Home » Artikel » PUT PRIORITY FIRST

PUT PRIORITY FIRST

unduhan (2)Put Priority First artinya mendahulukan yang utama, atau dalam terjemahan bebasnya : menetapkan prioritas. Ini menjadi sangat penting untuk memilih dan memilah masalah-masalah kehidupan bersifat primer, skunder dan tersier. Bersifat primer karena masalah tersebut sangat penting untuk keberadaannya mengingat dia mempunyai pengaruh yang fatal bagi kehidupan kita bila mengabaikannya. Jadi persoalan primer atau utama itu harus didahulukan lebih tata lagi untuk mencegah timbulnya akibat buruk yang sekaligus mendapat keutamaannya. Adapun persoalan skunder juga penting tetapi tidak sepenting persoalan primer, karena hanya berfungsi untuk melengkapi primer saja tanpa dampak negatif. Apalagi persoalan tersier yang bersifat aksesoris atau polesan semata, tentunya ini kalau dibiarkan tidak mempunyai pengaruh apa-apa dalam kehidupan kita.

Dalam putaran hidup manusia harus diakuiada persoalan utama (primer), skunder dan tersier, sehingga kita haurs memilih dan memilahnya. Maka persoalan primer itulah yang menjadi utama atau mendahulukan yang utama (put priority first), Kemudian berikutnya sesuai kebutuhan masing-masing. Dan ketika mendahulukan yang utama bukan berarti yang lainnya diabaikan karena masing-masing mempunyai manfaatnya sendiri-sendiri dalam satu kesatuan diri, walaupun ada yang total, jika tidak di penuhi, ada pula yang tidak, atau biasa-biasa saja.

Dalam terminology hokum islam, kita mengenal istilah wajib, sunnah dan mubah, dan itulah yang dinamakan primer (wajib) skunder (sunnah) dan tersier (mubah). Maka put priority first itu mendahulukan atau mengutamakan yang wajib dari pada sunnah dan mubah. Ini bukan berarti yang sunnah dan mubah itu tidak penting bagi kita, semuanya itu penting hanya saja membuat skala prioritas saja yang mendahulukan yang utama (primer-wajib). Sebab, didalamnya terdapat manfaat yang luar biasa bila melaksanakannya, dan membawa dampak negatif yang luar biasa pula bila mengabaikannya. Lain halnya dengan skunder  (sunnah) dan tersier (mubah), nyaris tidak mempunyai dampak negatif pada manusia.

Untuk persoalan kemanusiaan dan kemasyarakatan antara membuat kebajikan dan mencegah kejahatan, makaput priority first pada mendahulukan mencegah kejahatan dari pada membuat kebajikan yang dalam kaidah fiqhiyah disebut “Dar al mafasid, muqaddamun ala jalb al  masalih” mendahulukan mencegah kerusakan daripada berbuat yang baik. Nalar logis yang bisa difahami dalam kaidah tersebut adalah : kalau kejahatan itu sirna, maka berkibar kebaikan atau kebaikan itu akan memainkan peran yang lebih signifikan jika tidak ada kerusakan di dalamnya. Inilah sebabnya mengapa kita diperintahkan untuk mengutamakan yang wajib daripada selainnya walaupun selain wajibn juga mempunyai arti.

Kita seringkali terjebak pada sikap toleransi yang mengorbankan keutamaan untuk banyak orang karena hanya karena kepentingan seorang. Sikap toleransi teresebut sesungguhnya kita sedang menggali kuburan massal untuk banyak orang. Sebab bukan mustahil orang bisa menjadi rusak hanya karena pengaruh satu orang. Contoh sederhananya adalah seorang yang berbuat kejahatan dalam satu kelompok lalu kita memberikan toleransi padanya, maka orang lain dalam kelompok itu mempunyai kesimpulan dia saja bisa kenapa kita tidak, toh ada toleransi juga. Ini namanya membersihkan kotoran dengan menggunakan air kotor, lalu orang bertanya kapan bisa bersih? Disinilah letak pentingnya membuat skala prioritas mendahulukan yang utama ketimbang lainnya demi membangun kemaslahatan bersama. Maka mendahulukan mengorbankan satu orang lebih utama daripada membiarkan kerusakan kolektif untuk orang banyak, hanya karena pengaruh seorang. Lagi pula dengan mengorbankan seorang untuk menyelamatkan orang banyak itu terdapat pelajaran yang berharga bagi semua orang. Dan untuk melakukan hal tersebut diperlukan keberanian etis untuk mengeksekusinya. . Sehingga ada kejelasan untuk banyak orang. Perhatikan firman Allah : “ Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tapi amalan-amalan yang kekal lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih untuk menjadi harapan” (QS, Al-Kahfi : 46). Ayat tersebut sepertinya sedang berbicara dengan kita untuk melakukan perbuatan put priority first agar memberikan kebaikan dalam membuat harapan menjadi kenyataan untuk kita. Semoga.

Artikel

No Comments to “PUT PRIORITY FIRST”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*