Home » Artikel » AL MUTRAFIN

AL MUTRAFIN

images (5)Dunia modern dalam era global menuntut kita melakukan adaptasi diri dengannya. Kemoderenan dalam era ini juga memaksa kita untuk mengada-ada kemampuan untuk adaptasi tersebut. Akibatnya kemoderenan dalam dunia global juga menyisahkan berbagai problem yang serius termasuk berhutang secara ajeg demi untuk adaptasi. Maka, kita melihat rumah-rumah mewah, mobil lux, apartemen-apartemen mewah juga menambah tingginya tingkat hutang manusia pada Negara. Dalam kontek agama hutang tidak dilarang sepanjang untuk kebutuhan hidup yang bebas unsur ribawi, penipuan serta amanah menepati janji melunasi hutang.

Dalam perspektif ini kita terkadang menjadi Al-Mutrafin yaitu orang yang bersifat berlebihan tidak sesuai dengan kemampuan yang sebenarnya. Sikap sebagai Al-Mutrafin ini sering kali menjadi model kehidupan orang moderen dewasa ini. Sehingga sikap mereka berpengaruh pada lingkungannya yang ikut-ikutan menjadi al-Mutrafin walaupun dengan memaksa diri. Akhirnya kita melihat kelompok al-Mutrafin ada dimana-mana dan juga mereka kemana-mana. Jualan mereka adalah bagaimana mengikuti selera publik yang Wah kendatipun diluar kemampuan. Mereka bagaikan manusia elit dengan fasilitas pribadi yang terjamin walaupun dengan jalan berhutang diluar kemampuannya sendiri.

Al-Mutrafin dalam posisi tersebut sesungguhnya telah berpura-pura bahagia, tetapi menderita dengan sejumlah beban kehidupan mereka. Di depan masyarakat mereka menampilkan kemewahan yang berlebihan, tapi menangis ketika sendirian. Keadaan ini kalau dibiarkan akan berdampak negatif yang serius baik pada pribadi mereka sendiri maupun terhadap sesama. Terhadap pribadi pasti melahirkan konflik internal keluarga yang pada gilirananya nanti memberi dampak bagi semua. Oleh sebab segala sesuatau yang berlebihan atau melampaui batas agama melarang kita untuk melakunnya. Sehingga bagi mereka yang tidak mentaati larangan tersebut berarti bersedia menerima konsekwensi logisnya, yaitu penderitaan. Demikian pula bagi mereka yang patuh atas petunjuk tersebut, maka pasti memeperoleh penghargaan, karena menikmati ketentraman dan kenyamanan hidup. Kepatuhan seperti inilah yang seharusnya menjadi harapan kita untuk mendapatkan kenyataan. Sebab, bagaimanapun juga kita membutuhkan kebahagiaan hidup didunia ini, dan pada akhirnya memperoleh kebahagiaan hidup di akhirat kelak. Akan tetapi karena derasnya pengaruh kehidupan moderen pada masyarakat global dewasa ini sehinggga menambah daftar panjang menjadi al-Mutrafin, pada hal itu berbahaya sekali dalam kehiudpan kita.

Kita boleh tidak sependapat, bahwa masyarakat sekarang ini lebih suka glamor ketimbang hidup apa adanya. Libido untuk hidup glamor itu telah memotong kebahagiaan hidup manusia yang menyebabkan setiap keputusannya dalam menetapkan pilihan itu terkadang tidak bisa dinalar. Kendatipun demikian masih juga banyak orang yang memilih hidup glamor dengan cara melampaui batas. Ini berarti manusia zaman sekarang telah terjadi perubahan yang cukup segnifikan untuk memperlihatkan diri mereka didepan publik, ketimbang memperlihatkan kenyataan internal yang sesungguhnya. Dari sinilah terjadi penyimpangan (anomali) serius yang pada akhirnya mencederai harga diri dan martabat keluarga. Lihatlah bagaimana saat Ibu Bapak dan anak dalam satu keluarga kalau salah satu diantaranya anggota keluarga mereka melakukan perbuatan korup untuk menampakan wajah-wajah glamor pada keluarganya. Tentu semua orang mengutuk perbuatn tersebut, tetapi seberapa jauh kutukan mereka bisa efektif mengurangi pengikut al-mutrafin itu. Mungkin hanya orang merasa terpanggil untuk beragama secara baik sajalah bisa menjawab panggilan agama ini. Bisa jadi orang lain akan terus mangabaikan panggilan ini karena ingin bergengsi dengan semboyan :”Biar miskin asal sombong”. Karena sombong tersebut kita menemukan bnyak orang miskin berlagak kaya, demikian pula sebaliknya, dan hal tersebut dipandang sebagai sikap yang berlebuhan juga, alias al-mutrafin.

Semboyan inilah yang menjadi pintu masuk kaum mutrafin yang hampir terdapat diseluruh lini kehidupan kita. Akan sangat berbahaya kalau komunitas mereka bertambah banyak, tanpa ada pihak yang memberikan kontribusi untuk mengurangi jumlah mereka. Maka jalan keluar untuk mengtasi itu  semuanya adalah kembali berpegang teguh kepada ajaran agama kita. Perhatikan firman Allah :”Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh pada agamaNya., niscaya allah akan memasukan mereka kedalam rahmat yang besar darinya dan limpahkan karunia dariNya. Dan menunjukan mereka pada jalan yang lurus (untuk sampai) KepadaNya” (QS.Al-Nisa’ : 175) Demikian pula pada ayat Allah SWT berfirman “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak suka orang-orang yang melampaui batas (QS.Al-Maidah : 87). Berpegang pada dua petunjuk tersebut maka kita dapat menjadi orang yang qona’ah, yaitu mensyukuri apa yang diperoleh sambil berusaha mendapat tambahan nikmat baru.

Artikel

No Comments to “AL MUTRAFIN”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*