Home » Artikel » MUBAZZIR

MUBAZZIR

images (16)Manusia memang makhluk yang serba misteri, dalam kemisteriannya itu ia mempunyai perilaku yang aneh-aneh. Perilaku aneh itu dikatakan sebagai sikap atau perbuatan yang tidak masuk akal, diluar dari pertimbangan nalar yang sehat dan hati nurani, serta diluar dari koridor agama. Akibatnya ia terseret atau memang sengaja melakukan aktivitas yang menimbulkan dosa dan permusuhan sesama. Dan bukan tidak mungkin orang-orang seperti ini bisa dikatakan telah masuk dalam perangkap setan.

Mubazzir adalah orang-orang yang melakukan pemborosan diluar dari koridor agama, karena mereka telah dikuasai oleh hawa nafsu dan syaitan yang terdiri dari jin dan manusia. Dengan demikian para mubazir merupakan personal-personal dalam lingkaran setan yang siap mempengaruhi siapa saja dimana saja dan apa saja untuk memperbanyak komunitas mereka (sebagai kawan-kawan setan). Oleh Allah SWT mereka orang-orang yang melakukan pemborosan (mubazzir) itu disebut sebagai teman-temannya setan. Hal ini sesuai dengan firmanNya “Dan berikanlah pada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang-orang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros adalah saudara-saudara syaitan, dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya” (QS. Al-Isra : 26-27). Ayat ini dimulai dengan perintah memberikan hak-hak keluarga, anak yatim dan Ibnu Sabil, kemudian ada larangan menghambur-hamburkan harta, lalu sampai penetapan status para pemboros itu sebagai teman-teman syaitan denga sifat mereka yang paling menonjol adalah mengingkari Tuhan dan Kebenaran-Nya. Menilik petunjuk ayat tersebut betapa hinanya kedudukan para pemboros sebagai teman-teman syetan. Dikatakan demikian karena para pemboros telah melakukan sejumlah perbuatan setan diantaranya adalah : menahan hak-hak keluarga orang-orang miskin, dan ibnu sabil. Dan lebih dari adalah juga mengingkari Tuhan dan kebenaran-Nya. Ini semua adalah perbuatan-perbuatan syaitan sering dilakukan oleh manusia, baik secara personal ataupun kolektif.

Sejak dahulu hingga sekarang soal mubazzir ini tidak pernah sirna, bahkan semakin marak dimana-mana. Lihatlah betapa pinternya syaitan menjebak manusia dalam pesta pernikahan misalnya. Selain super mewah, undangan dan kadonya pun serba mahal. Belum lagi makanan-makanan mewah yang terbuang di bak sampah boleh dibilang menggunung. Sementara itu nasib fakir miskin dibiarkan terlantar, para pemulung dan para busung lapar juga tidak pernah berkurang, dan mereka para pemboros juga tidak pernah merasa berdosa dengan menghamburkan harta benda mereka. Mereka hidup bergelimang kemewahan sementara saudara-saudara sesama terus mengalami kurang gizi, busung lapar, tinggal di bawah kolong jembatan menjadi pengemis, anak jalanan dan sebagainya. Alhasil setan telah berhasil memperbanyak kawannya, dan juga tidak tanggung-tanggung yaitu mereka yang berkuasa dan berduit, alias para kelompok elit. Mereka sepertinya happy dan enjoy dengan status elitisme mereka, padahal yang demikian itu hanya mempertinggi tempat jatuh. Dan jurang yang akan menampung mereka juga tidak kalah dalamnya, yaitu “jurang kebinasaan”.

Dalam perspektif makro, mubazzir ini bisa berlaku dan terjadi pada semua manusia tanpa melihat status dan kelas-kelas sosial. Dan kalau itu yang terjadi, maka setan pun tertawa terbahak-bahak karena ia (setan) telah mempunyai banyak kawan. Pertanyaannya adalah: adakah kita sadar dengan strategi setan yang menyesatkan itu? Ataukah kita malah lebih siap menjadi teman-teman para syaitan dengan menghambur-hamburkan harta dan hawa nafsu? Jawaban pertanyaan-pertanyaan ini semua kembali pada kita masing-masing, mau atau tidak. Yang jelas syaitan terus menjalankan makarnya untuk menyesatkan kita, tidak pernah berhenti alias jalan terus sepanjang umur manusia. Bagi kita yang masih waras tentunya tidak akan mau terjebak dalam perangkap syaitan. Disinilah pentingnya kita menyadari dan mengamalkan ayat yang satu ini. “Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong kepada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan mereka selain dari tipuan belaka (QS. An-Nisa : 120). Semoga kita semua menjadi hamba Allah yang shalih dan bukan menjadi kawan-kawannya syaitan.

Artikel

No Comments to “MUBAZZIR”

Leave a Reply

(required)

(required)


CAPTCHA Image
*