Home » Artikel » KHAIRA UMMAH

KHAIRA UMMAH

3 September 2014

images (7)Dua kata “Khairah Ummah” ini terdapat di dalam Al-qur’an surat Ali-Imran ayat :110 yang oleh Tafsir Al-qur’an dan Terjemahnya diartikan “umat yang terbaik”. Arti lengkapnya : “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman , tentulah itu lebih baik bagi mereka diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka orang-orang fasik”. Ayat tersebut memberi tanda sebagai identitas “Khairah Ummah itu adalah; beramar ma’aruf  (perintah berbuat baik), nahyi anil mungkar (mencegah dari yang jahat – mungkar),dan beriman kepada Allah.

Sosok khairah ummah di era modern ini sangat di butuhkan kehadiran mereka untuk menciptakan kebaikan bersama (al-masalih al-ummah). Sebab, kejahatan yang timbul dewasa ini nayris sempurna dalam semua lini kehidupan kita. Hanya manusia unggul (Khairah Ummah) sajalah yang dapat menciptakan perubahan tersebut melalui gerakan dakwah amar ma’ruf, nahi mungkar. Disebut demikian karena khairah ummah manusia elit dakwah yang bisa membersikan kotoran masyarakat dengan perilaku unggul karena keteladanan mereka. Mereka ini dihadirkan secara khusus membawa misi dakwah untuk manusia dan kemanusiaan semesta, dan mereka terpanggil melakukan misi tersebut yang seharusnya bersama kita.

De facto, khairah ummah ini terbilang paling sedikit diantara kebanyakan manusia yang berada di dalam kolong langit ini. Kebanyakan mereka bukanlah khairah ummah karena hari-hari kehidupannya hanya sekedar mengurus kepentingan diri dan keluarga saja tanpa peduli sedikit pun pada kepentingan ummat. Mereka cukup puas menikmati amal shalih untuk kepentingan pribadi dan sepertinya sedang bermimpi untuk masuk syurga dengan mengumpulkan amal shalih pribadinya, pada hal itu saja tidak cukup, kecuali juga kebaikan untuk ummat dari mereka. Hal-hal seperti ini sering dilewatkan dengan tingkat kesengajaan yang tinggi, alias acuh dengan urusan umat. Mungkin mereka sudah tersihir dengan heqemoni dunia dalam hedonisme yang melampaui batas, atau hati mereka sudah tertutup ? Yang jelas kita semuanya yang hadir dimuka bumi ini terus berupaya menjadi khairah ummah dengan melakasanakan ketentuan dengan ayat tersebut atas sehingga semua umat menjadi khairah ummah. Pertanyaannya apakah kita sudah melaksanakan petunjuk ayat tersebut di atas untuk mendapatkan diri kita sebagai ummah? Jawabnya kita harus bisa menjadi khaira ummah sebagaimana petunjuk tersebut diatas.Kita harus ingat bahwa akhir dari semuanya itu adalah agama menjadi alat ukur baik dan buruk, salah atau benar, bahagia atau celaka. Ingat ada hari pembalasan dimana semua urusan ditangan Yang Maha Kuasa sebagaimana FirmanNya : “Yaitu hari ketika seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain, dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah (QS. Al-Infithar : 19). Maka menjadi khairah ummah itu jawaban yang benar untuk meraih kebahagiaan menghindari celaka, dan seharusnya seperti inilah diperlukan dalam kehidupan kita, bukan selainnya.Tentunya ini diperlukan keikhlasan kita menjalaninya sehingga bisa tercipta khairah ummah sejati, bukan tiruan  apalagi karbitan. Dengan demikian maka menjadi pribadi yang khairah ummah adalah satu keharusan (It must) bagi kita semua melalui bidang tugas kita masing-masing. Karenanya seluruh aktivitas hidup kita harus pula bermuatan dakwah didalamnya untuk pencerahan dan pencerdasan umat menuju kemajuan yang beradab secara totalitas kendatipun tidak semua orang mau melakukannya karena kepentingan yang berbeda. Akan tetapi yang pasti adalah menjadi khaira ummah itu suatu kepribadian yang mulia dan pekerjaan untuk meraih khaira ummah juga termasuk pekerjaan yang mulia pula.

Artikel

No Comments to “KHAIRA UMMAH”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*