Home » Artikel » KITA DAN AL-QUR’AN

KITA DAN AL-QUR’AN

imagesBerbicara tentang Al-qur’an maka akan membicarakan 4 (empat) hal penting yang berhubungan dengannya, Kempat hal tersebut adalah : membaca Al-qur’an, memahami maknanya, mengamalkan isi petunjuknya, dan menyampaikan kebenarannya. Bila keempat hal tersebut menjadi kebiasaan kita terhadap Al-qur’an maka pasti terjadi perubahan baik dalam skala kecil (diri sendiri) maupun skala besar (masyarakat) yang pada intinya untukmperubahan yang lebih baik.

Kita menyadari bahwa Al-qur’an itu mempunyai fungsi istimewa bagi kesemestaan umat, yaitu petunjuk bagi orang yang bertaqwa (hudan li al-muttaqin) dan juga menjadi petunjuk bagi manusia (hudan li al-nas). Kedua fungsi Al-qur’an tersebut baru terasa akan maknanya bahwa dia (Al-qur’an) itu sebagai petunjuk kalau kita melaksanakan hal keempat  hal penting sebagaimana tersebut diatas. Tanpa itu, kita hanya mengenang keberadaan Al-qur’an sebagai petunjuk dalam arti simbolik dan hanya menjadi nostalgia sejarah. Padahal kehadiran Al-qur’an dengan petunjuknya itu diharapkan bisa membawa perubahan dari yang jahili menuju islami (proses menuju kebaikan) Sehingga ketika kita mengatakan “Kita dan Al-qur’an” sebagaimana judul tulisan tersebut diatas, maka ia bermakna bagaimana kita memperlakukan Al-qur’an dalam kehidupan kita. Atau dalam pengertian lainnya adalah : bagaimana kita bisa merubah diri dan masyarakat sesuai dengan petunjuk-petunjuk dalam Al-qur’an. Kesadaran makna tersebut menjadi sangat penting untuk kita dalam rangka menangkap arah atau tujuan perubahan yang dikehendaki oleh Al-qur’an dan bimbingan Rasul SAW sajalah membuat perubahan suatu keadaan menjadi baru yang lebih baik. Karenalah sikap kita terhadap Al-qur’an “Sami’na dan Waatha’na”(dengar dan patuh) sehingga bisa menciptakan perubahan untuk kebaikan.

Kita dan Al-qur’an merupakan satu kesatuan paket untuk program kemanusiaan dalam bingkai theologi yang tidak boleh terpisahkan untuk meraih masa depn yang lebih baik. Sehingga intregasi dan internalisasi nilai-nilai petunjuk Al-qur’an dalam kepribadian kita menjdi tolok ukur penting untuk mendapatkan kehidupan yang kebih baik dan bermakna. Disinilah sebabnya, ketika kita memisahkan diri dengan Al-qur’an, apalagi mengabaikan petunjuk ajarannya maka sudah dapat dipastikan bahwa kehidupan kita akan menglami kerusakan serius dalam posisi yang tidak menguntungkan. Dan ini sudah banyak fakta sosial yang menunjukkan betapa kehancuran dan kehinaan yang terjadi dalam kehidupan ini hanya karena meninggalkan Al-qur’an sebagai pedoman dan petunjuk hidup kita. Kita sebagai Khalifah tentunya menyadari itu semuanya dan tidak berniat untuk kembali mneguburkan diri pada lubang yang sama untuk kedua kalinya.

Maka juga harus ada kesadaran serius dari kita untuk kita kembali melakukan gerakan kembali pada Al-Qur’an dan (al-sunnah). Kesadaran terhadap gerakan ini menjadi sangat penting untuk menata kembali kegagalan hidup yang pernah kita peroleh. Dan untuk kemudian menyusun langkah-langkah baru, peran serta fungsi baru dengan kerja-kerja  kongkrit menuju terciptanya kehidupan yang lebih baik.

Kita dan Al-qur’an ibarat ruh dan jasad yang menyatu dan saling memberi makna pada keduanya. Maka kemuliaan Al-qur’an itu karena kita memuliakannya dan kemuliaan kita karena mengikuti panggilan Al-qur’an. Jadi kita dan Al-qur’an mempunyai hubungan timbal balik untuk peradapan kemanusiaan semesta dalam bingkai theologi. Maka membacanya saja tidak cukup, melainkan kita mentadruskan Al-qur’an yaitu mengambil pelajaran apa yang dapat bisa kita lakukan dalam kehidupan ini. Mentadruskan Al-qur’an kita membaca al-qur’an , memahami isi petunjuknya atau pelajarannya dan mengamalkan isinya. Perhatikan firman Allah : “Demikianlah kami mengulang-ngulang ayat-ayat kami, supaya (orang-orang beriman mendpat petunjuk) dan mengakibatkan orang-orang musyrik mengatakan : Kami telah mempelajari ayat-ayat itu (dari ahli kitab) dan supaya kami menjelaskan al-qur’an itu kepada orang-orang yang mengetahui” (QS : Al-An’am : 105) Jadi kita dan Al-qur’an perlu mendapat prioritas bagaimana mendidik diri kita dengan pelajaran-pelajaran dalam Al-qur’an. Semoga!

Artikel

No Comments to “KITA DAN AL-QUR’AN”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*