Home » Artikel » JALAN MENDAKI

JALAN MENDAKI

images (3)Setiap manusia tentunya mendambakan hidupnya selalu berada dijalan lurus (shirat almustaqim). Harapan ini sejalan dengan keinginan manusia untuk selalu menjaga martabatnya sebagai insan yang shalih/shalihah. Dan itu harus menjadi cita-cita dan harapan kita semuanya selagi masih mendapatkan kesempatan hidup didunia ini. Apabila harapan tersebut bisa terpenuhi secara baik, maka tidak ada yang paling merasakan kebahagiaan kecuali kita sendiri. Sehingga keberadaan diri kita dalam masyarakat boleh dibilang menjadi bagian dari solusi (the part of solution), bukan bagian dari masalah (the part of problem).

Ada masalah yang selalu hadir dalam kehidupan kita yaitu ketika ingin melakukan kebaikan yang sebenarnya itu tersedia pada jalan lurus dan datar. Tetapi karena dahsyatnya tipu daya dunia sehingga sepertinya kita sedang mendaki dijalan yang tinggi berbelok, bahkan menuju kesanapun meminta pengorbanan dan kesabaran. Disinilah sebabnya mengapa ada manusia ingin mengambil jalan pintas walaupun terjal sekalipun menjadi tempat sampai mereka. Sungguhpun itu satu pilihan yang tidak cerdas tapi itu kenyataannya sehingga kita hanya mengelus dada bahwa ada diantara manusia yang sedang menggali lubang untuk mengubur dirinya sendiri. Tentunya orang waras mengatakan itu adalah perbuatan konyol yang sangat menyesatkan dan menyakitkan. Tapi kalau diruntut maka ada kekuatan besar dibaliknya menjadi biang keladinya. Kekuatan besar itu adalah “kita sedang membelenggu diri sendiri”. Buktinya ada jalan menuju kebaikan yang lurus dan datar ternyata masih ada yang ingin jalan mendaki untuk memilih dosa dan maksiat.

Bukankah hal tersebut mencerminkan bahwa manusia telah membelenggu dirinya sendiri, sehingga kebaikan didepan kita tidak lebih dari berita, padahal seharusnya segera kita jemput menjadi milik kita. Memang dunia ini penuh dengan dinamika dan pergulatan hidup yang harus ditempuh manusia. Banyak kebaikan yang tersedia, tapi tidak banyak manusia memilihnya, sementara keburukan nyaris tersedia secara sempurna dan banyak diantara manusia yang berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Sepintas mengesankan bahwa untuk mendapatkan kebaikan saja kita harus mendaki dan menghela nafas panjang untuk memperolehnya, demikian pula sebaliknya walupun keburukan berada diujung dunia, ditempat yang terjal, jalan tertatih, melelahkan dengan berbagai resiko kematian su al khatimah pun banyak diminati orang. Dunia memang sedang berproses membuat orang waras menjadi gila sehingga Gus Dur pernah membuat humor segar mengatakan orang yang memilih beliau menjadi Presiden itu orang gila dan melengserkannya itu orang gila beneran. Sayangnya beliau tidak lama berkuasa sehingga kita tidak lagi mendapatkan humor-humor politik segar beliau juga mempunyai nilai manfaat menambah awet muda karena melepaskan ketegangan dan sumpeknya dinamika kehidupan. Memang menjadi orang baik ada kaidah public yang mengatakan: “berakit-rakit kehulu, berenang ketepian, bersakit-saki dahulu, bersenang-senang kemudian”. Artinya kebaikan itu tidak selamanya berada dijalan datar, tetapi juga tersedia dijalan mendaki, yang memerlukan perjuangan dan pengorbanan, bahkan juga kesabaran. Pertanyaannya adalah: Apakah ada jalan untuk mendapatkan kebaikan itu tidak perlu bersakit-sakit dahulu? Itu memang ada, tetapi termasuk barang langka, dan ada umumnya menemukan kebaikan itu melalui jalan susah payah atau penuh pengorbanan. Dan jalan seperti ini membuat kita mendapat pelajaran berharga diantaranya kita lebih dewasa dalam merespon dinamika kehidupan disamping membentuk karakter yang baik dalam pergaulan seperti tidak sombong, rendah hati dan mensyukuri nikmat. Jadi jalan mendaki itu ternyata menyimpan sejumlah rahasia untuk kebaikan, sayang tidak semua manusia bisa memahaminya. Perhatikan firman Allah: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS. Alam Nasyrah: 5-6). Makna yang tersirat dalam ayat tersebut adalah setiap kita menemukan satu kesulitan, Allah SWT akan mengganti  dengan dua atau lebih kemudahan, dan seperti itulah sering kita lihat dalam realitas sosial. Maka jalan mendaki itu sesungguhnya juga sirat al mustaqim (jalan lurus) yang menjanjikan kita berbagai kebaikan dan kemudahan.

Artikel

No Comments to “JALAN MENDAKI”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*