yang artinya merenung secara mendalam dalam situasi hening menjadi satu kebutuhan mutlak. Dalam terminologi Islam berkontemplasi ini semakna dengan “tafakkur” yang juga berarti berfikir secara mendalam atau merenung dengan batin yang damai. Ketika kita melakukan itu, maka menjadi kepastian kita adalah menemukan berbagai hal dalam perenungan tersebut. Diantaranya , kenapa kita hadir, untuk apa kehadiran itu , lalu apa yang mesti diperbuat senyampang kita masih ada, kemana kita kembali, dan apa yang harus kita pertanggung jawabkan disaat kembali itu. Hasil perenungan tersebut termasuk hal-hal yang sangat substansif dan penting menyangkut nasib diri kita kedepan. Kalau saja kita bisa menjawab temuan dalam kontemplasi sebagaimana tersebut diatas, maka sesungguhnya kita telah melakukan satu lompatan perubahan dalam hidup ini. Artinya jawaban dari temuan tersebut bisa menjadi petunjuk untuk membingbing kita kearah yang lebih baik.

Persoalan utamanya adalah berapa banyak manusia diantara kita melakukan kontemplasi tersebut dan berapa banyak orang bisa menjawab dan menjadikannya sebagai petunjuk untuk bimbingan kita? Begitu pentingnya Kontemplasi dalam kehidupan kita mengahruskan untuk melakukannya demi mengungkap persoalan-persoalan misteri dalam kehidupan ini. Adapun apa yang ditemukan diatas hanyalah bagian terkecil dari temuan sesudah kontemplasi yang begitu banyak dan komplek masalahnya. Paling tidak kita bisa menjadi menjadi orang yang tahu diri dan tahu menempatkan diri sesuai menjawab temuan kontemplasi itu. Atau dengan pengertian lain temuan dan jawaban dari hasil kontemplasi itu diharapkan dapat membangun kesadaran baru untuk kita kedepannya. Ini menjadi sangat penting karena tidak mungkin ada perubahan dan perbaikan diri tanpa mengetahui kelemahan dan kekurangan diri kita sendiri melalui jalan kontemplasi atau tafakkur inilah tangga untuk menaiki tahapan hidup yang lebih tinggi dari sebelumnya. Maka bahagialah orang yang slalu kontemplasi / tafakkur merenung dengan keberadaan diri dengan segala dinamikanya. Orang-orang seperti itu sejatinya telah memperoleh pencerahan hidupnya menuju perjalanan hidup lebih baik dari perjalanan hidup sebelumnya.

Ada tiga hal yang patut dicermati dalam kontemplasi itu , yaitu : melamun, mengada-ada dan tidak jujur membuat focus masalah. Jadi kontemplasi itu merenung , berfikir dan bertanya apa kekurangan diri dan bagaimana menyempurnakannya,dan satu lampu merah yang tidak boleh dilalui dalam kontemplasi itu adalah fokus kontemplasi pada dzat Allah, seharusnya pada ciptaanNya. Adapun kontemplasi tentang kebesaranNya dan kemaha kuasaNya itu menjadi keharusan kita untuk membangun kesadaran bersyukur padaNya, dan itu merupakan bagian dari ibadah kita kepadaNya. Jadi berkontemplasi atau bertafakkur sesuatu yang luar biasa nilai tambahnya untuk kehidupan kita kini dan akan datang. Bahkan sebagian besar dari makna kehidupan kita itu justru ada pada sejauh mana kita beristiqomah (ajeg) melakukan tafakkur atau kontemplasi itu. Oleh karenanya Al-qur’an mempertanyakan kita dalam kalimat yang sederhana (simple) tapi mendalam maknanya “afalaatafakkarun ? Apa kamu tidak berfikir / tafakkur? Pertanyaan dalam ayat tersebut sesungguhnya mempunyai arti yang sangat mendalam yaitu melahirkan jawaban-jawaban terhadap persoalan kehidupan yang sedang kita alami dan atau akan kita alami kedepannya. Disinilah sebabnya mengapa kontemplasi (tafakkur) menjadi sangat penting bagi manusia untuk menemukan jawaban atas kehidupan sebagai manusia untuk menemukan jawaban atas kehidupannya sebagai jalan keluar atas problem yang dialaminya itu. Jadi, kontemplasi (tafakkur) adalah persoalan yang kita butuhkan untuk mengunggkap dan mengurai masalah-masalah kehidupan supaya terasa bahwa hidup yang bermakna itu seperti air mengalir . Jangan ada sumbatan terhadap jalannya air sehingga mencari jalan baru yang sebenarnya tidak diharapkan , kecuali dihimpun dalam sebuah bendungan untuk kepentingan kebaikan bersama . Maka perintah ber-tafakkur atau kontemplasi itu adalah perintah untuk kemanusiaan semesta yang seharusnya perlu mendapat perhatian kita semuanya. Semoga kita bisa melakukannya !   

Uncategorized

No Comments to “KONTEMPLASI”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*