Home » Artikel » MUHASABAH

MUHASABAH

images (1)Muhasabah artinya evaluasi diri untuk mengetahui kelemahan-kelemahan diri berikut kekuatan dan kelebihan kelebihannya. Muhasabah seperti ini sangat penting untuk mengetahui posisi diri apa yang seharusnya diperbuat  sesudahnya itu untuk meraih  kualitas diri  yang lebih baik ke depan. Disebut sangat penting karena diketahui bahwa perjalanan hidup manusia sering fluktuatif yaitu tidak selamanya stabil tetapi terkadang juga  labil. Dengan muhasabah ini, stabilitas kehidupan bisa dijaga atau dipertahankan sekaligus mengurangi  tingkat labil pada pejalanan hidup ini. Dan ini sebagai upaya  membentuk pribadi manusia yang baik (salih). Secara kuantitas maupun secara kualitas sebab hanya manusia yang shalih sajalah bisa memberi manfaat optimal pada sesama, dan ini harus dilakukan  dalam rangka mengembalikan martabat kemanusiaan kita.

Muhasabah ini biasanya melalui suatu perenungan yang  mendalam menerima saran dan kritik atau dengan terus menerus bertanya. Apakah hidup saya hari ini lebih baik dari hari kemarin?  Dan rencana kebaikan seperti apa yang akan saya lakukan  kedepan? Dua pertanyaan penting ini harus menjadi program dan target capaian kita  di dalam kehidupan ini. Sehingga jawaban diatas  dua pertanyaan  tersebut dapat menjadi pedoman penyuluh untuk menjalani sisa waktu/umur kita. Tanpa itu suka atau tidak suka membuat kita semakin tidak tahu diri, bagaimana menjalani kehidupan ini. Sehingga bukan mustahil akan terjadi kebangkrutan secara spiritual yang dalam istilah agama disebut  dengan “Khasirunalias orang yang merugi, karena menjadikan skala dosa lebih tinggi ketimbang prioritas pada perbuatan yang berpahala. Jadi sebagai manusia biasa. Muhasabah ini penting untuk mengukur keberadaan kita dalam kaitannya  dengan “bahagia atau tidak”.

Dalam kaitannya dengan muhasabah ini ada riwayat hadis yang menyebutkan  “Hasibu Anfusakum Qabla antuhasabu“ Hitunglah dirimu sebelum kamu dihitung” pelajaran dalam hadis tersebut adalah kita perlu mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya dengan memperbanyak amal shalih. Sehingga pada saat nanti kita dihitung (hisab) dihadapan Allah  insyaalllah kita tergolong  orang-orang yang beruntung ( Al- Muflihun ). Adapun prosesnya adalah melalui  media perenungan  dan membaca diri ( Iqro’) sebagaimana firman Allah, bacalah kitabmu, cukup dirimu sendiri pada waktu itu sebagai penghisap terhadap mu (QS: Al Isra: 14) ayat ini juga mengisyaratkan betapa pentingnya melakukan mahasabah melalui gerakan membaca diri melalui catatan amal perbuatan kita sehari-hari. Maka dapatlah dipastikan bertemu dengan perbuatan kita positif maupun negatip.

Dalam membaca diri, kita justru di perintah membaca diri sendiri  untuk menemukan kekuatan dan kelemahan diri kita antara yang baik dan yang buruk, berpahala atau berdosa. Karenanya, kita jangan seperti kata pepatah “Kuman di seberang lautan tampak gajah dipelupuk mata tiada tampak“ Atau melihat kotoran nyamuk dimuka orang lain tetapi melupakan kotoran kuda dimuka sendiri” Pesan  moral dalam pepatah  tersebut  hendaknya menyadarkan kita untuk lebih melihat ke dalam (diri sendiri) ketimbang keluar (orang lain). Karena melupakan kesalahan sendiri, lalu melihat kesalahan orang lain, apalagi sampai fitnah dan menggunjingnya hanya akan membawa dosa dan permusuhan bagi diri kita sendiri. Sehingga dengan muhasabah atau self corection itu ada upaya memperbaiki diri dengan menghitung potensi diri dan mempertanyakan  siapa diri kita darimana asal usul kita, sedang dimana kita berada apa yang telah kita perbuat, dan kemana kita kembali, serta kepada siapa  kita mempertanggungjawabkan semua perbuatan itu. Ini semua menunjukkan  betapa pentingnya kita bermuhasabah dengan membaca diri  sehingga tahu  problem sekaligus jawabannya.

Artikel

No Comments to “MUHASABAH”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*