Home » Artikel, Uncategorized » Islam, Din al Hadharah

Islam, Din al Hadharah

bruneiiIslam Din al hadharah artinya Islam adalah agama kemajuan, yaitu memuat konsep/petunjuk dan keyakinan untuk memotivasi manusia agar hidup dalam berkemajuan. Banyak sekali petunjuk ayat hadits, sampai pada hasil ijtihad para tuqaha yang memberi inspirasi, motivasi untuk berinovasi menemukan hidup yang berkemajuan. Mulai dari tangga pertama melepaskan pemikiran jumud dan belenggu mitos sampai pada tangga terakhir berusaha merubah nasib yang lebih baik dengan menggunakan akal sehat Alqur’an surat al Hasyr: 18, surat al Ra’du, surat al-Alaq: 1-5 adalah contoh sederhana bagaimana berupa untuk hidup baju melalui upaya-upaya melihat kedepan, berusaha, dan gerakan pendidikan/ilmu pengetahuan.

Petunjuk pada ayat-ayat maupun hadits-hadits serta gerakan pemikiran manusia untuk maju jangan dianggap sepele, apalagi hanya sekedar dibaca saja. Itu sama halnya dengan mengabaikan kemajuan untuk keterbelakangan hidup. Sebab, mematikan kemajuan berarti menghilangkan kekuatan-kekuatan spektakuler dalam sebuah kemajuan yang bermakna spektakuler pula. Karena perintah berjuang dijalan Allah (Al-jihad fi sabilillah) juga harus dimaknai berupaya untuk maju mengejar ketertinggalan kita dari orang maupun negara lain.

Islam memang pernah maju beberapa abad yang silam, tetapi kemajuan Islam itu tidak cukup bertahan secara berkesimbungan melainkan terhenti sehingga dalam catatan sejarah Islam pernah mengalami kemunduran. BerIslam dalam perspektif Tasauf dituding sebagai biang kemunduran umat Islam, padahal tudingan tersebut juga tidak benar. Sebab terminologi sufi yang arti suci itu bukan anti kemajuan melainkan mempunyai relevansi dengannya. Kita bisa membayangkan betapa Umar bin Khattab, khalifah kedua dari al-Khulafaurrasyidun pernah memecut beberapa sahabat yang sedang beribadah seraya mengatakan: tinggalkan tempat ini dan berusaha mencari rizki, sebab tidak ada air hujan. Yang menurunkan emas. Begitu pula Rasul saw juga pernah mengatakan “Kami adalah sekelompok orang yang menjadi rahib (muabbid) pada malam hari, tetapi menjadi pekerja keras pada siang harinya.

Sikap Rasul dan para sahabat itu mengisyaratkan kepada publik bahwa Islam yang dibawahnya itu adalah agama kemajuan dan menjadikan umat untuk hidup maju. Hanya saja isyarat ini tidak banyak difahami secara utuh sehingga mengesankan Islam identik dengan keterbelakangan/kemunduran. Kesan inilah yang difahami oleh kebanyakan masyarakat sehingga melihat sebagian orang yang hidupnya lebih maju mereka menganggapnya sebagai satu penyimpangan (anomali), padahal tidak demikian.

Hidup berkemajuan dalam Islam bukanlah sesuatu yang diharamkan, melainkan menjadi kewajiban untuk mendapatkannya. Yang penting didalam meraih kemajuan itu kita tidak boleh menghalalkan yang haram, apalagi mengharamkan yang halal. Selama tolok ukur ini menjadi panutan, maka jalan bagi kita untuk mengejar dan mendapatkan kemajuan adalah satu keharusan (it must). Disebut sebagai satu keharusan karena dari sisi beramal salih, kemajuan tersebut merupakan investasi spiritual yag sangat berharga bagi kita untuk urusan hari akhir nanti maka dalam kontek ini sangat berbahagialah orang-orang yang hidup dalam berkemajuan, dan sungguh menyesal mereka dalam keterbelakangan hidup.

Memahami Islam sebagai Din al hadharah berarti kita harus melakukan tiga gerakan prinsip untuk menyongsong kemajuan itu sendiri. Yaitu gerakan pembebasan, gerakan pemberdayaan dan gerakan untuk kemajuan. Ketiga prinsip tersebut merupakan tindakan awal dan akhir dari suatu kemajuan menuju pada kemajuan baru yang lebih bermakna dan bermartabat. Karena disdari atau tidak masyarakat kita kebanyakan masih terbelenggu, tidak berdaya, apalagi kemajuan, tentunya masih jauh darinya. Sehingga melepaskan/membebaskan belenggu yang selama ini membuat hidup kita terpenjarah, berikut ketidak berdayaannya untuk maju menyongsong suatu kemajuan adalah kewajiban kita baik secara pribadi, maupun berjamaah. Artinya kita semua harus bangkit secara simultan melakukan upaya-upaya sadar, dan kerja cerdas untuk memajukan hidup kita masing-masing. Karena hanya dengan itu kita bisa menjadi orang yanag berharga dan bermartabat baik didepan manusia terlebih lagi dihadapan Tuhan. Oleh karena Trilogi Islam (Iman, Ilmu, dan amal) harus menjadi bagian yang terintegrasi dalam kepribadian kita unutk meraih sebuah kemajuan. Tanpa itu, kita hanya menggigit jari dan menyesali nasib melihat kemajuan yang dicapai oleh orang maupun bangsa lain. Karenanya kalau kita meyakini Islam sebagai Din al hadharah, maka umtanyapun harus hidup dalam berkemajuan dalam segala lini kehidupannya. Amin.

Artikel, Uncategorized

No Comments to “Islam, Din al Hadharah”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*