Home » Artikel » TAZKIYAT AL- NAFS

TAZKIYAT AL- NAFS

unduhan (4)Tazkiyat al-nafs (baca tazkiyatunnafs) artinya membersih jiwa (diri) Upaya ini dimaksudkan untuk menjaga harga diri, martabat kepribadian kita ditengah pergaulan publik. Karena hanya dengan upaya kita inilah dapat menimbulkan kepercayaan (trust) orang lain pada kita. Pertanyaannya adalah adakah diri jiwa kita terkontaminasi dengan percik-percik perilaku bernoda? Jawabnya maybe yes, or maybe no. Ketika  kita memperindah  diri dengan akhlak terpuji (mahmudah) tanda kita  sedang dalam  kepribadian yang terjaga kesuciannya. Sebaliknya, ada perangai buruk (mazmumah) menghiasi perilaku kita, ketahuilah itu yang merusak  kepribadian jiwa kita. Dan itu  berarti kepribadian/jiwa kita  sedang ternoda sehingga yang  terjadi adalah ketidak percayaan  orang pada kita (disttrust).

Tazkiyat al-nafs ini bagi kita sangat penting karena berkaitan erat dengan kepercayaan (trust). Dan dengan trust ini akan lebih memudahkan kita melakukan berbagai tugas-tugas sosial yang menjadi kewajiban kita. Karenanya Tazkiyat al-nafs itu dipandang sebagai barometer sukses tidaknya kita melaksanakan tugas/ kewajiban sosial tersebut. Di dalam Alqur’qn ada statement dan ada kiat menjaga diri itu. Diantaranya terdapat di dalam  surah Al-A’la ayat 14-15 ”sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang membersihkan  diri (dengan  iman) dan dia  ingat nama Tuhannya, lalu sholat” Ayat-ayat tersebut diatas terdapat statement Allah : Yaitu pada ayat ;14 dan juga ada kiat pada ayat : 15. Ini berarti  bahwa seseorang  baru memperoleh  keberuntungan  setelah dia beriman dan kiat sesudahnya adalah dzikir dan sholat. Artinya, iman zikir, dan sholat merupakan potensi rohani yang amat dahsyat untuk menjaga kesucian diri. Sehingga kita yang melakukan itu pasti terjaga  kesucian diri kita, dan berikutnya selalu ada trust pada diri kita sendiri. Karena itu pula meremehkan iman, zikir dan sholat berarti kita ingin membiarkan diri dalam kegelapan noda, dosa sehingga yang muncul kemudian adalah disstrust. Bahkan pada ayat lain  pada Qur’an  surat AL-Syams ayat 9-10 disebutkan “Sungguh beruntunglah  orang-orang yang mencucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya” Ayat ayat ini membicarakan untung dan ruginya orang-orang yang melakukan Tazkiyat al- Nafs  dan mereka yang tidak melakukannya. Sehingga dampak positif dan negatifnya bisa terasa dalam kehidupan  sehari-hari seperti kata pepatah “kesucian membawa kebaikan, keburukan membawa kerugian” Kalimat bijak ini sesungguhnya terangkat dari realitas sosial pergaulan  manusia dimana tolak ukurnya ada pada kesucian jiwa atau tidak . Demikian juga  kalimat bijak yang lain ”Siapa yang menanam dia akan menuai”

Manusia maksum hanya pada  para rasul sedangkan di luar itu “mahal al- Khatha wa nisya, makhluk tempat salah dan dosa. Tetapi ini bukan berarti  tidak bisa di perbaiki, masih ada waktu / kesempatan  kita memperbaiki diri. Jalannya harus melalui tazkiyat al- nafs dimana iman  dzikir dan sholat itu  merupakan senjata rohani  yang ampuh untuk  menjaga kesucian diri  kita. Tanpa itu maka diakui atau tidak  dunia dengan berbagai kesenangannya pasti memperbudak kita. Dan ketika manusia telah diperbudak oleh kesenangan dunia disitulah  terjadi  kesenangan  mengumbar nafsu tanpa batas dengan jalan menghalalkan segala mencapai tujuan. Disinilah pentingnya kita melakukan Tazkiyat al-Nafs dalam rangka memproteksi  diri dari berbagai  godaan dunia yang menyesatkan. Sehingga kita bisa menjadi khalifah untuk mengatur dunia sesuai dengan kehendak  Yang Maha Kuasa. Oleh karenanya sikap mensucikan diri itu harus menjadi bagian  penting dalam agenda kehidupan sehari-hari untuk mengurangi tipu daya dunia yang saat ini semakin marak menghampiri kehidupan kita. Atau dengan pengertian lain  dengan Tazkiyat al-Nafs. Kita dapat menolak  segala yang buruk  seraya menghimpun yang baik untuk menghiasi  kepribadian dan perilaku  kita dalam hubungan dengan Allah (Habluminallah) dan hubungan dengan sesama (hablumminannas). Sehubungan dengan itu, maka kita diperintahkan untuk melakukan upaya mensucikan diri  dalam artian  menampilkan kesalihan individu dan kesalihan sosial  untuk kemaslahatan umat. Begitu pentingnya  Tazkiyat al-Nafs maka Allah Swt dengan kasih sayangNya memberikan petunjuk kepada kita  berupa kiat kiat praktis diantanranya, iman, dzikir dan sholat, sebagaimana tersebut   di atas. Petunjuk dan kiat-kiat tersebut harus dimaknai sebagai bentuk kasih sayang Allah pada hamba-hambaNya untuk mendapatkan kebahagiaan yang di janjikanNya berupa kebaikan di dunia ( hasanat fi al dun – ya) dan juga kebaikan di akhirat ( hasanat fi al – akhirat ) Semoga dengan Tazkiyat al-Nafs kita dapat memperoleh keduanya .

A miiin………………………………….

Artikel

No Comments to “TAZKIYAT AL- NAFS”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*